Ormas Islam Terkaya di Dunia, Bedah
Gurita Kekayaan Muhammadiyah
Coba kamu bayangin, ironis sejarah yang paling
gila ini. Lebih dari 100 tahun lalu, ada seorang kiai di Jogja yang dicacimaki.
Musolanya dirobohkan paksa malam-malam.
Ia juga dicap sebagai kiai kafir. Tapi coba
lihat hari ini. Gerakan yang ia rintis dari teras rumahnya yang sempit,
menjelma menjadi organisasi Islam terkaya di dunia.
Kok bisa orang yang dulunya diasingkan,
sekarang mewariskan kerajaan amal usaha raksasa? Pasti kamu pernah dengar
selentingan kabar, entah dari artikel atau obrolan di media sosial, yang
menyebutkan kalau total aset Muhammadiyah saat ini tembus di angka 400 triliun
rupiah. Angka pastinya tentu sulit buat dikonfirmasi, karena saking banyaknya
aset yang tersebar. Tapi jujur aja, kalau kita membedah satu persatu amal
usahanya hari ini, rasa-rasanya angka 400 triliun itu sangat masuk akal.
Bahkan, kalau ditambah sama manuver aset-aset
mereka di luar negeri, valuasinya bisa jauh melampaui itu. Di video ini, aku
nggak cuma mau ngajak kamu flexing atau ngitungin daftar kekayaan Muhammadiyah.
Aku bakal ngebongkar habis satu rahasia besar di balik semua aset raksasa ini.
Setelah nonton video ini sampai detik
terakhir, kamu bakal sadar gimana rasa sakit karena diremehkan justru bisa
disulap jadi pondasi kebaikan terbesar dalam peradaban modern. Kalau kamu hari
ini lagi ngerasa ide-ide kamu ditertawakan sama lingkunganmu, cerita ini bakal
jadi tamparan yang paling memotivasi buat kamu. Tapi sebelum ke situ, pastikan
kamu sudah like dan subscribe video ini.
Satu klik like dan subscribe tidak akan
membuatmu rugi apapun, Sob. So, like dan subscribe sekarang juga. Aku tungguin
ya.
Oke, di video ini, aku mau ngajak kalian
membedah apa yang sudah dihasilkan oleh organisasi keagamaan yang sangat maju
ini. Namanya memang organisasi keagamaan, namun sebenarnya dia lebih mirip
seperti yayasan atau korporasi dengan jaringan bisnis yang luar biasa besar.
Kita mulai dari sektor pendidikan tinggi.
Muhammadiyah saat ini mengelola lebih dari 170
perguruan tinggi PTMA yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Ini bukan
sekedar kampus rupo tiga lantai, teman-teman. Kamu tahu Universitas
Muhammadiyah Malang, UMM? Kampus ini posisinya udah kayak perusahaan
konglomerasi raksasa.
UMM bukan cuma punya gedung kuliah mewah, tapi
mereka mengelola tiga hotel komersial sekaligus. Ada Rais UMM Hotel yang setara
bintang empat, hotel kapal yang bentuknya seperti kapal, sampai UMM Inn. Belum
puas main di bisnis perhotelan? Kampus ini punya taman rekreasi sendiri bernama
Taman Sengkali, punya pom bensin, sampai rumah sakit besar.
Coba kamu bayangin, ada kampus swasta di
Indonesia yang bisa menghidupi dirinya sendiri lewat gurita bisnis pariwisata.
Terus kita geser sedikit ke Jogja. Ada Universitas Muhammadiyah Jogjakarta,
UMY.
Kampus ini punya landmark super ikonik bernama
Sportorium. Bentuk kubahnya itu megah banget. Udah jadi langganan event
nasional, pameran, sampai konser artis ternama.
Tapi kalau kamu mau ngomongin venue raksasa
yang gede banget, kamu wajib lihat Universitas Muhammadiyah Surakarta. Mereka
ngebangun mahakarya yang dinamakan edutorium. Ini udah kayak stadion indoor,
kapasitasnya tembus 12.000 orang.
Di Solo, konser-konser besar sekarang digelar
di sini. Edutorium ini sering disebut-sebut mirip Allianz Arena di Jerman. Oke,
itu kampus.
Gimana dengan sekolahnya? Tahan dulu napasmu.
Di level pendidikan dasar dan menegah, Muhammadiyah punya puluhan ribu sekolah
yang bukan sekedar ada, tapi mendominasi secara kualitas. Pernah dengar SMA
Muhammadiyah Trend Science Rakyat? Ini adalah sekolah yang konsepnya
benar-benar out of the box.
Mereka menggabungkan pemahaman Al-Quran
tingkat tinggi dengan ilmu sains alam kayak fisika, kimia, biologi, dan
astronomi. Lulusannya? Jangan kaget. Anak-anak trend science ini langganan
tembus ke kampus-kampus top dunia, bukan hanya di Indonesia.
Lalu ada SMA Muhammadiyah II Sidoarjo, atau
yang terkenal dengan julukan SMAMDA. Fasilitas sekolah ini mewah abis, udah
kayak sekolah internasional di luar negeri. Punya gedung eksklusif, auditorium
megah, fasilitas olahraga standar atlet profesional, sampai sistem pendidikan
yang bikin antrian masuk ke sana selalu berdesakan tiap tahun.
Dan kalau ngomongin soal antrian panjang, kita
wajib bahas fenomena gila dari SD Muhammadiyah Sapen di Jogja. Kamu tahu nggak,
ada urban legend yang berakar dari realitas di kalangan warga Jogja. Saking
favorit dan prestisiusnya SD Muhammadiyah Sapen ini, konon banyak orang tua
yang sudah inden atau mendaftarkan nama anaknya sejak si bayi baru lahir.
Bayangin, baru lahir bro. Udah dibuking kursi
SD-nya. Prestasi akademis sekolah ini udah langganan juara level internasional.
SD ini menampar keras anggapan kalau sekolah
Islam itu tertinggal atau kolam. Dan buat kamu yang mikir, Muhammadiyah kan
modern banget, pasti anti sama yang namanya pesantren. Wah, kamu salah besar.
Muhammadiyah punya ratusan Muhammadiyah
Boarding School, atau pesantren modern. Ini bukan pesantren tradisional yang
seadanya. MBS di berbagai daerah, luasnya berhektar-hektar.
Fasilitas kamarnya modern, kurikulumnya
canggih, menyatukan adab pesantren dengan kurikulum umum. Mereka melahirkan
ribuan santri tiap tahun. Dari segi aset tanah dan bangunan, jaringan MBS dan
pesantren Muhammadiyah ini nilainya luar biasa masif.
Tapi puncaknya, sektor yang paling menyentuh
hajat hidup orang banyak dan menelan investasi tak terbayangkan, kesehatan.
Awalnya, di masa penjajahan Belanda, Kiai Dahlan cuma mendirikan PKO, Penolong
Kesengsaraan UMUM, yang bentuknya cuma klinik sederhana di Jogja. Niatnya cuma
satu, nasi obat gratis buat rakyat pribumi yang penyakitan dan gak mampu bayar
biaya dokter Belanda yang mahal.
Dari satu klinik kecil dari bilik kayu itu,
hari ini meledak menjadi ratusan rumah sakit PKU Muhammadiyah dan Aisyiah di
seluruh pelosok Indonesia. Kita gak lagi ngomongin klinik puskesmas kecil,
teman-teman. Kita ngomongin rumah sakit tipe A dan B yang punya peralatan MRI
canggih, ruang operasi standar internasional, sistem digitalisasi medis
mutakhir, dan gedung bertingkat belasan lantai.
Coba kamu lihat kemegahan RS PKU Muhammadiyah
Gamping di Jogja, RS PKU Solo, atau RS Muhammadiyah Lamongan yang jadi rujukan
utama masyarakat sekitarnya. Aset tanah, bangunan tinggi, dan ratusan alat
medis spesialis di jaringan PKU ini, kalau dihitung total, harganya sudah pasti
triliunan rupiah. Mereka menjadi benteng pertahanan kesehatan masyarakat di
saat negara kadang belum sanggup menjangkau semuanya.
Maka, kembali ke angka 400 triliun di awal
tadi. Dengan ratusan kampus, puluhan ribu sekolah, ratusan pesantren elit,
ratusan rumah sakit megah, belum lagi aset PCIM di luar negeri seperti sekolah
di Australia atau kampus di Malaysia. Angka itu bukan cuma klaim kosong.
Itu adalah bukti nyata kerja keras yang
terstruktur rapi selama lebih dari seabad. Kok bisa ya? Di titik ini, aku
pengen kamu merenung sebentar. Tarik napas yang dalam.
Semua gurita aset triliunan rupiah yang kita
bahas tadi, semuanya berakar dan bermula dari gagasan Kiai Sederhana di Jogja.
Ia awalnya hanya ingin ajaran Al-Quran dalam surat Al-Ma'un itu Surat Al-Ma'un
berisi perintah untuk menolong sesama. Menolong orang yang gak mampu.
Dari surat tersebut, ia ajak murid-muridnya
buat bikin sekolah, panti, dan lain-lain. Dan hasilnya bisa kita lihat
sekarang. Kiai Dahlan pernah bilang satu kalimat magis yang sampai sekarang
jadi roh pergerakan ini.
Hidup-hidupilah Muhammadiyah. Jangan mencari
hidup di Muhammadiyah. Itu adalah mentalitas seorang manusia yang sudah selesai
dengan urusan ego pribadinya.
Dia berjuang mendobrak status quo. Melawan
kebodohan masyarakatnya tanpa harus mengangkat senjata atau menyebar kebencian.
Inilah makna sejati dari memperjuangkan keyakinan.
Kamu gak butuh tepuk tangan orang lain. Kamu
gak butuh orang satu kampung atau satu kantor setuju sama ide kamu. Selama kamu
tahu persis nilai kebaikan apa yang sedang kamu rintis, tetaplah bekerja.
Kerja keras yang tulus dan terstruktur pada
akhirnya akan membungkam semua keraguan sejarah. Nah, dari semua gurita aset
luar biasa yang kita bedah hari ini, mana nih yang paling bikin kamu merinding
dan mindblowing?
Sumber: YouTube @Ahmad
Dahlan







