Cari Blog Ini

Jumat, 20 Maret 2026

Ormas Islam Terkaya di Dunia, Bedah Gurita Kekayaan Muhammadiyah

 

Ormas Islam Terkaya di Dunia, Bedah Gurita Kekayaan Muhammadiyah

 

 

Coba kamu bayangin, ironis sejarah yang paling gila ini. Lebih dari 100 tahun lalu, ada seorang kiai di Jogja yang dicacimaki. Musolanya dirobohkan paksa malam-malam.

 

sumber: https://goodstats.id

Ia juga dicap sebagai kiai kafir. Tapi coba lihat hari ini. Gerakan yang ia rintis dari teras rumahnya yang sempit, menjelma menjadi organisasi Islam terkaya di dunia.

 

Kok bisa orang yang dulunya diasingkan, sekarang mewariskan kerajaan amal usaha raksasa? Pasti kamu pernah dengar selentingan kabar, entah dari artikel atau obrolan di media sosial, yang menyebutkan kalau total aset Muhammadiyah saat ini tembus di angka 400 triliun rupiah. Angka pastinya tentu sulit buat dikonfirmasi, karena saking banyaknya aset yang tersebar. Tapi jujur aja, kalau kita membedah satu persatu amal usahanya hari ini, rasa-rasanya angka 400 triliun itu sangat masuk akal.

 

Bahkan, kalau ditambah sama manuver aset-aset mereka di luar negeri, valuasinya bisa jauh melampaui itu. Di video ini, aku nggak cuma mau ngajak kamu flexing atau ngitungin daftar kekayaan Muhammadiyah. Aku bakal ngebongkar habis satu rahasia besar di balik semua aset raksasa ini.

 

Setelah nonton video ini sampai detik terakhir, kamu bakal sadar gimana rasa sakit karena diremehkan justru bisa disulap jadi pondasi kebaikan terbesar dalam peradaban modern. Kalau kamu hari ini lagi ngerasa ide-ide kamu ditertawakan sama lingkunganmu, cerita ini bakal jadi tamparan yang paling memotivasi buat kamu. Tapi sebelum ke situ, pastikan kamu sudah like dan subscribe video ini.

 

Satu klik like dan subscribe tidak akan membuatmu rugi apapun, Sob. So, like dan subscribe sekarang juga. Aku tungguin ya.

 

Oke, di video ini, aku mau ngajak kalian membedah apa yang sudah dihasilkan oleh organisasi keagamaan yang sangat maju ini. Namanya memang organisasi keagamaan, namun sebenarnya dia lebih mirip seperti yayasan atau korporasi dengan jaringan bisnis yang luar biasa besar. Kita mulai dari sektor pendidikan tinggi.

 

Muhammadiyah saat ini mengelola lebih dari 170 perguruan tinggi PTMA yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Ini bukan sekedar kampus rupo tiga lantai, teman-teman. Kamu tahu Universitas Muhammadiyah Malang, UMM? Kampus ini posisinya udah kayak perusahaan konglomerasi raksasa.

 

UMM bukan cuma punya gedung kuliah mewah, tapi mereka mengelola tiga hotel komersial sekaligus. Ada Rais UMM Hotel yang setara bintang empat, hotel kapal yang bentuknya seperti kapal, sampai UMM Inn. Belum puas main di bisnis perhotelan? Kampus ini punya taman rekreasi sendiri bernama Taman Sengkali, punya pom bensin, sampai rumah sakit besar.

 

Coba kamu bayangin, ada kampus swasta di Indonesia yang bisa menghidupi dirinya sendiri lewat gurita bisnis pariwisata. Terus kita geser sedikit ke Jogja. Ada Universitas Muhammadiyah Jogjakarta, UMY.

 

Kampus ini punya landmark super ikonik bernama Sportorium. Bentuk kubahnya itu megah banget. Udah jadi langganan event nasional, pameran, sampai konser artis ternama.

 

Tapi kalau kamu mau ngomongin venue raksasa yang gede banget, kamu wajib lihat Universitas Muhammadiyah Surakarta. Mereka ngebangun mahakarya yang dinamakan edutorium. Ini udah kayak stadion indoor, kapasitasnya tembus 12.000 orang.

 

Di Solo, konser-konser besar sekarang digelar di sini. Edutorium ini sering disebut-sebut mirip Allianz Arena di Jerman. Oke, itu kampus.

 

Gimana dengan sekolahnya? Tahan dulu napasmu. Di level pendidikan dasar dan menegah, Muhammadiyah punya puluhan ribu sekolah yang bukan sekedar ada, tapi mendominasi secara kualitas. Pernah dengar SMA Muhammadiyah Trend Science Rakyat? Ini adalah sekolah yang konsepnya benar-benar out of the box.

 

Mereka menggabungkan pemahaman Al-Quran tingkat tinggi dengan ilmu sains alam kayak fisika, kimia, biologi, dan astronomi. Lulusannya? Jangan kaget. Anak-anak trend science ini langganan tembus ke kampus-kampus top dunia, bukan hanya di Indonesia.

 

Lalu ada SMA Muhammadiyah II Sidoarjo, atau yang terkenal dengan julukan SMAMDA. Fasilitas sekolah ini mewah abis, udah kayak sekolah internasional di luar negeri. Punya gedung eksklusif, auditorium megah, fasilitas olahraga standar atlet profesional, sampai sistem pendidikan yang bikin antrian masuk ke sana selalu berdesakan tiap tahun.

 

Dan kalau ngomongin soal antrian panjang, kita wajib bahas fenomena gila dari SD Muhammadiyah Sapen di Jogja. Kamu tahu nggak, ada urban legend yang berakar dari realitas di kalangan warga Jogja. Saking favorit dan prestisiusnya SD Muhammadiyah Sapen ini, konon banyak orang tua yang sudah inden atau mendaftarkan nama anaknya sejak si bayi baru lahir.

 

Bayangin, baru lahir bro. Udah dibuking kursi SD-nya. Prestasi akademis sekolah ini udah langganan juara level internasional.

 

SD ini menampar keras anggapan kalau sekolah Islam itu tertinggal atau kolam. Dan buat kamu yang mikir, Muhammadiyah kan modern banget, pasti anti sama yang namanya pesantren. Wah, kamu salah besar.

 

Muhammadiyah punya ratusan Muhammadiyah Boarding School, atau pesantren modern. Ini bukan pesantren tradisional yang seadanya. MBS di berbagai daerah, luasnya berhektar-hektar.

 

Fasilitas kamarnya modern, kurikulumnya canggih, menyatukan adab pesantren dengan kurikulum umum. Mereka melahirkan ribuan santri tiap tahun. Dari segi aset tanah dan bangunan, jaringan MBS dan pesantren Muhammadiyah ini nilainya luar biasa masif.

 

Tapi puncaknya, sektor yang paling menyentuh hajat hidup orang banyak dan menelan investasi tak terbayangkan, kesehatan. Awalnya, di masa penjajahan Belanda, Kiai Dahlan cuma mendirikan PKO, Penolong Kesengsaraan UMUM, yang bentuknya cuma klinik sederhana di Jogja. Niatnya cuma satu, nasi obat gratis buat rakyat pribumi yang penyakitan dan gak mampu bayar biaya dokter Belanda yang mahal.

 

Dari satu klinik kecil dari bilik kayu itu, hari ini meledak menjadi ratusan rumah sakit PKU Muhammadiyah dan Aisyiah di seluruh pelosok Indonesia. Kita gak lagi ngomongin klinik puskesmas kecil, teman-teman. Kita ngomongin rumah sakit tipe A dan B yang punya peralatan MRI canggih, ruang operasi standar internasional, sistem digitalisasi medis mutakhir, dan gedung bertingkat belasan lantai.

 

Coba kamu lihat kemegahan RS PKU Muhammadiyah Gamping di Jogja, RS PKU Solo, atau RS Muhammadiyah Lamongan yang jadi rujukan utama masyarakat sekitarnya. Aset tanah, bangunan tinggi, dan ratusan alat medis spesialis di jaringan PKU ini, kalau dihitung total, harganya sudah pasti triliunan rupiah. Mereka menjadi benteng pertahanan kesehatan masyarakat di saat negara kadang belum sanggup menjangkau semuanya.

 

Maka, kembali ke angka 400 triliun di awal tadi. Dengan ratusan kampus, puluhan ribu sekolah, ratusan pesantren elit, ratusan rumah sakit megah, belum lagi aset PCIM di luar negeri seperti sekolah di Australia atau kampus di Malaysia. Angka itu bukan cuma klaim kosong.

 

Itu adalah bukti nyata kerja keras yang terstruktur rapi selama lebih dari seabad. Kok bisa ya? Di titik ini, aku pengen kamu merenung sebentar. Tarik napas yang dalam.

 

Semua gurita aset triliunan rupiah yang kita bahas tadi, semuanya berakar dan bermula dari gagasan Kiai Sederhana di Jogja. Ia awalnya hanya ingin ajaran Al-Quran dalam surat Al-Ma'un itu Surat Al-Ma'un berisi perintah untuk menolong sesama. Menolong orang yang gak mampu.

 

Dari surat tersebut, ia ajak murid-muridnya buat bikin sekolah, panti, dan lain-lain. Dan hasilnya bisa kita lihat sekarang. Kiai Dahlan pernah bilang satu kalimat magis yang sampai sekarang jadi roh pergerakan ini.

 

Hidup-hidupilah Muhammadiyah. Jangan mencari hidup di Muhammadiyah. Itu adalah mentalitas seorang manusia yang sudah selesai dengan urusan ego pribadinya.

 

Dia berjuang mendobrak status quo. Melawan kebodohan masyarakatnya tanpa harus mengangkat senjata atau menyebar kebencian. Inilah makna sejati dari memperjuangkan keyakinan.

 

Kamu gak butuh tepuk tangan orang lain. Kamu gak butuh orang satu kampung atau satu kantor setuju sama ide kamu. Selama kamu tahu persis nilai kebaikan apa yang sedang kamu rintis, tetaplah bekerja.

 

Kerja keras yang tulus dan terstruktur pada akhirnya akan membungkam semua keraguan sejarah. Nah, dari semua gurita aset luar biasa yang kita bedah hari ini, mana nih yang paling bikin kamu merinding dan mindblowing?  

Sumber: YouTube @Ahmad Dahlan

Buka Puasa Bersama Sepanjang 2 Kilometer di Belgia

 

BUKA PUASA BERSAMA SEPANJANG 2 KM DI BELGIA

 

Apakah Anda pernah melihat meja iftar terpanjang di dunia? Tidak di negara-negara kebanyakan Muslim. Tidak di Mecca. Tidak di Medina.

sumber: https://detik.com

 

Tapi di tengah-tengah Eropa. Ya, di Belgia. Negara di mana Muslim adalah minoritas.

 

Namun, satu kejadian berlaku yang mengejutkan banyak orang di seluruh dunia. Sebuah meja 2 kilometer panjang. Beribu-ribu orang yang berdiri dalam satu garis.

 

Pertikaian di tangan mereka. Antisipasi di mata mereka. Dan satu panggilan untuk doa matahari.

 

Satu momen yang membawa semua orang bersama pada waktu yang sama. Ini lebih dari hanya makan malam di matahari mati. Ini adalah peringatan bahwa Ramadan tidak terbatas oleh geografi atau perbatasan.

 

Tapi pertanyaan asli adalah ini. Bagaimana sesuatu seperti ini bisa berlaku di negara di mana Muslim adalah minoritas? Siapa yang mengaturnya? Mengapa non-Muslim memilih untuk memiliki bagian? Dan bagaimana satu malam ini mempunyai dampak bagi masyarakat Belgia? Dalam dokumentari hari ini, kami akan membawa Anda ke dalam saat itu. Atmosfer, emosi, dan realitas di belakang acara yang banyak orang tidak pernah melihat sebelumnya.

 

Tetap bersama kami sampai akhirnya. Karena ini bukan hanya sebuah cerita tentang Iftar. Ini adalah sebuah cerita tentang kepercayaan, identitas, dan komunitas di tengah-tengah Eropa.

 

Pada bulan Ramadan, sebuah scene yang luar biasa berlaku di tengah-tengah Eropa. Salah satu yang banyak orang menemukan sulit dipercaya pada mulanya. Scene tersebut berlaku di Brussels.

 

Di bawah langit terbuka, sebuah jalan bandara ditutup untuk trafik. Makanan disediakan dengan berhati-hati. Tidak untuk beberapa juta kaki, tetapi menjangkau hampir 2 kilometer penuh.

 

Ini bukan inisiatif pemerintah. Ini disediakan oleh komunitas Muslim lokal. Selama beberapa hari sebelum acara ini, beratus-ratus penonton bekerja di belakang scene.

 

Orang muda menyiapkan kerusi dan meja banquet yang panjang. Wanita mempersiapkan paket makanan dan distribusi makanan yang terkoordinasi. Anak-anak komunitas lebih tua mengurus listrik tetamu dan logistik.

 

Tapi apa tujuan yang benar? Bukan hanya untuk memusnahkan makanan, tapi untuk membuka pintu. Iftar ini tidak terbatas bagi Muslim. Teman-teman Kristian datang.

 

Student-student universitas datang. Jurnalis datang. Meskipun beberapa representasi pemerintah lokal ditemui duduk di jalan yang sama.

 

Beratus-ratus orang duduk bersama-sama dalam satu baris berterusan. Pada musim panas Eropa, matahari terlambat. Cuaca malam ringan bergerak melalui jalan.

 

Suara kota semakin merendah. Kemudian ada saat ketenangan. Dan pada saat itu, beratus-ratus tangan bergerak bersama.

 

Sip air pertama. Makanan pertama. Dan pada saat itu, di sebuah jalan di Brussels, agama tidak berfungsi sebagai batas.

 

Ia menjadi sebuah jembatan. Pada hari berikutnya, berita-berita Belanda menyebutkan acaranya sebagai sebuah simbol toleransi, kewujudan, dan harmoni antaragama. Bagi banyak pengunjung non-Muslim, mungkin ini adalah pertama kali mereka mengalami Ramadhan bukan hanya sebagai bulan makan, tetapi sebagai bulan yang berpengaruh pada komunitas, refleksi, dan hubungan.

 

Terletak di bahagian barat Eropa, Belanda mendapatkan kebebasan pada tahun 1830, berpisah dari Kerajaan Negeri. Meskipun besar geografisnya kecil, Belanda memiliki signifikan politik luar biasa. Belanda merupakan negara di mana institusi-institusi besar Union Eropa berbasis, dan di mana NATO mempertahankan pemerintahannya.

 

Identitas negara Belanda, namun, tidak sederhana. Negara ini dibangun di dua komunitas kulturnya, Flemish yang berbahasa Dutch, dan Walloons yang berbahasa Perancis. Bahasa-bahasa yang berbeda, tradisi kulturnya yang berbeda, namun, satu negara yang bersatu.

 

Sejarahnya, Belanda merupakan negara yang sangat katolik. Kerajaan berusia berabad-abad masih terkenal di kota-kotanya, terutama di tempat-tempat sejarah seperti Brussel dan Bruges. Namun, sejarah tidak pernah statis.

 

Masa bergerak ke depan, dan negara-negara berkembang dengannya. Islam tidak datang ke Belanda melalui pencapaian. Belanda tidak berkembang sebagai hasil empira atau ekspansi militer.

 

Belanda datang melalui pekerjaan. Pada tahun 1960-an, semasa perkembangan industri berkembang di seluruh Belanda, negara ini menghadapi kekurangan pekerjaan. Pakaian berkembang, minyak, membutuhkan pekerja.

 

Proyek infrastruktur membutuhkan kekuatan manusia. Pemerintah menjawab dengan membuka pintu ke pekerjaan asing. Pekerja migran mulai datang, terutama dari Maroko dan Turki.

 

Mereka datang bekerja. Mereka bekerja di pabrik. Mereka bekerja di bawah tanah di minyak.

 

Mereka bertahan dalam perubahan panas dalam keadaan musim musim panas. Kehadiran mereka bukan pertama-tama tentang permanen. Banyak yang datang dengan niat menerima pendapatan dan akhirnya kembali ke rumah.

 

Namun, selama waktu, sesuatu berubah. Tahun lalu. Mereka menjemput keluarga mereka untuk bergabung.

 

Rumah kecil menjadi tempat bersembunyi. Rumah makan diatur menjadi ruang doa. Rugs ditempatkan di lantai.

 

Momen tenang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Perlahan-lahan, secara organik, tanpa kuasa atau spektakul. Islam berasal dari tanah Belgia.

 

Tahun itu adalah tahun 1974. Momen sejarah. Belgia mengetahui Islam sebagai sebuah agama yang terkenal oleh negara.

 

Ini bukan keputusan burokratis di kertas. Ini adalah pengetahuan formal bahwa Islam menjadi bagian dari pabrik sosial negara. Ketahuan itu memiliki implikasi berarti.

 

Pelajar Muslim diberi hak untuk menerima pendidikan agama Islam di sekolah rumah. Masjid menjadi terpilih untuk beberapa bentuk dukungan masyarakat. Tentara beragama diperkenalkan untuk mengatur hubungan masyarakat.

 

Proses itu, namun, tidak mudah. Komunitas Muslim harus mengembangkan sistem strukturnya untuk mengembangkan. Negara Belgia membutuhkan institusi yang bergantung untuk berserva sebagai pasangan dialog ofisial.

 

Ini membutuhkan waktu. Ini membutuhkan koordinasi, negosiasi, dan pengembangan pembangunan konstitusional. Namun akhirnya, Islam menjadi salah satu framework konstitusional di Belgium sebagai agama yang dikenali.

 

Hari ini, beratus-ratus masjid beroperasi di seluruh kota Belgium. Salah satu masjid yang paling terkenal adalah Masjid Gede di Brussels. Di dalam dindingnya, recitasi Quran dapat didengar.

 

Anak-anak belajar alfabet Arab. Orang muda bertanya pertanyaan dan mencari pengetahuan. Sebuah generasi baru dari Muslim telah dilahirkan dan dilahirkan di Belgium.

 

Mereka berbicara bahasa Fransis dan Dutis. Mereka datang ke universitas Eropa. Mereka bergerak dengan senang di dalam masyarakat Belgium moden.

 

Namun, ketika Ramadan datang banyak yang menyebutkan hubungan spiritual yang dikembangkan. Perhubungan terhadap tradisi global yang menjauh dari perbatasan negara. Bayangkan, musim panas Eropa.

 

Matahari terbang sekitar pukul 5 pagi dan tidak mati sehingga setelah pukul 10 malam. Artinya, kita beristirahat selama 16-18 jam. Pejabat tetap terbuka.

 

Sekolah terus seperti biasa. Rakan-rakan makan dan minum di dekat. Sedangkan pekerja muslim diam-diam menyaksikan makanan.

 

Tidak ada panggilan kepada doa yang dihubungkan oleh orang-orang yang berbicara. Tidak ada pasar yang penuh dengan suara persiapan Iftar. Namun, di dalam rumah ada dunia lain.

 

Sebentar sebelum matahari mati datanya ditempatkan di atas meja. Supir panas di atas api. Keluarga melihat jam.

 

Dan ketika waktunya datang panggilan kepada doa terdengar melalui aplikasi mobil. Di sini, Ramadan mungkin diperhatikan oleh minoritas. Namun, dalam hal doa dan maksudnya itu tidak dikurangkan.

 

Belgia sering memperkenalkan diri sebagai negara yang dibina pada demokrasi kebebasan dan hak-hak manusia. Namun, pertanyaan yang penting tetap adakah Islamofobia wujud di sana? Pertama, apa artinya tersebut? Islamofobia bukan saja kebencian terbuka. Ia bisa mengambil bentuk ketakutan pemahaman pengharapan. Ia muncul ketika seluruh agama terhubungkan dengan tindakan beberapa orang kecil.

 

Pada saat yang sama Belgian Muslim saat ini aktif di setiap sektor masyarakat. Mereka adalah doktor, peguam profesor, pengusaha peguam masyarakat. Beberapa terlibat dalam politik dan pertunangan sivis.

 

Banyak yang hidup dengan perasaan identitas Muslim dan Belgian. Untuk mereka identitas ini bukan secara bersama-sama. Di seluruh negara organisasi-organisasi Muslim berpartisipasi dalam inisiatif amal perkhidmatan sosial dan program dialog antaragama.

 

Pendidikan dilihat secara luas sebagai jalan kemungkinan. Konduk etis dilihat sebagai fondasi untuk membangun kepercayaan. Melalui pencapaian profesional dan partisipasi sivis banyak yang menunjukkan bahwa kepercayaan dan penduduk demokratis bisa berkomunikasi secara konstruktif.

 

Kisah Belgia sebagai peringatan bahwa Islam seperti segala agama global tidak tergantung pada geografi. Ia wujud di mana saja komunitas berasal. Jika Anda menemukan dokumentari ini menginformasikan mohon like video ini bagikan dan subscribe untuk lebih banyak dokumentari sejarah dan budaya.

Sumber: YouTube @VillageEarth

 

Rabu, 18 Maret 2026

5 Pondok Pesantren Terbaik Muhammadiyah di Indonesia

5 PONDOK PESANTREN TERBAIK MUHAMMADIYAH DI INDONESIA


1. Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut

Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut berdiri lebih dari empat dekade sebagai lembaga pendidikan Islam yang berkomitmen membentuk kader ulama berakhlak mulia dan berwawasan global. Pesantren ini dikenal dengan kurikulum inovatif yang mengintegrasikan pendidikan agama dan ilmu pengetahuan modern.

sumber: https://darularqamgarut.sch.id/wp-content/uploads/2021/01/Slider-01-1024x452.jpg

Santri Darul Arqam banyak menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional, mulai dari lomba karya tulis, debat, hingga pencak silat. Hal ini menunjukkan kualitas pembinaan yang tidak hanya fokus pada aspek religius, tetapi juga pengembangan potensi akademik dan non-akademik.

Lingkungan pesantren yang Islami serta fasilitas modern mendukung proses pembelajaran kreatif. Visi utamanya adalah melahirkan kader Muhammadiyah yang mampu berkontribusi positif bagi masyarakat lokal maupun global.

2. Pesantren Modern Internasional Dea Malela (Sumbawa, NTB)

Pesantren Modern Internasional Dea Malela didirikan di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dengan tujuan mencetak generasi muslim berwawasan internasional. Pesantren ini menerima santri dari berbagai daerah dan menerapkan sistem pendidikan SMP dan SMA berbasis pesantren modern.

Sumber: rmol.co

Seleksi penerimaan santri dilakukan melalui tes akademik (agama, bahasa, sains, numerasi), tes praktik ibadah, serta wawancara. Hal ini menunjukkan standar penerimaan yang ketat untuk menjamin kualitas santri.

Dea Malela menekankan pendidikan berkualitas dengan fasilitas modern, sehingga menjadi salah satu pesantren unggulan di NTB yang berorientasi pada pembentukan generasi cerdas dan berakhlak.

3. Pondok Pesantren Science Muhammadiyah Sragen (Trensains)

Pesantren Science Muhammadiyah Sragen, dikenal sebagai SMA Trensains Darul Ihsan, merupakan pesantren yang mengintegrasikan agama dan sains. Kurikulumnya disebut “Kurikulum Unifikasi” yang menggabungkan materi Al-Qur’an, sains, dan bahasa.

sumber: https://trensains.sch.id/wp-content/themes/zattasains/assets/images/20240308_081543-1024x576.jpg

Trensains memiliki visi melahirkan “Ibnu Sina abad 21” dengan menekankan penelitian ayat-ayat semesta dalam Al-Qur’an dan Hadis. Hal ini menjadikan pesantren ini unik dibandingkan pesantren lain karena fokus pada interaksi agama dan sains.

Pesantren ini mendapat apresiasi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai wujud nyata usaha melahirkan ilmuwan muslim masa depan.

4. Pondok Pesantren Karangasem Paciran Lamongan

Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah Paciran Lamongan berawal dari sebuah mushola sederhana bernama Langgar Dhuwur yang didirikan Kyai Idris pada 1929. Secara resmi, pesantren ini dirintis oleh K.H. Abdurrahman Syamsuri pada 1948.

Pesantren Karangasem kini berkembang menjadi salah satu amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan dengan berbagai unit sekolah, madrasah, dan amal usaha lain seperti rumah sakit dan koperasi.

Selain pendidikan formal, pesantren ini juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler dan perlombaan, menghasilkan banyak prestasi di tingkat Jawa Timur maupun nasional.

sumber: https://ponpeskarangasem.com 

5. Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo Sukoharjo

Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo (PPMIS) terletak di Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah. Pesantren ini dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam yang memadukan pembinaan adab dan akhlak dengan pengelolaan modern.

Santri diarahkan untuk disiplin, kuat dalam ibadah, serta memiliki dasar ilmu agama yang kokoh. Pesantren ini juga aktif menjalin kerja sama dengan sekolah lain, seperti program “One Day English Experience” bersama MTsN 2 Sukoharjo.  

sumber: https://suaraaisyiyah.id/wp-content/uploads/2026/02/ponpes-imam-syuhodo-1140x694.jpeg

PPMIS sering meraih prestasi dalam berbagai lomba, termasuk pada peringatan Milad Muhammadiyah, sehingga semakin memperkuat reputasinya sebagai pesantren modern unggulan di Sukoharjo.  

📚 Daftar Pustaka

·  Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut. Profil dan Prestasi. https://darularqamgarut.sch.id (darularqamgarut.sch.id in Bing)

·  Pesantren Modern Internasional Dea Malela. Informasi Pendaftaran dan Profil. https://deamalela.sch.id

·  SMA Trensains Muhammadiyah Sragen (Pesantren Science). Kurikulum Unifikasi dan Visi. https://trensains.sch.id

·  Pondok Pesantren Karangasem Paciran Lamongan. Sejarah dan Perkembangan. https://karangasempaciran.sch.id (karangasempaciran.sch.id in Bing)

·  Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo Sukoharjo. Profil dan Kegiatan. https://imamsyuhodo.sch.id (imamsyuhodo.sch.id in Bing)

 

Sabtu, 14 Maret 2026

Kokoda: Satu-Satunya Kampung Muhammadiyah di Dunia

 

Kampung Muhammadiyah Kokoda  

 

1. Profil Kampung dan Suku Kokoda

Orang Kokoda atau Emeyode adalah kelompok etnis yang bermukim di wilayah Sorong Raya, Papua Barat Daya. Suku ini merupakan sub-suku dari suku besar Imekko (Inanwatan, Matemani, Kais, dan Kokoda). Nama "Kokoda" mengacu pada nama wilayah yang ditempati; dalam bahasa Kokoda berarti "kawasan air yang berwarna hitam yang dikelilingi tanaman sagu".

Kampung Warmon Kokoda terletak di Kabupaten Sorong, Papua Barat, dan merupakan salah satu daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) binaan PP Muhammadiyah. Kampung ini berlokasi di Distrik Mayamuk, Sorong, dan dihuni oleh sekitar 185 keluarga dari suku Kokoda, salah satu suku asli Papua Barat.

Dalam hal keagamaan, suku Kokoda menganut dua agama besar, yaitu Islam dan Kristen Protestan. Islam masuk ke wilayah mereka pada abad ke-15, tidak terlepas dari peran Sultan Tidore.

 

sumber: https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/kampung-warmon-kokoda-di-kabupaten-sorong-papua-barat-_190113152248-196.png


2. Kondisi Awal Sebelum Kehadiran Muhammadiyah

Sebelum didampingi Muhammadiyah, suku Kokoda hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Gesekan dan konflik sosial selalu tidak terhindarkan, terutama dengan masyarakat transmigran. Beragam stigma tertempel kepada suku Kokoda seperti pemalas, pencuri, kasar, keras kepala, dan tidak sopan. Ketika mereka mulai menetap di Desa Makbusum Distrik Mayamuk, mereka semakin dikucilkan bahkan tidak tersentuh oleh kebijakan pemerintah desa setempat.

Warga suku Kokoda yang menetap di sana sebelumnya hidup nomaden. Penghidupan mereka mengandalkan kegiatan berburu. Pada suatu ketika mereka terdampar di lokasi tanah milik masyarakat transmigrasi di Distrik Mayamuk.

 

3. Awal Mula Kehadiran Muhammadiyah

Persentuhan Kokoda dan Muhammadiyah terjadi pada tahun 1998. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Sorong — kini menjadi Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) — menjadi yang pertama memulai jalinan tersebut.

Bapak Rustamadji, yang waktu itu menjadi Ketua STKIP Muhammadiyah Sorong, melihat kampung itu pada tahun 2007. Ia prihatin dengan masyarakat Kokoda yang dikucilkan, tidak memiliki tanah sendiri karena hidup nomaden, tidak memiliki administrasi penduduk, dan berbagai masalah lain. Padahal, mereka adalah suku asli Papua.

Sejak tahun 2013, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan pemberdayaan secara intensif dengan memberikan bekal pelatihan bertani, beternak, mencari ikan, mengolah sagu, pendidikan keagamaan, dan pendidikan umum.

 

4. Program Pemberdayaan Muhammadiyah

a. Bidang Pendidikan

Pendidikan merupakan ujung tombak pemberdayaan yang dilakukan Muhammadiyah kepada suku Kokoda. Muhammadiyah melalui sekolah tidak sekadar menjadikan anak-anak pintar, namun berfokus mengubah kebiasaan anak-anak agar lebih disiplin dan hidup teratur. Para guru harus mendatangi satu per satu rumah, menyuruh anak-anak mandi, lalu mengajak mereka ke sekolah.

Program pemberdayaan kian membesar setelah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) secara rutin mengirimkan mahasiswa untuk menjalani KKN di Kampung Warmon Kokoda sejak 2016. Para mahasiswa menjalankan sejumlah program, termasuk mengembangkan Rumah Baca Mahardika Kokoda untuk meningkatkan pengetahuan warga setempat.

b. Bidang Ekonomi dan Kemandirian

Kokoda dibekali kemampuan menghasilkan makanan seperti bertani, bercocok tanam, bahkan menjadi nelayan.

Muhammadiyah menyediakan lahan untuk tempat menetap mereka, dan memberikan pelatihan keterampilan seperti bertani, berkebun, dan beternak supaya masyarakat suku Kokoda tidak lagi tersingkir dari pembangunan.

c. Bidang Perumahan dan Infrastruktur

Tahun 2016, bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun 55 rumah permanen. Tahun berikutnya (2017) datang lagi pembangunan 80 rumah tambahan.

Kampung Warmon saat ini sudah ramai dan tertata. Banyak rumah tembok, punya lima masjid, dua mushala, dan sekolah. Juga ada gereja, serta perpustakaan kecil yang disebut Nabaca Bukuga.


5. Status sebagai "Kampung Muhammadiyah"

Menurut Kepala Kampung Warmon Kokoda, Syamsuddin Namugur, Warmon Kokoda menjadi satu-satunya Kampung Muhammadiyah yang ada di Indonesia. "Walau berdiri di Yogya, di Yogya belum ada Kampung Muhammadiyah. Ini kami 100 persen Muhammadiyah dan ingin mewujudkan cita-cita Kiai Dahlan, Muhammadiyah yang berkemajuan."

Kepala Kampung Warmon Kokoda, Syamsuddin Namugur, menyatakan bahwa Muhammadiyah banyak memberi kontribusi kepada kampung itu sehingga hubungan warga dengan Muhammadiyah menjadi sangat dekat. "Ini adalah 'kampung Muhammadiyah' karena masyarakat bersyarikat di Muhammadiyah. Kami di Papua Barat ingin mewujudkan cita-cita Kiai Ahmad Dahlan."

 

6. Capaian dan Transformasi

Saat ini suku Kokoda telah mandiri menjadi kampung yang resmi dan diakui pemerintah, telah menjadi pemerintahan setingkat desa yang berhak memperoleh Dana Desa. Dengan Dana Desa yang diperolehnya, pembangunan suku Kokoda telah pesat, memiliki BUMDes berupa kapal untuk menangkap ikan serta kegiatan sosial ekonomi lainnya. Kini suku Kokoda di Distrik Mayamuk telah bertransformasi dari suku yang nomaden menjadi masyarakat desa yang modern.

Kampung Warmon Kokoda mengalami perubahan pranata sosial yang luar biasa, tidak cuma untuk ukuran Papua, tetapi Indonesia.

 

Daftar Pustaka

  1. Kokoda, Kampung Muhammadiyah di Papua Barat. Republika Online, 13 Januari 2019. Diakses dari: https://news.republika.co.id/berita/nasional/sang-pencerah/19/01/13/pl9gnk399-kokoda-kampung-muhammadiyah-di-papua-barat
  2. Jejak Muhammadiyah di Papua Barat. Pusat Studi Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PSM UMY). Diakses dari: https://psm.umy.ac.id/id/jejak-muhammadiyah-di-papua-barat/
  3. Jihad Muhammadiyah Mendampingi Suku Kokoda. Pusat Studi Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PSM UMY). Diakses dari: https://psm.umy.ac.id/id/jihad-muhammadiyah-mendampingi-suku-kokoda/
  4. Cara Muhammadiyah Masuk dan Menyatu dengan Masyarakat Papua. Muhammadiyah.or.id, 23 Desember 2022. Diakses dari: https://muhammadiyah.or.id/2022/12/cara-muhammadiyah-masuk-dan-menyatu-dengan-masyarakat-papua/
  5. Peran Nyata Pemberdayaan Muhammadiyah Bagi Masyarakat Desa. Muhammadiyah.or.id, 9 Maret 2022. Diakses dari: https://muhammadiyah.or.id/2022/03/peran-nyata-pemberdayaan-muhammadiyah-bagi-masyarakat-desa/
  6. Motivasi Kepala Suku Kokoda Papua Bagi Kelompok Dampingan MPM Muhammadiyah. Muhammadiyah.or.id, 18 Oktober 2022. Diakses dari: https://muhammadiyah.or.id/2022/10/motivasi-kepala-suku-kokoda-papua-bagi-kelompok-dampingan-mpm-muhammadiyah/
  7. Warmon, Kampung Muhammadiyah Bersinar di Tanah Papua. PWMU.CO, 4 November 2025. Diakses dari: https://pwmu.co/warmon-kampung-muhammadiyah-bersinar-di-tanah-papua/
  8. Muhammadiyah di Papua. Kompas.id, 18 November 2022. Diakses dari: https://www.kompas.id/artikel/muhammadiyah-di-papua
  9. Suku Kokoda. Wikipedia Bahasa Indonesia. Diakses dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Kokoda
  10. Wekke, Ismail Suardi & Sari, Yuliana Ratna (2012). "Tifa Syawat dan Entitas Dakwah dalam Budaya Islam: Studi Suku Kokoda Sorong Papua Barat."

 

Selasa, 10 Maret 2026

Muhammadiyah Membeli Gereja di Spanyol: Fakta dan Kronologi

 

Muhammadiyah Membeli Gereja di Spanyol: Fakta dan Kronologi

 

1. Latar Belakang

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dikabarkan membeli sebuah bangunan di Alcala, sebuah daerah yang berada di sebelah timur laut kota Madrid, Spanyol. Kompleks bangunan seluas 3 hektare yang dikabarkan seharga 3 juta Euro ini merupakan peninggalan era Kejayaan Islam di Andalusia. Selain asrama, di dalamnya juga ada sebuah bangunan gereja yang sudah tidak aktif. PWM Jatim disebut ingin mengembalikan fungsi bangunan ini sebagai pusat kegiatan umat Islam di sana.

2. Nama dan Lokasi Gereja

Nama gereja yang dibeli Muhammadiyah adalah Katedral St. Justus dan St. Pastor (Magisterial Cathedral of Saints Justo and Pastor), sebuah katedral Katolik Roma yang terletak di Alcalá de Henares, Spanyol. Lokasinya strategis karena hanya sekitar 15 menit perjalanan dari pusat kota Madrid.

Gereja ini memiliki gaya arsitektur unik yang mencerminkan perjalanan sejarahnya yang panjang; elemen Romanesque, Gothic, Renaissance, Baroque, hingga Neoclassical berpadu dalam struktur bangunannya. Bahkan, bangunan ini diangkat statusnya menjadi basilika minor oleh Paus Pius XII pada tahun 1946, yang menambah nilai historis dan spiritualnya.


sumber: https://suratdunia.com/wp-content/uploads/2023/03/images-2023-03-07T164423.610.jpeg


3. Nilai Sejarah Islam

Bangunan gereja dulunya merupakan masjid dari peninggalan Kekhalifahan Abbasiyah, yang berdiri di atas lahan seluas 3.000 meter persegi. Saad Ibrahim selaku pemimpin PWM Jatim menggambarkan kesan mendalam saat menemukan situs ini: "Di Spanyol dulu ada sekitar 800 masjid di sana, di bawah kekhalifahan, sementara sekarang hanya tinggal beberapa, mungkin tidak lebih dari 10. Jadi kami sangat tersentuh ketika kami menemukan bahwa ada bekas bangunan masjid yang terbengkalai."

4. Kronologi dan Proses Pembelian

Rencana pembelian gereja tersebut dicetuskan sejak periode kepemimpinan pengurus sebelumnya, tahun 2015–2020.

Gagasan pembelian gereja di Spanyol untuk dijadikan masjid ini pertama kali dideklarasikan pada Sidang Pleno I Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta pada November 2022.

Ketua PWM Jatim, KH Saad Ibrahim, mengungkapkan rencana ini usai mengunjungi Spanyol pada Oktober 2022 lalu.

Gereja tersebut dijual oleh pengelolanya karena jemaahnya telah berkurang. Menurut Saad, gereja itu dijual karena parokinya telah menyusut menjadi 15 orang, dan bangunan ini ditawarkan dengan harga sekitar €3 juta atau sekitar Rp45 miliar.

Ketua PWM Jatim Sukadiono menegaskan bahwa proses pembelian tidak segampang membeli rumah atau tanah di Indonesia, dan pihaknya masih menelusuri legalitasnya secara hati-hati.

5. Konfirmasi Resmi

Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Ustadz Fathurrahman Kamal, menyatakan bahwa PWM Jatim sudah resmi membeli sebuah gereja di Alcala, Madrid, Spanyol, yang awalnya adalah masjid peninggalan Kekhalifahan Abbasiyah.

6. Rencana Alih Fungsi

Setelah menjadi milik Muhammadiyah, bangunan gereja tersebut akan diubah menjadi masjid sebagai fasilitas yang bisa dipakai umat Islam setempat.

7. Konteks Internasionalisasi Dakwah

Muhammadiyah terbilang berpengalaman membeli, kemudian membangun serta memanfaatkan properti di luar negeri untuk kemaslahatan umat. Di antaranya telah mendirikan serta mengelola Universiti Muhammadiyah Malaysia, Australia Muhammadiyah College, serta Kantor Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah dan Aisyiyah Mesir.

 

Daftar Pustaka

  1. Muhammadiyah.or.id. (2023, 3 April). Saad Ibrahim Ungkap Alasan Mengapa Muhammadiyah Jatim Beli Gereja di Alcala Spanyol. https://muhammadiyah.or.id/2023/04/saad-ibrahim-ungkap-alasan-mengapa-muhammadiyah-jatim-beli-gereja-di-alcala-spanyol/
  2. Republika Online. (2023, 1 Maret). Muhammadiyah Resmi Beli Gereja di Spanyol yang Juga Bekas Masjid Era Abbasiyah. https://khazanah.republika.co.id/berita/rqupy8320/muhammadiyah-resmi-beli-gereja-di-spanyol-yang-juga-bekas-masjid-era-abbasiyah
  3. Detik Hikmah. (2024, 21 November). 8 Sejarah tentang Gereja Spanyol yang Dibeli Muhammadiyah. https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7654198/8-sejarah-tentang-gereja-spanyol-yang-dibeli-muhammadiyah
  4. ANTARA News Jawa Timur. (2023, 24 Maret). Muhammadiyah Cerita Proses Panjang Pembelian Gereja di Spanyol. https://jatim.antaranews.com/berita/689139/muhammadiyah-cerita-proses-panjang-pembelian-gereja-di-spanyol
  5. Bisnis.com. (2022, 10 November). Muhammadiyah Mau Beli Gereja Tua di Spanyol, Ini Harganya. https://kabar24.bisnis.com/read/20221110/15/1596824/muhammadiyah-mau-beli-gereja-tua-di-spanyol-ini-harganya
  6. Detik Jatim. (2022, 9 November). Alasan Muhammadiyah Jatim Beli Gereja di Spanyol. https://www.detik.com/jatim/berita/d-6396173/alasan-muhammadiyah-jatim-beli-gereja-di-spanyol
  7. SINDOnews International. (2024, 20 November). Sejarah Gereja Alcala Spanyol yang Dibeli Muhammadiyah Seharga 3 Juta Euro. https://international.sindonews.com/read/1491429/41/sejarah-gereja-alcala-spanyol-yang-dibeli-muhammadiyah-seharga-3-juta-euro-1732093900
  8. Properti Indonesia. Muhammadiyah Beli Gereja Tua di Spanyol. https://propertiindonesia.id/post/muhammadiyah-beli-gereja-tua-di-spanyol

 

Catatan penting: Perlu dicermati bahwa terdapat perbedaan keterangan antara berbagai sumber. Sumber resmi Muhammadiyah (muhammadiyah.or.id) dan Republika menyebut pembelian sudah terlaksana, sementara ANTARA mengutip Ketua PWM Jatim (Sukadiono) yang menyatakan proses masih berlangsung dan belum sepenuhnya selesai per Maret 2023. Hal ini menunjukkan bahwa proses akuisisi berjalan bertahap dan memerlukan verifikasi legalitas di luar negeri.