Kampung Muhammadiyah Kokoda
1. Profil Kampung
dan Suku Kokoda
Orang Kokoda atau Emeyode adalah kelompok etnis yang bermukim
di wilayah Sorong Raya, Papua Barat Daya. Suku ini merupakan sub-suku dari suku
besar Imekko (Inanwatan, Matemani, Kais, dan Kokoda). Nama "Kokoda"
mengacu pada nama wilayah yang ditempati; dalam bahasa Kokoda berarti
"kawasan air yang berwarna hitam yang dikelilingi tanaman sagu".
Kampung Warmon Kokoda terletak di Kabupaten Sorong, Papua
Barat, dan merupakan salah satu daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar)
binaan PP Muhammadiyah. Kampung ini berlokasi di Distrik Mayamuk, Sorong, dan
dihuni oleh sekitar 185 keluarga dari suku Kokoda, salah satu suku asli Papua
Barat.
Dalam hal keagamaan, suku Kokoda menganut dua agama besar,
yaitu Islam dan Kristen Protestan. Islam masuk ke wilayah mereka pada abad
ke-15, tidak terlepas dari peran Sultan Tidore.
2. Kondisi Awal
Sebelum Kehadiran Muhammadiyah
Sebelum didampingi Muhammadiyah, suku Kokoda hidup
berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Gesekan dan konflik sosial
selalu tidak terhindarkan, terutama dengan masyarakat transmigran. Beragam
stigma tertempel kepada suku Kokoda seperti pemalas, pencuri, kasar, keras
kepala, dan tidak sopan. Ketika mereka mulai menetap di Desa Makbusum Distrik
Mayamuk, mereka semakin dikucilkan bahkan tidak tersentuh oleh kebijakan pemerintah
desa setempat.
Warga suku Kokoda yang menetap di sana sebelumnya hidup
nomaden. Penghidupan mereka mengandalkan kegiatan berburu. Pada suatu ketika
mereka terdampar di lokasi tanah milik masyarakat transmigrasi di Distrik
Mayamuk.
3. Awal Mula
Kehadiran Muhammadiyah
Persentuhan Kokoda dan Muhammadiyah terjadi pada tahun
1998. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Sorong —
kini menjadi Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) — menjadi yang
pertama memulai jalinan tersebut.
Bapak Rustamadji, yang waktu itu menjadi Ketua STKIP
Muhammadiyah Sorong, melihat kampung itu pada tahun 2007. Ia prihatin dengan
masyarakat Kokoda yang dikucilkan, tidak memiliki tanah sendiri karena hidup
nomaden, tidak memiliki administrasi penduduk, dan berbagai masalah lain.
Padahal, mereka adalah suku asli Papua.
Sejak tahun 2013, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM)
Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan pemberdayaan secara intensif dengan
memberikan bekal pelatihan bertani, beternak, mencari ikan, mengolah sagu,
pendidikan keagamaan, dan pendidikan umum.
4. Program
Pemberdayaan Muhammadiyah
a. Bidang
Pendidikan
Pendidikan merupakan ujung tombak pemberdayaan yang
dilakukan Muhammadiyah kepada suku Kokoda. Muhammadiyah melalui sekolah tidak
sekadar menjadikan anak-anak pintar, namun berfokus mengubah kebiasaan
anak-anak agar lebih disiplin dan hidup teratur. Para guru harus mendatangi
satu per satu rumah, menyuruh anak-anak mandi, lalu mengajak mereka ke sekolah.
Program pemberdayaan kian membesar setelah Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) secara rutin mengirimkan mahasiswa untuk
menjalani KKN di Kampung Warmon Kokoda sejak 2016. Para mahasiswa menjalankan
sejumlah program, termasuk mengembangkan Rumah Baca Mahardika Kokoda untuk
meningkatkan pengetahuan warga setempat.
b. Bidang Ekonomi
dan Kemandirian
Kokoda dibekali kemampuan menghasilkan makanan seperti
bertani, bercocok tanam, bahkan menjadi nelayan.
Muhammadiyah menyediakan lahan untuk tempat menetap mereka,
dan memberikan pelatihan keterampilan seperti bertani, berkebun, dan beternak
supaya masyarakat suku Kokoda tidak lagi tersingkir dari pembangunan.
c. Bidang Perumahan
dan Infrastruktur
Tahun 2016, bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat membangun 55 rumah permanen. Tahun berikutnya (2017) datang
lagi pembangunan 80 rumah tambahan.
Kampung Warmon saat ini sudah ramai dan tertata. Banyak
rumah tembok, punya lima masjid, dua mushala, dan sekolah. Juga ada gereja,
serta perpustakaan kecil yang disebut Nabaca Bukuga.
5. Status sebagai
"Kampung Muhammadiyah"
Menurut Kepala Kampung Warmon Kokoda, Syamsuddin Namugur,
Warmon Kokoda menjadi satu-satunya Kampung Muhammadiyah yang ada di Indonesia.
"Walau berdiri di Yogya, di Yogya belum ada Kampung Muhammadiyah. Ini kami
100 persen Muhammadiyah dan ingin mewujudkan cita-cita Kiai Dahlan,
Muhammadiyah yang berkemajuan."
Kepala Kampung Warmon Kokoda, Syamsuddin Namugur,
menyatakan bahwa Muhammadiyah banyak memberi kontribusi kepada kampung itu
sehingga hubungan warga dengan Muhammadiyah menjadi sangat dekat. "Ini
adalah 'kampung Muhammadiyah' karena masyarakat bersyarikat di Muhammadiyah.
Kami di Papua Barat ingin mewujudkan cita-cita Kiai Ahmad Dahlan."
6. Capaian dan
Transformasi
Saat ini suku Kokoda telah mandiri menjadi kampung yang
resmi dan diakui pemerintah, telah menjadi pemerintahan setingkat desa yang
berhak memperoleh Dana Desa. Dengan Dana Desa yang diperolehnya, pembangunan
suku Kokoda telah pesat, memiliki BUMDes berupa kapal untuk menangkap ikan
serta kegiatan sosial ekonomi lainnya. Kini suku Kokoda di Distrik Mayamuk
telah bertransformasi dari suku yang nomaden menjadi masyarakat desa yang
modern.
Kampung Warmon Kokoda mengalami perubahan pranata sosial
yang luar biasa, tidak cuma untuk ukuran Papua, tetapi Indonesia.
Daftar Pustaka
- Kokoda, Kampung Muhammadiyah di Papua Barat. Republika Online, 13 Januari 2019. Diakses dari:
https://news.republika.co.id/berita/nasional/sang-pencerah/19/01/13/pl9gnk399-kokoda-kampung-muhammadiyah-di-papua-barat
- Jejak Muhammadiyah di Papua Barat. Pusat Studi
Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PSM UMY). Diakses dari:
https://psm.umy.ac.id/id/jejak-muhammadiyah-di-papua-barat/
- Jihad Muhammadiyah Mendampingi Suku Kokoda. Pusat Studi Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PSM
UMY). Diakses dari:
https://psm.umy.ac.id/id/jihad-muhammadiyah-mendampingi-suku-kokoda/
- Cara Muhammadiyah Masuk dan Menyatu dengan Masyarakat Papua. Muhammadiyah.or.id, 23 Desember 2022. Diakses dari: https://muhammadiyah.or.id/2022/12/cara-muhammadiyah-masuk-dan-menyatu-dengan-masyarakat-papua/
- Peran Nyata Pemberdayaan Muhammadiyah Bagi Masyarakat Desa. Muhammadiyah.or.id, 9 Maret 2022. Diakses dari:
https://muhammadiyah.or.id/2022/03/peran-nyata-pemberdayaan-muhammadiyah-bagi-masyarakat-desa/
- Motivasi Kepala Suku Kokoda Papua Bagi Kelompok Dampingan MPM
Muhammadiyah. Muhammadiyah.or.id, 18 Oktober 2022. Diakses dari:
https://muhammadiyah.or.id/2022/10/motivasi-kepala-suku-kokoda-papua-bagi-kelompok-dampingan-mpm-muhammadiyah/
- Warmon, Kampung Muhammadiyah Bersinar di Tanah Papua. PWMU.CO, 4 November 2025. Diakses dari:
https://pwmu.co/warmon-kampung-muhammadiyah-bersinar-di-tanah-papua/
- Muhammadiyah di Papua. Kompas.id,
18 November 2022. Diakses dari: https://www.kompas.id/artikel/muhammadiyah-di-papua
- Suku Kokoda. Wikipedia Bahasa Indonesia. Diakses dari:
https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Kokoda
- Wekke, Ismail Suardi & Sari, Yuliana Ratna (2012). "Tifa
Syawat dan Entitas Dakwah dalam Budaya Islam: Studi Suku Kokoda Sorong
Papua Barat."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ditunggu komentar Anda!