Cari Blog Ini

Sabtu, 14 Maret 2026

Kokoda: Satu-Satunya Kampung Muhammadiyah di Dunia

 

Kampung Muhammadiyah Kokoda  

 

1. Profil Kampung dan Suku Kokoda

Orang Kokoda atau Emeyode adalah kelompok etnis yang bermukim di wilayah Sorong Raya, Papua Barat Daya. Suku ini merupakan sub-suku dari suku besar Imekko (Inanwatan, Matemani, Kais, dan Kokoda). Nama "Kokoda" mengacu pada nama wilayah yang ditempati; dalam bahasa Kokoda berarti "kawasan air yang berwarna hitam yang dikelilingi tanaman sagu".

Kampung Warmon Kokoda terletak di Kabupaten Sorong, Papua Barat, dan merupakan salah satu daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) binaan PP Muhammadiyah. Kampung ini berlokasi di Distrik Mayamuk, Sorong, dan dihuni oleh sekitar 185 keluarga dari suku Kokoda, salah satu suku asli Papua Barat.

Dalam hal keagamaan, suku Kokoda menganut dua agama besar, yaitu Islam dan Kristen Protestan. Islam masuk ke wilayah mereka pada abad ke-15, tidak terlepas dari peran Sultan Tidore.

 

sumber: https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/kampung-warmon-kokoda-di-kabupaten-sorong-papua-barat-_190113152248-196.png


2. Kondisi Awal Sebelum Kehadiran Muhammadiyah

Sebelum didampingi Muhammadiyah, suku Kokoda hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Gesekan dan konflik sosial selalu tidak terhindarkan, terutama dengan masyarakat transmigran. Beragam stigma tertempel kepada suku Kokoda seperti pemalas, pencuri, kasar, keras kepala, dan tidak sopan. Ketika mereka mulai menetap di Desa Makbusum Distrik Mayamuk, mereka semakin dikucilkan bahkan tidak tersentuh oleh kebijakan pemerintah desa setempat.

Warga suku Kokoda yang menetap di sana sebelumnya hidup nomaden. Penghidupan mereka mengandalkan kegiatan berburu. Pada suatu ketika mereka terdampar di lokasi tanah milik masyarakat transmigrasi di Distrik Mayamuk.

 

3. Awal Mula Kehadiran Muhammadiyah

Persentuhan Kokoda dan Muhammadiyah terjadi pada tahun 1998. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Sorong — kini menjadi Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) — menjadi yang pertama memulai jalinan tersebut.

Bapak Rustamadji, yang waktu itu menjadi Ketua STKIP Muhammadiyah Sorong, melihat kampung itu pada tahun 2007. Ia prihatin dengan masyarakat Kokoda yang dikucilkan, tidak memiliki tanah sendiri karena hidup nomaden, tidak memiliki administrasi penduduk, dan berbagai masalah lain. Padahal, mereka adalah suku asli Papua.

Sejak tahun 2013, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan pemberdayaan secara intensif dengan memberikan bekal pelatihan bertani, beternak, mencari ikan, mengolah sagu, pendidikan keagamaan, dan pendidikan umum.

 

4. Program Pemberdayaan Muhammadiyah

a. Bidang Pendidikan

Pendidikan merupakan ujung tombak pemberdayaan yang dilakukan Muhammadiyah kepada suku Kokoda. Muhammadiyah melalui sekolah tidak sekadar menjadikan anak-anak pintar, namun berfokus mengubah kebiasaan anak-anak agar lebih disiplin dan hidup teratur. Para guru harus mendatangi satu per satu rumah, menyuruh anak-anak mandi, lalu mengajak mereka ke sekolah.

Program pemberdayaan kian membesar setelah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) secara rutin mengirimkan mahasiswa untuk menjalani KKN di Kampung Warmon Kokoda sejak 2016. Para mahasiswa menjalankan sejumlah program, termasuk mengembangkan Rumah Baca Mahardika Kokoda untuk meningkatkan pengetahuan warga setempat.

b. Bidang Ekonomi dan Kemandirian

Kokoda dibekali kemampuan menghasilkan makanan seperti bertani, bercocok tanam, bahkan menjadi nelayan.

Muhammadiyah menyediakan lahan untuk tempat menetap mereka, dan memberikan pelatihan keterampilan seperti bertani, berkebun, dan beternak supaya masyarakat suku Kokoda tidak lagi tersingkir dari pembangunan.

c. Bidang Perumahan dan Infrastruktur

Tahun 2016, bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun 55 rumah permanen. Tahun berikutnya (2017) datang lagi pembangunan 80 rumah tambahan.

Kampung Warmon saat ini sudah ramai dan tertata. Banyak rumah tembok, punya lima masjid, dua mushala, dan sekolah. Juga ada gereja, serta perpustakaan kecil yang disebut Nabaca Bukuga.


5. Status sebagai "Kampung Muhammadiyah"

Menurut Kepala Kampung Warmon Kokoda, Syamsuddin Namugur, Warmon Kokoda menjadi satu-satunya Kampung Muhammadiyah yang ada di Indonesia. "Walau berdiri di Yogya, di Yogya belum ada Kampung Muhammadiyah. Ini kami 100 persen Muhammadiyah dan ingin mewujudkan cita-cita Kiai Dahlan, Muhammadiyah yang berkemajuan."

Kepala Kampung Warmon Kokoda, Syamsuddin Namugur, menyatakan bahwa Muhammadiyah banyak memberi kontribusi kepada kampung itu sehingga hubungan warga dengan Muhammadiyah menjadi sangat dekat. "Ini adalah 'kampung Muhammadiyah' karena masyarakat bersyarikat di Muhammadiyah. Kami di Papua Barat ingin mewujudkan cita-cita Kiai Ahmad Dahlan."

 

6. Capaian dan Transformasi

Saat ini suku Kokoda telah mandiri menjadi kampung yang resmi dan diakui pemerintah, telah menjadi pemerintahan setingkat desa yang berhak memperoleh Dana Desa. Dengan Dana Desa yang diperolehnya, pembangunan suku Kokoda telah pesat, memiliki BUMDes berupa kapal untuk menangkap ikan serta kegiatan sosial ekonomi lainnya. Kini suku Kokoda di Distrik Mayamuk telah bertransformasi dari suku yang nomaden menjadi masyarakat desa yang modern.

Kampung Warmon Kokoda mengalami perubahan pranata sosial yang luar biasa, tidak cuma untuk ukuran Papua, tetapi Indonesia.

 

Daftar Pustaka

  1. Kokoda, Kampung Muhammadiyah di Papua Barat. Republika Online, 13 Januari 2019. Diakses dari: https://news.republika.co.id/berita/nasional/sang-pencerah/19/01/13/pl9gnk399-kokoda-kampung-muhammadiyah-di-papua-barat
  2. Jejak Muhammadiyah di Papua Barat. Pusat Studi Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PSM UMY). Diakses dari: https://psm.umy.ac.id/id/jejak-muhammadiyah-di-papua-barat/
  3. Jihad Muhammadiyah Mendampingi Suku Kokoda. Pusat Studi Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PSM UMY). Diakses dari: https://psm.umy.ac.id/id/jihad-muhammadiyah-mendampingi-suku-kokoda/
  4. Cara Muhammadiyah Masuk dan Menyatu dengan Masyarakat Papua. Muhammadiyah.or.id, 23 Desember 2022. Diakses dari: https://muhammadiyah.or.id/2022/12/cara-muhammadiyah-masuk-dan-menyatu-dengan-masyarakat-papua/
  5. Peran Nyata Pemberdayaan Muhammadiyah Bagi Masyarakat Desa. Muhammadiyah.or.id, 9 Maret 2022. Diakses dari: https://muhammadiyah.or.id/2022/03/peran-nyata-pemberdayaan-muhammadiyah-bagi-masyarakat-desa/
  6. Motivasi Kepala Suku Kokoda Papua Bagi Kelompok Dampingan MPM Muhammadiyah. Muhammadiyah.or.id, 18 Oktober 2022. Diakses dari: https://muhammadiyah.or.id/2022/10/motivasi-kepala-suku-kokoda-papua-bagi-kelompok-dampingan-mpm-muhammadiyah/
  7. Warmon, Kampung Muhammadiyah Bersinar di Tanah Papua. PWMU.CO, 4 November 2025. Diakses dari: https://pwmu.co/warmon-kampung-muhammadiyah-bersinar-di-tanah-papua/
  8. Muhammadiyah di Papua. Kompas.id, 18 November 2022. Diakses dari: https://www.kompas.id/artikel/muhammadiyah-di-papua
  9. Suku Kokoda. Wikipedia Bahasa Indonesia. Diakses dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Kokoda
  10. Wekke, Ismail Suardi & Sari, Yuliana Ratna (2012). "Tifa Syawat dan Entitas Dakwah dalam Budaya Islam: Studi Suku Kokoda Sorong Papua Barat."

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ditunggu komentar Anda!