Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Maret 2026

Muhammadiyah Membeli Gereja di Spanyol: Fakta dan Kronologi

 

Muhammadiyah Membeli Gereja di Spanyol: Fakta dan Kronologi

 

1. Latar Belakang

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dikabarkan membeli sebuah bangunan di Alcala, sebuah daerah yang berada di sebelah timur laut kota Madrid, Spanyol. Kompleks bangunan seluas 3 hektare yang dikabarkan seharga 3 juta Euro ini merupakan peninggalan era Kejayaan Islam di Andalusia. Selain asrama, di dalamnya juga ada sebuah bangunan gereja yang sudah tidak aktif. PWM Jatim disebut ingin mengembalikan fungsi bangunan ini sebagai pusat kegiatan umat Islam di sana.

2. Nama dan Lokasi Gereja

Nama gereja yang dibeli Muhammadiyah adalah Katedral St. Justus dan St. Pastor (Magisterial Cathedral of Saints Justo and Pastor), sebuah katedral Katolik Roma yang terletak di Alcalá de Henares, Spanyol. Lokasinya strategis karena hanya sekitar 15 menit perjalanan dari pusat kota Madrid.

Gereja ini memiliki gaya arsitektur unik yang mencerminkan perjalanan sejarahnya yang panjang; elemen Romanesque, Gothic, Renaissance, Baroque, hingga Neoclassical berpadu dalam struktur bangunannya. Bahkan, bangunan ini diangkat statusnya menjadi basilika minor oleh Paus Pius XII pada tahun 1946, yang menambah nilai historis dan spiritualnya.


sumber: https://suratdunia.com/wp-content/uploads/2023/03/images-2023-03-07T164423.610.jpeg


3. Nilai Sejarah Islam

Bangunan gereja dulunya merupakan masjid dari peninggalan Kekhalifahan Abbasiyah, yang berdiri di atas lahan seluas 3.000 meter persegi. Saad Ibrahim selaku pemimpin PWM Jatim menggambarkan kesan mendalam saat menemukan situs ini: "Di Spanyol dulu ada sekitar 800 masjid di sana, di bawah kekhalifahan, sementara sekarang hanya tinggal beberapa, mungkin tidak lebih dari 10. Jadi kami sangat tersentuh ketika kami menemukan bahwa ada bekas bangunan masjid yang terbengkalai."

4. Kronologi dan Proses Pembelian

Rencana pembelian gereja tersebut dicetuskan sejak periode kepemimpinan pengurus sebelumnya, tahun 2015–2020.

Gagasan pembelian gereja di Spanyol untuk dijadikan masjid ini pertama kali dideklarasikan pada Sidang Pleno I Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta pada November 2022.

Ketua PWM Jatim, KH Saad Ibrahim, mengungkapkan rencana ini usai mengunjungi Spanyol pada Oktober 2022 lalu.

Gereja tersebut dijual oleh pengelolanya karena jemaahnya telah berkurang. Menurut Saad, gereja itu dijual karena parokinya telah menyusut menjadi 15 orang, dan bangunan ini ditawarkan dengan harga sekitar €3 juta atau sekitar Rp45 miliar.

Ketua PWM Jatim Sukadiono menegaskan bahwa proses pembelian tidak segampang membeli rumah atau tanah di Indonesia, dan pihaknya masih menelusuri legalitasnya secara hati-hati.

5. Konfirmasi Resmi

Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Ustadz Fathurrahman Kamal, menyatakan bahwa PWM Jatim sudah resmi membeli sebuah gereja di Alcala, Madrid, Spanyol, yang awalnya adalah masjid peninggalan Kekhalifahan Abbasiyah.

6. Rencana Alih Fungsi

Setelah menjadi milik Muhammadiyah, bangunan gereja tersebut akan diubah menjadi masjid sebagai fasilitas yang bisa dipakai umat Islam setempat.

7. Konteks Internasionalisasi Dakwah

Muhammadiyah terbilang berpengalaman membeli, kemudian membangun serta memanfaatkan properti di luar negeri untuk kemaslahatan umat. Di antaranya telah mendirikan serta mengelola Universiti Muhammadiyah Malaysia, Australia Muhammadiyah College, serta Kantor Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah dan Aisyiyah Mesir.

 

Daftar Pustaka

  1. Muhammadiyah.or.id. (2023, 3 April). Saad Ibrahim Ungkap Alasan Mengapa Muhammadiyah Jatim Beli Gereja di Alcala Spanyol. https://muhammadiyah.or.id/2023/04/saad-ibrahim-ungkap-alasan-mengapa-muhammadiyah-jatim-beli-gereja-di-alcala-spanyol/
  2. Republika Online. (2023, 1 Maret). Muhammadiyah Resmi Beli Gereja di Spanyol yang Juga Bekas Masjid Era Abbasiyah. https://khazanah.republika.co.id/berita/rqupy8320/muhammadiyah-resmi-beli-gereja-di-spanyol-yang-juga-bekas-masjid-era-abbasiyah
  3. Detik Hikmah. (2024, 21 November). 8 Sejarah tentang Gereja Spanyol yang Dibeli Muhammadiyah. https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7654198/8-sejarah-tentang-gereja-spanyol-yang-dibeli-muhammadiyah
  4. ANTARA News Jawa Timur. (2023, 24 Maret). Muhammadiyah Cerita Proses Panjang Pembelian Gereja di Spanyol. https://jatim.antaranews.com/berita/689139/muhammadiyah-cerita-proses-panjang-pembelian-gereja-di-spanyol
  5. Bisnis.com. (2022, 10 November). Muhammadiyah Mau Beli Gereja Tua di Spanyol, Ini Harganya. https://kabar24.bisnis.com/read/20221110/15/1596824/muhammadiyah-mau-beli-gereja-tua-di-spanyol-ini-harganya
  6. Detik Jatim. (2022, 9 November). Alasan Muhammadiyah Jatim Beli Gereja di Spanyol. https://www.detik.com/jatim/berita/d-6396173/alasan-muhammadiyah-jatim-beli-gereja-di-spanyol
  7. SINDOnews International. (2024, 20 November). Sejarah Gereja Alcala Spanyol yang Dibeli Muhammadiyah Seharga 3 Juta Euro. https://international.sindonews.com/read/1491429/41/sejarah-gereja-alcala-spanyol-yang-dibeli-muhammadiyah-seharga-3-juta-euro-1732093900
  8. Properti Indonesia. Muhammadiyah Beli Gereja Tua di Spanyol. https://propertiindonesia.id/post/muhammadiyah-beli-gereja-tua-di-spanyol

 

Catatan penting: Perlu dicermati bahwa terdapat perbedaan keterangan antara berbagai sumber. Sumber resmi Muhammadiyah (muhammadiyah.or.id) dan Republika menyebut pembelian sudah terlaksana, sementara ANTARA mengutip Ketua PWM Jatim (Sukadiono) yang menyatakan proses masih berlangsung dan belum sepenuhnya selesai per Maret 2023. Hal ini menunjukkan bahwa proses akuisisi berjalan bertahap dan memerlukan verifikasi legalitas di luar negeri.

 

Rabu, 24 Desember 2025

Mengapa Para Nabi Diturunkan di Timur Tengah?

 

Mengapa Para Nabi Diturunkan di Timur Tengah?


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sahabat seiman yang dirahmati Allah, pernahkah kita berpikir kenapa banyak dari para nabi semuanya berasal dari kawasan yang sama? Apakah ini hanya kebetulan sejarah atau justru ada rahasia besar di balik keputusan Allah? Jazirah Arab adalah suatu wilayah dengan tanah yang gersang, panasnya menyengat, penuh konflik, dan sarat akan peradaban kuno. Tapi justru di sinilah risalah langit diturunkan dan cahaya ilahi bersinar paling terang. Apakah bumi ini punya poros spiritual yang tidak terlihat? Kenapa bukan Cina, Indonesia atau Eropa yang menjadi pusat kenabian? Mari kita telusuri jejak spiritual sejarah manusia, menyelami misteri langit yang turun di tengah gurun dan mengungkap mengapa Allah memilih Timur Tengah sebagai panggung utama untuk menurunkan wahyu-Nya.


Sumber gambar:

https://hajiassets.hajinews.co.id/wp-content/uploads/2024/08/14164537/ilustrasi-Nabi-Muhammad-SAW.jpg

Sepanjang sejarah umat manusia, Allah telah mengutus lebih dari 124.000 Nabi. Namun dari sekian banyak nabi yang telah diutus, hanya 25 nama yang disebutkan di dalam Al-Qur'an. Jika kita melihat ke peta dunia, hampir semua nabi yang disebutkan namanya di dalam Al-Qur'an lahir, hidup, dan berdakwah di wilayah yang sama, yaitu Timur Tengah dan Jazirah Arab. Mulai dari Nabi Ibrahim di Irak dan Palestina, Nabi Musa di Mesir dan Sinai, Nabi Isa di Yerusalem, hingga Nabi Muhammad di Mekah dan Madinah. Pertanyaannya, kenapa di wilayah itu? Kenapa bukan di Indonesia yang subur, atau Cina dan Eropa yang memiliki peradaban maju? Tentu saja Allah Maha Adil; setiap ketetapan-Nya pasti memiliki hikmah besar tentang misi dan momentum.

Timur Tengah saat itu adalah titik simpul dunia yang berada di tengah-tengah tiga benua besar: Asia, Afrika, dan Eropa. Posisi strategis ini merupakan pusat jalur perdagangan internasional yang dilewati pedagang dari berbagai belahan dunia. Dengan menurunkan wahyu di sana, petunjuk tersebut dapat menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Selain itu, kawasan ini adalah panggung utama dunia kuno yang menjadi rumah bagi kerajaan besar seperti Babilonia, Persia, Romawi Timur, hingga kekuasaan Firaun di Mesir. Di tanah inilah sejarah manusia diukir dan risalah-risalah Allah diturunkan.

Kondisi alam Timur Tengah yang tandus dan keras juga menempa karakter manusianya menjadi kuat dan tangguh. Bangsa Arab, misalnya, memiliki gaya hidup nomaden yang membuat mereka memiliki hafalan kuat, kepekaan bahasa tinggi, serta ketangguhan fisik luar biasa. Gurun yang sunyi juga memaksa manusia untuk merenung dan mendengarkan kebenaran di tengah keheningan. Selain faktor geografis, bahasa Arab dipilih karena merupakan bahasa yang paling padat, indah, dan fleksibel, mampu menampung kedalaman makna wahyu. Budaya lisan dan tradisi hafalan masyarakat Arab saat itu pun menjadi fondasi kuat dalam menjaga keaslian Al-Qur'an hingga hari ini.

Secara moral, para nabi sering diutus di tengah kekacauan sosial dan sistem yang bobrok untuk menjadi agen perubahan. Meskipun masyarakat Arab saat itu hidup dalam masa jahiliah, mereka memiliki fitrah yang jujur dan belum tertutupi oleh ideologi rumit. Ketika cahaya iman masuk, seluruh hidup mereka berubah total, seperti yang terjadi pada Umar bin Khattab dan Khalid bin Walid. Melalui sistem kabilah, berita kebenaran menyebar dengan kecepatan luar biasa. Kini, cahaya tersebut telah sampai kepada kita di seluruh dunia. Kita adalah pewaris risalah yang telah dijaga dengan pengorbanan para nabi. Semoga kita bisa menjaga amanah ini dan bertemu dengan Nabi di akhirat nanti. Amin ya rabbal alamin.

 Referensi:

Channel YouTube "Manhaj Islami"