Cari Blog Ini

Jumat, 20 Maret 2026

Ormas Islam Terkaya di Dunia, Bedah Gurita Kekayaan Muhammadiyah

 

Ormas Islam Terkaya di Dunia, Bedah Gurita Kekayaan Muhammadiyah

 

 

Coba kamu bayangin, ironis sejarah yang paling gila ini. Lebih dari 100 tahun lalu, ada seorang kiai di Jogja yang dicacimaki. Musolanya dirobohkan paksa malam-malam.

 

sumber: https://goodstats.id

Ia juga dicap sebagai kiai kafir. Tapi coba lihat hari ini. Gerakan yang ia rintis dari teras rumahnya yang sempit, menjelma menjadi organisasi Islam terkaya di dunia.

 

Kok bisa orang yang dulunya diasingkan, sekarang mewariskan kerajaan amal usaha raksasa? Pasti kamu pernah dengar selentingan kabar, entah dari artikel atau obrolan di media sosial, yang menyebutkan kalau total aset Muhammadiyah saat ini tembus di angka 400 triliun rupiah. Angka pastinya tentu sulit buat dikonfirmasi, karena saking banyaknya aset yang tersebar. Tapi jujur aja, kalau kita membedah satu persatu amal usahanya hari ini, rasa-rasanya angka 400 triliun itu sangat masuk akal.

 

Bahkan, kalau ditambah sama manuver aset-aset mereka di luar negeri, valuasinya bisa jauh melampaui itu. Di video ini, aku nggak cuma mau ngajak kamu flexing atau ngitungin daftar kekayaan Muhammadiyah. Aku bakal ngebongkar habis satu rahasia besar di balik semua aset raksasa ini.

 

Setelah nonton video ini sampai detik terakhir, kamu bakal sadar gimana rasa sakit karena diremehkan justru bisa disulap jadi pondasi kebaikan terbesar dalam peradaban modern. Kalau kamu hari ini lagi ngerasa ide-ide kamu ditertawakan sama lingkunganmu, cerita ini bakal jadi tamparan yang paling memotivasi buat kamu. Tapi sebelum ke situ, pastikan kamu sudah like dan subscribe video ini.

 

Satu klik like dan subscribe tidak akan membuatmu rugi apapun, Sob. So, like dan subscribe sekarang juga. Aku tungguin ya.

 

Oke, di video ini, aku mau ngajak kalian membedah apa yang sudah dihasilkan oleh organisasi keagamaan yang sangat maju ini. Namanya memang organisasi keagamaan, namun sebenarnya dia lebih mirip seperti yayasan atau korporasi dengan jaringan bisnis yang luar biasa besar. Kita mulai dari sektor pendidikan tinggi.

 

Muhammadiyah saat ini mengelola lebih dari 170 perguruan tinggi PTMA yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Ini bukan sekedar kampus rupo tiga lantai, teman-teman. Kamu tahu Universitas Muhammadiyah Malang, UMM? Kampus ini posisinya udah kayak perusahaan konglomerasi raksasa.

 

UMM bukan cuma punya gedung kuliah mewah, tapi mereka mengelola tiga hotel komersial sekaligus. Ada Rais UMM Hotel yang setara bintang empat, hotel kapal yang bentuknya seperti kapal, sampai UMM Inn. Belum puas main di bisnis perhotelan? Kampus ini punya taman rekreasi sendiri bernama Taman Sengkali, punya pom bensin, sampai rumah sakit besar.

 

Coba kamu bayangin, ada kampus swasta di Indonesia yang bisa menghidupi dirinya sendiri lewat gurita bisnis pariwisata. Terus kita geser sedikit ke Jogja. Ada Universitas Muhammadiyah Jogjakarta, UMY.

 

Kampus ini punya landmark super ikonik bernama Sportorium. Bentuk kubahnya itu megah banget. Udah jadi langganan event nasional, pameran, sampai konser artis ternama.

 

Tapi kalau kamu mau ngomongin venue raksasa yang gede banget, kamu wajib lihat Universitas Muhammadiyah Surakarta. Mereka ngebangun mahakarya yang dinamakan edutorium. Ini udah kayak stadion indoor, kapasitasnya tembus 12.000 orang.

 

Di Solo, konser-konser besar sekarang digelar di sini. Edutorium ini sering disebut-sebut mirip Allianz Arena di Jerman. Oke, itu kampus.

 

Gimana dengan sekolahnya? Tahan dulu napasmu. Di level pendidikan dasar dan menegah, Muhammadiyah punya puluhan ribu sekolah yang bukan sekedar ada, tapi mendominasi secara kualitas. Pernah dengar SMA Muhammadiyah Trend Science Rakyat? Ini adalah sekolah yang konsepnya benar-benar out of the box.

 

Mereka menggabungkan pemahaman Al-Quran tingkat tinggi dengan ilmu sains alam kayak fisika, kimia, biologi, dan astronomi. Lulusannya? Jangan kaget. Anak-anak trend science ini langganan tembus ke kampus-kampus top dunia, bukan hanya di Indonesia.

 

Lalu ada SMA Muhammadiyah II Sidoarjo, atau yang terkenal dengan julukan SMAMDA. Fasilitas sekolah ini mewah abis, udah kayak sekolah internasional di luar negeri. Punya gedung eksklusif, auditorium megah, fasilitas olahraga standar atlet profesional, sampai sistem pendidikan yang bikin antrian masuk ke sana selalu berdesakan tiap tahun.

 

Dan kalau ngomongin soal antrian panjang, kita wajib bahas fenomena gila dari SD Muhammadiyah Sapen di Jogja. Kamu tahu nggak, ada urban legend yang berakar dari realitas di kalangan warga Jogja. Saking favorit dan prestisiusnya SD Muhammadiyah Sapen ini, konon banyak orang tua yang sudah inden atau mendaftarkan nama anaknya sejak si bayi baru lahir.

 

Bayangin, baru lahir bro. Udah dibuking kursi SD-nya. Prestasi akademis sekolah ini udah langganan juara level internasional.

 

SD ini menampar keras anggapan kalau sekolah Islam itu tertinggal atau kolam. Dan buat kamu yang mikir, Muhammadiyah kan modern banget, pasti anti sama yang namanya pesantren. Wah, kamu salah besar.

 

Muhammadiyah punya ratusan Muhammadiyah Boarding School, atau pesantren modern. Ini bukan pesantren tradisional yang seadanya. MBS di berbagai daerah, luasnya berhektar-hektar.

 

Fasilitas kamarnya modern, kurikulumnya canggih, menyatukan adab pesantren dengan kurikulum umum. Mereka melahirkan ribuan santri tiap tahun. Dari segi aset tanah dan bangunan, jaringan MBS dan pesantren Muhammadiyah ini nilainya luar biasa masif.

 

Tapi puncaknya, sektor yang paling menyentuh hajat hidup orang banyak dan menelan investasi tak terbayangkan, kesehatan. Awalnya, di masa penjajahan Belanda, Kiai Dahlan cuma mendirikan PKO, Penolong Kesengsaraan UMUM, yang bentuknya cuma klinik sederhana di Jogja. Niatnya cuma satu, nasi obat gratis buat rakyat pribumi yang penyakitan dan gak mampu bayar biaya dokter Belanda yang mahal.

 

Dari satu klinik kecil dari bilik kayu itu, hari ini meledak menjadi ratusan rumah sakit PKU Muhammadiyah dan Aisyiah di seluruh pelosok Indonesia. Kita gak lagi ngomongin klinik puskesmas kecil, teman-teman. Kita ngomongin rumah sakit tipe A dan B yang punya peralatan MRI canggih, ruang operasi standar internasional, sistem digitalisasi medis mutakhir, dan gedung bertingkat belasan lantai.

 

Coba kamu lihat kemegahan RS PKU Muhammadiyah Gamping di Jogja, RS PKU Solo, atau RS Muhammadiyah Lamongan yang jadi rujukan utama masyarakat sekitarnya. Aset tanah, bangunan tinggi, dan ratusan alat medis spesialis di jaringan PKU ini, kalau dihitung total, harganya sudah pasti triliunan rupiah. Mereka menjadi benteng pertahanan kesehatan masyarakat di saat negara kadang belum sanggup menjangkau semuanya.

 

Maka, kembali ke angka 400 triliun di awal tadi. Dengan ratusan kampus, puluhan ribu sekolah, ratusan pesantren elit, ratusan rumah sakit megah, belum lagi aset PCIM di luar negeri seperti sekolah di Australia atau kampus di Malaysia. Angka itu bukan cuma klaim kosong.

 

Itu adalah bukti nyata kerja keras yang terstruktur rapi selama lebih dari seabad. Kok bisa ya? Di titik ini, aku pengen kamu merenung sebentar. Tarik napas yang dalam.

 

Semua gurita aset triliunan rupiah yang kita bahas tadi, semuanya berakar dan bermula dari gagasan Kiai Sederhana di Jogja. Ia awalnya hanya ingin ajaran Al-Quran dalam surat Al-Ma'un itu Surat Al-Ma'un berisi perintah untuk menolong sesama. Menolong orang yang gak mampu.

 

Dari surat tersebut, ia ajak murid-muridnya buat bikin sekolah, panti, dan lain-lain. Dan hasilnya bisa kita lihat sekarang. Kiai Dahlan pernah bilang satu kalimat magis yang sampai sekarang jadi roh pergerakan ini.

 

Hidup-hidupilah Muhammadiyah. Jangan mencari hidup di Muhammadiyah. Itu adalah mentalitas seorang manusia yang sudah selesai dengan urusan ego pribadinya.

 

Dia berjuang mendobrak status quo. Melawan kebodohan masyarakatnya tanpa harus mengangkat senjata atau menyebar kebencian. Inilah makna sejati dari memperjuangkan keyakinan.

 

Kamu gak butuh tepuk tangan orang lain. Kamu gak butuh orang satu kampung atau satu kantor setuju sama ide kamu. Selama kamu tahu persis nilai kebaikan apa yang sedang kamu rintis, tetaplah bekerja.

 

Kerja keras yang tulus dan terstruktur pada akhirnya akan membungkam semua keraguan sejarah. Nah, dari semua gurita aset luar biasa yang kita bedah hari ini, mana nih yang paling bikin kamu merinding dan mindblowing?  

Sumber: YouTube @Ahmad Dahlan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ditunggu komentar Anda!