Cari Blog Ini

Jumat, 27 Maret 2026

Jagalaba, Marketplace Milik Muhammadiyah

Apa Itu Jagalaba?

Jagalaba adalah marketplace kerakyatan yang didirikan oleh UMKM, untuk UMKM, dan demi kemajuan UMKM Indonesia. Marketplace ini merupakan inisiatif dari Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU), sebuah komunitas yang berkomitmen menciptakan ekosistem bisnis inklusif dan kolaboratif guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Jagalaba mengusung filosofi "Dari Kita untuk Kita".

sumber: https://www.askara.co/assets/images/news/2025/04/20250403101728_normal.jpg

Latar Belakang Pendirian

Jagalaba lahir dari keresahan akan semakin tersisihnya produk-produk lokal di tengah dominasi e-commerce raksasa dan banjirnya produk impor murah. Banyak pelaku UMKM yang terpaksa gulung tikar akibat tak mampu bersaing dengan produk impor yang harganya sangat murah, seperti busana muslim atau batik lokal yang harus berhadapan dengan produk serupa buatan China.

Siapa di Balik Jagalaba?

Inisiatif pendirian Jagalaba dipelopori oleh Danang dari Lampung Selatan dan Afif dari Rembang, yang bersama jaringan pengusaha SUMU bertekad membangun marketplace yang berpihak pada UMKM dan brand lokal. SUMU sendiri diluncurkan pada 16 April 2023 oleh Ketua PP Muhammadiyah, Dr. H. Anwar Abbas, MM.

 

🔑 Yang Membedakan Jagalaba dari Marketplace Lain

1. Sistem Desentralisasi

Tidak seperti marketplace besar yang dikendalikan oleh satu entitas pusat, Jagalaba dijalankan oleh jaringan operator, yaitu para pengusaha Muhammadiyah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

2. Biaya Administrasi Sangat Rendah

Jagalaba hanya memungut biaya administrasi sebesar 4 persen untuk penjual — jauh lebih rendah dibandingkan marketplace besar yang mengenakan tarif 10–20 persen. Sebagian margin digunakan untuk membiayai server dan pengembangan platform, sebagian lagi dikembalikan kepada penggerak Jagalaba serta UMKM yang terlibat aktif.

3. Model Closed Loop Economy

Jagalaba menciptakan konsep "closed loop economy", di mana keuntungan yang diperoleh tetap berputar di dalam komunitas UMKM dan tidak mengalir ke pihak-pihak luar yang tidak berkontribusi pada ekonomi lokal.

4. Tidak Bergantung pada Algoritma Modal Besar

Para penjual didorong untuk mengajak pelanggan loyal mereka berbelanja di platform ini, membangun ekosistem yang didukung oleh komunitas — bukan oleh algoritma yang menguntungkan modal besar.

5. Didukung Program Pemberdayaan UMKM

Selain marketplace, SUMU juga aktif dalam literasi dan akses permodalan, advokasi kebijakan, serta program edukasi dan pelatihan bisnis bagi para anggotanya.

6. Kemudahan Akses

Jagalaba telah meluncurkan aplikasi yang dapat diunduh melalui Google Play Store. Pembeli bahkan bisa berbelanja tanpa perlu login atau mengunduh aplikasi. Informasi lebih lanjut dapat diikuti melalui akun Instagram resmi mereka di @jagalaba.

 

💬 Visi Jagalaba

Sekretaris Jenderal SUMU, Ghufron Mustaqim, menegaskan bahwa Jagalaba bukan sekadar platform jual-beli, melainkan gerakan ekonomi komunitas yang memastikan perputaran uang tetap berada di tangan UMKM.

 

Kesimpulan: Jagalaba bukan sekadar marketplace biasa, melainkan sebuah gerakan ekonomi kerakyatan berbasis nilai-nilai Muhammadiyah yang menempatkan keberpihakan pada UMKM lokal sebagai prioritas utama — berbeda dari marketplace konvensional seperti Tokopedia, Shopee, atau Lazada.

 

Daftar Pustaka

  1. Jagalaba.com. Tentang Jagalaba — Marketplace Kerakyatan UMKM Indonesia. Diakses 27 Maret 2026. https://jagalaba.com
  2. Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU). Jagalaba: Dari Kita untuk Kita. Diakses 27 Maret 2026. https://sumu.id
  3. Instagram Resmi Jagalaba. @jagalaba. Diakses 27 Maret 2026. https://www.instagram.com/jagalaba
  4. Google Play Store. Aplikasi Jagalaba. Diakses 27 Maret 2026. https://play.google.com/store

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ditunggu komentar Anda!