Cari Blog Ini

Rabu, 18 Maret 2026

5 Pondok Pesantren Terbaik Muhammadiyah di Indonesia

5 PONDOK PESANTREN TERBAIK MUHAMMADIYAH DI INDONESIA


1. Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut

Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut berdiri lebih dari empat dekade sebagai lembaga pendidikan Islam yang berkomitmen membentuk kader ulama berakhlak mulia dan berwawasan global. Pesantren ini dikenal dengan kurikulum inovatif yang mengintegrasikan pendidikan agama dan ilmu pengetahuan modern.

sumber: https://darularqamgarut.sch.id/wp-content/uploads/2021/01/Slider-01-1024x452.jpg

Santri Darul Arqam banyak menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional, mulai dari lomba karya tulis, debat, hingga pencak silat. Hal ini menunjukkan kualitas pembinaan yang tidak hanya fokus pada aspek religius, tetapi juga pengembangan potensi akademik dan non-akademik.

Lingkungan pesantren yang Islami serta fasilitas modern mendukung proses pembelajaran kreatif. Visi utamanya adalah melahirkan kader Muhammadiyah yang mampu berkontribusi positif bagi masyarakat lokal maupun global.

2. Pesantren Modern Internasional Dea Malela (Sumbawa, NTB)

Pesantren Modern Internasional Dea Malela didirikan di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dengan tujuan mencetak generasi muslim berwawasan internasional. Pesantren ini menerima santri dari berbagai daerah dan menerapkan sistem pendidikan SMP dan SMA berbasis pesantren modern.

Sumber: rmol.co

Seleksi penerimaan santri dilakukan melalui tes akademik (agama, bahasa, sains, numerasi), tes praktik ibadah, serta wawancara. Hal ini menunjukkan standar penerimaan yang ketat untuk menjamin kualitas santri.

Dea Malela menekankan pendidikan berkualitas dengan fasilitas modern, sehingga menjadi salah satu pesantren unggulan di NTB yang berorientasi pada pembentukan generasi cerdas dan berakhlak.

3. Pondok Pesantren Science Muhammadiyah Sragen (Trensains)

Pesantren Science Muhammadiyah Sragen, dikenal sebagai SMA Trensains Darul Ihsan, merupakan pesantren yang mengintegrasikan agama dan sains. Kurikulumnya disebut “Kurikulum Unifikasi” yang menggabungkan materi Al-Qur’an, sains, dan bahasa.

sumber: https://trensains.sch.id/wp-content/themes/zattasains/assets/images/20240308_081543-1024x576.jpg

Trensains memiliki visi melahirkan “Ibnu Sina abad 21” dengan menekankan penelitian ayat-ayat semesta dalam Al-Qur’an dan Hadis. Hal ini menjadikan pesantren ini unik dibandingkan pesantren lain karena fokus pada interaksi agama dan sains.

Pesantren ini mendapat apresiasi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai wujud nyata usaha melahirkan ilmuwan muslim masa depan.

4. Pondok Pesantren Karangasem Paciran Lamongan

Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah Paciran Lamongan berawal dari sebuah mushola sederhana bernama Langgar Dhuwur yang didirikan Kyai Idris pada 1929. Secara resmi, pesantren ini dirintis oleh K.H. Abdurrahman Syamsuri pada 1948.

Pesantren Karangasem kini berkembang menjadi salah satu amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan dengan berbagai unit sekolah, madrasah, dan amal usaha lain seperti rumah sakit dan koperasi.

Selain pendidikan formal, pesantren ini juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler dan perlombaan, menghasilkan banyak prestasi di tingkat Jawa Timur maupun nasional.

sumber: https://ponpeskarangasem.com 

5. Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo Sukoharjo

Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo (PPMIS) terletak di Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah. Pesantren ini dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam yang memadukan pembinaan adab dan akhlak dengan pengelolaan modern.

Santri diarahkan untuk disiplin, kuat dalam ibadah, serta memiliki dasar ilmu agama yang kokoh. Pesantren ini juga aktif menjalin kerja sama dengan sekolah lain, seperti program “One Day English Experience” bersama MTsN 2 Sukoharjo.  

sumber: https://suaraaisyiyah.id/wp-content/uploads/2026/02/ponpes-imam-syuhodo-1140x694.jpeg

PPMIS sering meraih prestasi dalam berbagai lomba, termasuk pada peringatan Milad Muhammadiyah, sehingga semakin memperkuat reputasinya sebagai pesantren modern unggulan di Sukoharjo.  

📚 Daftar Pustaka

·  Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut. Profil dan Prestasi. https://darularqamgarut.sch.id (darularqamgarut.sch.id in Bing)

·  Pesantren Modern Internasional Dea Malela. Informasi Pendaftaran dan Profil. https://deamalela.sch.id

·  SMA Trensains Muhammadiyah Sragen (Pesantren Science). Kurikulum Unifikasi dan Visi. https://trensains.sch.id

·  Pondok Pesantren Karangasem Paciran Lamongan. Sejarah dan Perkembangan. https://karangasempaciran.sch.id (karangasempaciran.sch.id in Bing)

·  Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo Sukoharjo. Profil dan Kegiatan. https://imamsyuhodo.sch.id (imamsyuhodo.sch.id in Bing)

 

Sabtu, 14 Maret 2026

Kokoda: Satu-Satunya Kampung Muhammadiyah di Dunia

 

Kampung Muhammadiyah Kokoda  

 

1. Profil Kampung dan Suku Kokoda

Orang Kokoda atau Emeyode adalah kelompok etnis yang bermukim di wilayah Sorong Raya, Papua Barat Daya. Suku ini merupakan sub-suku dari suku besar Imekko (Inanwatan, Matemani, Kais, dan Kokoda). Nama "Kokoda" mengacu pada nama wilayah yang ditempati; dalam bahasa Kokoda berarti "kawasan air yang berwarna hitam yang dikelilingi tanaman sagu".

Kampung Warmon Kokoda terletak di Kabupaten Sorong, Papua Barat, dan merupakan salah satu daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) binaan PP Muhammadiyah. Kampung ini berlokasi di Distrik Mayamuk, Sorong, dan dihuni oleh sekitar 185 keluarga dari suku Kokoda, salah satu suku asli Papua Barat.

Dalam hal keagamaan, suku Kokoda menganut dua agama besar, yaitu Islam dan Kristen Protestan. Islam masuk ke wilayah mereka pada abad ke-15, tidak terlepas dari peran Sultan Tidore.

 

sumber: https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/kampung-warmon-kokoda-di-kabupaten-sorong-papua-barat-_190113152248-196.png


2. Kondisi Awal Sebelum Kehadiran Muhammadiyah

Sebelum didampingi Muhammadiyah, suku Kokoda hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Gesekan dan konflik sosial selalu tidak terhindarkan, terutama dengan masyarakat transmigran. Beragam stigma tertempel kepada suku Kokoda seperti pemalas, pencuri, kasar, keras kepala, dan tidak sopan. Ketika mereka mulai menetap di Desa Makbusum Distrik Mayamuk, mereka semakin dikucilkan bahkan tidak tersentuh oleh kebijakan pemerintah desa setempat.

Warga suku Kokoda yang menetap di sana sebelumnya hidup nomaden. Penghidupan mereka mengandalkan kegiatan berburu. Pada suatu ketika mereka terdampar di lokasi tanah milik masyarakat transmigrasi di Distrik Mayamuk.

 

3. Awal Mula Kehadiran Muhammadiyah

Persentuhan Kokoda dan Muhammadiyah terjadi pada tahun 1998. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Sorong — kini menjadi Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) — menjadi yang pertama memulai jalinan tersebut.

Bapak Rustamadji, yang waktu itu menjadi Ketua STKIP Muhammadiyah Sorong, melihat kampung itu pada tahun 2007. Ia prihatin dengan masyarakat Kokoda yang dikucilkan, tidak memiliki tanah sendiri karena hidup nomaden, tidak memiliki administrasi penduduk, dan berbagai masalah lain. Padahal, mereka adalah suku asli Papua.

Sejak tahun 2013, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan pemberdayaan secara intensif dengan memberikan bekal pelatihan bertani, beternak, mencari ikan, mengolah sagu, pendidikan keagamaan, dan pendidikan umum.

 

4. Program Pemberdayaan Muhammadiyah

a. Bidang Pendidikan

Pendidikan merupakan ujung tombak pemberdayaan yang dilakukan Muhammadiyah kepada suku Kokoda. Muhammadiyah melalui sekolah tidak sekadar menjadikan anak-anak pintar, namun berfokus mengubah kebiasaan anak-anak agar lebih disiplin dan hidup teratur. Para guru harus mendatangi satu per satu rumah, menyuruh anak-anak mandi, lalu mengajak mereka ke sekolah.

Program pemberdayaan kian membesar setelah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) secara rutin mengirimkan mahasiswa untuk menjalani KKN di Kampung Warmon Kokoda sejak 2016. Para mahasiswa menjalankan sejumlah program, termasuk mengembangkan Rumah Baca Mahardika Kokoda untuk meningkatkan pengetahuan warga setempat.

b. Bidang Ekonomi dan Kemandirian

Kokoda dibekali kemampuan menghasilkan makanan seperti bertani, bercocok tanam, bahkan menjadi nelayan.

Muhammadiyah menyediakan lahan untuk tempat menetap mereka, dan memberikan pelatihan keterampilan seperti bertani, berkebun, dan beternak supaya masyarakat suku Kokoda tidak lagi tersingkir dari pembangunan.

c. Bidang Perumahan dan Infrastruktur

Tahun 2016, bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun 55 rumah permanen. Tahun berikutnya (2017) datang lagi pembangunan 80 rumah tambahan.

Kampung Warmon saat ini sudah ramai dan tertata. Banyak rumah tembok, punya lima masjid, dua mushala, dan sekolah. Juga ada gereja, serta perpustakaan kecil yang disebut Nabaca Bukuga.


5. Status sebagai "Kampung Muhammadiyah"

Menurut Kepala Kampung Warmon Kokoda, Syamsuddin Namugur, Warmon Kokoda menjadi satu-satunya Kampung Muhammadiyah yang ada di Indonesia. "Walau berdiri di Yogya, di Yogya belum ada Kampung Muhammadiyah. Ini kami 100 persen Muhammadiyah dan ingin mewujudkan cita-cita Kiai Dahlan, Muhammadiyah yang berkemajuan."

Kepala Kampung Warmon Kokoda, Syamsuddin Namugur, menyatakan bahwa Muhammadiyah banyak memberi kontribusi kepada kampung itu sehingga hubungan warga dengan Muhammadiyah menjadi sangat dekat. "Ini adalah 'kampung Muhammadiyah' karena masyarakat bersyarikat di Muhammadiyah. Kami di Papua Barat ingin mewujudkan cita-cita Kiai Ahmad Dahlan."

 

6. Capaian dan Transformasi

Saat ini suku Kokoda telah mandiri menjadi kampung yang resmi dan diakui pemerintah, telah menjadi pemerintahan setingkat desa yang berhak memperoleh Dana Desa. Dengan Dana Desa yang diperolehnya, pembangunan suku Kokoda telah pesat, memiliki BUMDes berupa kapal untuk menangkap ikan serta kegiatan sosial ekonomi lainnya. Kini suku Kokoda di Distrik Mayamuk telah bertransformasi dari suku yang nomaden menjadi masyarakat desa yang modern.

Kampung Warmon Kokoda mengalami perubahan pranata sosial yang luar biasa, tidak cuma untuk ukuran Papua, tetapi Indonesia.

 

Daftar Pustaka

  1. Kokoda, Kampung Muhammadiyah di Papua Barat. Republika Online, 13 Januari 2019. Diakses dari: https://news.republika.co.id/berita/nasional/sang-pencerah/19/01/13/pl9gnk399-kokoda-kampung-muhammadiyah-di-papua-barat
  2. Jejak Muhammadiyah di Papua Barat. Pusat Studi Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PSM UMY). Diakses dari: https://psm.umy.ac.id/id/jejak-muhammadiyah-di-papua-barat/
  3. Jihad Muhammadiyah Mendampingi Suku Kokoda. Pusat Studi Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PSM UMY). Diakses dari: https://psm.umy.ac.id/id/jihad-muhammadiyah-mendampingi-suku-kokoda/
  4. Cara Muhammadiyah Masuk dan Menyatu dengan Masyarakat Papua. Muhammadiyah.or.id, 23 Desember 2022. Diakses dari: https://muhammadiyah.or.id/2022/12/cara-muhammadiyah-masuk-dan-menyatu-dengan-masyarakat-papua/
  5. Peran Nyata Pemberdayaan Muhammadiyah Bagi Masyarakat Desa. Muhammadiyah.or.id, 9 Maret 2022. Diakses dari: https://muhammadiyah.or.id/2022/03/peran-nyata-pemberdayaan-muhammadiyah-bagi-masyarakat-desa/
  6. Motivasi Kepala Suku Kokoda Papua Bagi Kelompok Dampingan MPM Muhammadiyah. Muhammadiyah.or.id, 18 Oktober 2022. Diakses dari: https://muhammadiyah.or.id/2022/10/motivasi-kepala-suku-kokoda-papua-bagi-kelompok-dampingan-mpm-muhammadiyah/
  7. Warmon, Kampung Muhammadiyah Bersinar di Tanah Papua. PWMU.CO, 4 November 2025. Diakses dari: https://pwmu.co/warmon-kampung-muhammadiyah-bersinar-di-tanah-papua/
  8. Muhammadiyah di Papua. Kompas.id, 18 November 2022. Diakses dari: https://www.kompas.id/artikel/muhammadiyah-di-papua
  9. Suku Kokoda. Wikipedia Bahasa Indonesia. Diakses dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Kokoda
  10. Wekke, Ismail Suardi & Sari, Yuliana Ratna (2012). "Tifa Syawat dan Entitas Dakwah dalam Budaya Islam: Studi Suku Kokoda Sorong Papua Barat."

 

Selasa, 10 Maret 2026

Muhammadiyah Membeli Gereja di Spanyol: Fakta dan Kronologi

 

Muhammadiyah Membeli Gereja di Spanyol: Fakta dan Kronologi

 

1. Latar Belakang

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dikabarkan membeli sebuah bangunan di Alcala, sebuah daerah yang berada di sebelah timur laut kota Madrid, Spanyol. Kompleks bangunan seluas 3 hektare yang dikabarkan seharga 3 juta Euro ini merupakan peninggalan era Kejayaan Islam di Andalusia. Selain asrama, di dalamnya juga ada sebuah bangunan gereja yang sudah tidak aktif. PWM Jatim disebut ingin mengembalikan fungsi bangunan ini sebagai pusat kegiatan umat Islam di sana.

2. Nama dan Lokasi Gereja

Nama gereja yang dibeli Muhammadiyah adalah Katedral St. Justus dan St. Pastor (Magisterial Cathedral of Saints Justo and Pastor), sebuah katedral Katolik Roma yang terletak di Alcalá de Henares, Spanyol. Lokasinya strategis karena hanya sekitar 15 menit perjalanan dari pusat kota Madrid.

Gereja ini memiliki gaya arsitektur unik yang mencerminkan perjalanan sejarahnya yang panjang; elemen Romanesque, Gothic, Renaissance, Baroque, hingga Neoclassical berpadu dalam struktur bangunannya. Bahkan, bangunan ini diangkat statusnya menjadi basilika minor oleh Paus Pius XII pada tahun 1946, yang menambah nilai historis dan spiritualnya.


sumber: https://suratdunia.com/wp-content/uploads/2023/03/images-2023-03-07T164423.610.jpeg


3. Nilai Sejarah Islam

Bangunan gereja dulunya merupakan masjid dari peninggalan Kekhalifahan Abbasiyah, yang berdiri di atas lahan seluas 3.000 meter persegi. Saad Ibrahim selaku pemimpin PWM Jatim menggambarkan kesan mendalam saat menemukan situs ini: "Di Spanyol dulu ada sekitar 800 masjid di sana, di bawah kekhalifahan, sementara sekarang hanya tinggal beberapa, mungkin tidak lebih dari 10. Jadi kami sangat tersentuh ketika kami menemukan bahwa ada bekas bangunan masjid yang terbengkalai."

4. Kronologi dan Proses Pembelian

Rencana pembelian gereja tersebut dicetuskan sejak periode kepemimpinan pengurus sebelumnya, tahun 2015–2020.

Gagasan pembelian gereja di Spanyol untuk dijadikan masjid ini pertama kali dideklarasikan pada Sidang Pleno I Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta pada November 2022.

Ketua PWM Jatim, KH Saad Ibrahim, mengungkapkan rencana ini usai mengunjungi Spanyol pada Oktober 2022 lalu.

Gereja tersebut dijual oleh pengelolanya karena jemaahnya telah berkurang. Menurut Saad, gereja itu dijual karena parokinya telah menyusut menjadi 15 orang, dan bangunan ini ditawarkan dengan harga sekitar €3 juta atau sekitar Rp45 miliar.

Ketua PWM Jatim Sukadiono menegaskan bahwa proses pembelian tidak segampang membeli rumah atau tanah di Indonesia, dan pihaknya masih menelusuri legalitasnya secara hati-hati.

5. Konfirmasi Resmi

Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Ustadz Fathurrahman Kamal, menyatakan bahwa PWM Jatim sudah resmi membeli sebuah gereja di Alcala, Madrid, Spanyol, yang awalnya adalah masjid peninggalan Kekhalifahan Abbasiyah.

6. Rencana Alih Fungsi

Setelah menjadi milik Muhammadiyah, bangunan gereja tersebut akan diubah menjadi masjid sebagai fasilitas yang bisa dipakai umat Islam setempat.

7. Konteks Internasionalisasi Dakwah

Muhammadiyah terbilang berpengalaman membeli, kemudian membangun serta memanfaatkan properti di luar negeri untuk kemaslahatan umat. Di antaranya telah mendirikan serta mengelola Universiti Muhammadiyah Malaysia, Australia Muhammadiyah College, serta Kantor Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah dan Aisyiyah Mesir.

 

Daftar Pustaka

  1. Muhammadiyah.or.id. (2023, 3 April). Saad Ibrahim Ungkap Alasan Mengapa Muhammadiyah Jatim Beli Gereja di Alcala Spanyol. https://muhammadiyah.or.id/2023/04/saad-ibrahim-ungkap-alasan-mengapa-muhammadiyah-jatim-beli-gereja-di-alcala-spanyol/
  2. Republika Online. (2023, 1 Maret). Muhammadiyah Resmi Beli Gereja di Spanyol yang Juga Bekas Masjid Era Abbasiyah. https://khazanah.republika.co.id/berita/rqupy8320/muhammadiyah-resmi-beli-gereja-di-spanyol-yang-juga-bekas-masjid-era-abbasiyah
  3. Detik Hikmah. (2024, 21 November). 8 Sejarah tentang Gereja Spanyol yang Dibeli Muhammadiyah. https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7654198/8-sejarah-tentang-gereja-spanyol-yang-dibeli-muhammadiyah
  4. ANTARA News Jawa Timur. (2023, 24 Maret). Muhammadiyah Cerita Proses Panjang Pembelian Gereja di Spanyol. https://jatim.antaranews.com/berita/689139/muhammadiyah-cerita-proses-panjang-pembelian-gereja-di-spanyol
  5. Bisnis.com. (2022, 10 November). Muhammadiyah Mau Beli Gereja Tua di Spanyol, Ini Harganya. https://kabar24.bisnis.com/read/20221110/15/1596824/muhammadiyah-mau-beli-gereja-tua-di-spanyol-ini-harganya
  6. Detik Jatim. (2022, 9 November). Alasan Muhammadiyah Jatim Beli Gereja di Spanyol. https://www.detik.com/jatim/berita/d-6396173/alasan-muhammadiyah-jatim-beli-gereja-di-spanyol
  7. SINDOnews International. (2024, 20 November). Sejarah Gereja Alcala Spanyol yang Dibeli Muhammadiyah Seharga 3 Juta Euro. https://international.sindonews.com/read/1491429/41/sejarah-gereja-alcala-spanyol-yang-dibeli-muhammadiyah-seharga-3-juta-euro-1732093900
  8. Properti Indonesia. Muhammadiyah Beli Gereja Tua di Spanyol. https://propertiindonesia.id/post/muhammadiyah-beli-gereja-tua-di-spanyol

 

Catatan penting: Perlu dicermati bahwa terdapat perbedaan keterangan antara berbagai sumber. Sumber resmi Muhammadiyah (muhammadiyah.or.id) dan Republika menyebut pembelian sudah terlaksana, sementara ANTARA mengutip Ketua PWM Jatim (Sukadiono) yang menyatakan proses masih berlangsung dan belum sepenuhnya selesai per Maret 2023. Hal ini menunjukkan bahwa proses akuisisi berjalan bertahap dan memerlukan verifikasi legalitas di luar negeri.

 

Senin, 09 Maret 2026

Sekolah Muhammadiyah di Australia (Muhammadiyah Australia College)

🏫 Muhammadiyah Australia College (MAC)


Profil Umum

Muhammadiyah Australia College adalah sekolah Islam independen yang memberikan pendidikan berkualitas tinggi dan aman, guna mengembangkan potensi penuh setiap siswa perempuan maupun laki-laki. Kurikulum dari Year Foundation hingga Year 7 didasarkan pada Victorian Curriculum dan prinsip-prinsip Muhammadiyah dalam pembentukan karakter.


Sumber: https://suaramuhammadiyah.id/storage/posts/image/Muhammadiyah_Colage-20250430084907.jpeg

Sekolah ini berlokasi di 1-3 Killarney Drive, Melton, VIC, Australia, dengan nomor telepon +61 3 7018 9979 dan dapat dihubungi melalui email info@macollege.vic.edu.au.

 

Sejarah Pendirian

Ide pendirian MAC pertama kali digulirkan ketika Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Australia menjamu kunjungan PP Muhammadiyah ke Melbourne antara tahun 2012–2013. PP Muhammadiyah saat itu diwakili oleh Haedar Nashir, Dahlan Rais, Muhadjir Effendy, dan Zamroni.

Tanpa memiliki dana yang cukup, PCIM Australia mulai mencari lahan sejak 2015 dan menemukan lahan seluas 10 hektare di Narre Warren pada 2017. Namun pendirian di lokasi tersebut gagal akibat penolakan keras dari warga setempat karena adanya nama Islam dan Muhammadiyah di institusi tersebut.

Pada tahun 2020, tim inti yang berjumlah 7 orang berhasil menemukan sebuah bangunan utuh seharga 3,7 juta dolar Australia di Melton, 91 km dari Narre Warren, dan akhirnya diizinkan oleh PP Muhammadiyah untuk membelinya.

Setelah proses perizinan yang sangat ketat — meliputi aspek akuntabilitas, keuangan, tujuan, kurikulum, hingga keselamatan siswa — MAC akhirnya mendapatkan izin operasional dari Pemerintah Australia pada 21 Desember 2021, dengan 36 murid pada angkatan pertama.

 

Status Hukum dan Registrasi

Muhammadiyah Australia College Ltd. terdaftar sebagai lembaga pendidikan independen di Melton, Victoria, yang menyelenggarakan pendidikan formal dari Foundation hingga Year 9.

Pada Desember 2022, MAC mendapatkan Sertifikat Registrasi Sekolah dari Pemerintah Negara Bagian Victoria (nomor registrasi 2241), yang mengizinkan MAC untuk menyelenggarakan pendidikan primary, secondary, dan co-educational.

 

Kurikulum dan Kegiatan

Tujuan MAC adalah mempersiapkan masa depan anak-anak yang unggul secara akademik dengan nilai-nilai Islam yang tertanam dalam karakter mereka. Berbagai kegiatan ekstrakurikuler ditawarkan untuk mengembangkan siswa secara intelektual, spiritual, dan fisik — termasuk studi Al-Qur'an, Pramuka, Beladiri, dan Kewirausahaan.

Pada jenjang primer, pembelajaran berbasis inkuiri mencakup Sains, Humaniora, dan Teknologi Digital. Pada jenjang sekunder, siswa terlibat dalam studi yang lebih maju lintas mata pelajaran inti, dengan kesempatan mengambil berbagai mata pelajaran pilihan.

Untuk penyusunan kurikulum, MAC bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), yang kemudian digabungkan dengan Victorian Curriculum.

 

Peran Strategis

MAC berdiri sebagai simbol pendekatan budaya, membuka jalan bagi pemahaman dan kolaborasi yang lebih dalam antara Indonesia dan Australia. Kedutaan Besar Indonesia di Canberra memuji upaya cabang-cabang khusus Muhammadiyah di Australia, mengakui peran krusial mereka dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Nilai-nilai Islam yang diperjuangkan Muhammadiyah — moderasi, inklusivitas, dan kemajuan — dinilai sangat selaras dengan masyarakat multikultural Australia, dan MAC bertindak sebagai jembatan untuk menyampaikan pesan tersebut sekaligus meluruskan kesalahpahaman tentang Islam.

MAC juga memiliki visi sebagai wahana transfer of knowledge dan transfer of system untuk memperbaiki sekolah-sekolah dan perguruan tinggi yang ada di Indonesia, khususnya amal usaha Muhammadiyah.

 

Kepemimpinan

Kepala Sekolah MAC saat ini adalah Roszana Ramli, yang aktif melakukan kunjungan silaturahmi ke perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia, termasuk Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), untuk mendiskusikan program, kurikulum, serta kemungkinan program magang internasional bagi mahasiswa UMS di MAC.

 

Kontak & Media Sosial

Info

Detail

Alamat

1-3 Killarney Drive, Melton, VIC 3337, Australia

Telepon

+61 3 7018 9979

Email

info@macollege.vic.edu.au

Website

macollege.vic.edu.au

Instagram

@m.a.c.school

 

📚 Referensi

  1. Website Resmi MAC — macollege.vic.edu.au
  2. Muhammadiyah.or.id — "Muhammadiyah Australia College, Kisah Beli Bangunan Jutaan Dolar dan Kurikulum Victorian" (23 Februari 2022): muhammadiyah.or.id
  3. Muhammadiyah.or.id (English) — "Alhamdulillah, Muhammadiyah Australia College is Registered to Run Year 7 to 9" (16 Desember 2022): en.muhammadiyah.or.id
  4. Muhammadiyah.or.id (English) — "Muhammadiyah Australia College: Bridging Indonesian Cultures, Fostering Islamic Understanding" (16 Juli 2024): en.muhammadiyah.or.id
  5. Suara Muhammadiyah — "Muhammadiyah Australia College Peluang Magang Internasional" (4 Januari 2024): suaramuhammadiyah.id
  6. ACNC (Australian Charities and Not-for-profits Commission) — Profil Muhammadiyah Australia College Ltd.: acnc.gov.au
  7. Annual Report MAC 2024 — Dokumen resmi sekolah: macollege.vic.edu.au/annual-report

 

Minggu, 01 Maret 2026

Roadmap Belajar Bahasa Inggris dari Level A1 - C2

 ROADMAP BELAJAR BAHASA INGGRIS DARI LEVEL A1 - C2

 

A1: BEGINNER

  1. Alphabet & IPA Phonetics
  2. Greetings & Introductions
  3. Personal Pronouns (Subject & Object)
  4. To Be (Present Simple)
  5. Numbers (1-1000)
  6. Days, Months, & Dates
  7. Singular & Plural Nouns
  8. Common Articles (A, An, The)
  9. Possessive Adjectives (My, Your, His)
  10. Simple Present Tense
  11. Wh- Questions (Who, What, etc.)
  12. Basic Action Verbs
  13. Telling Time & Periods of Day
  14. Prepositions of Place (In, On, At)
  15. Basic Adjectives (Colors, Shapes)
  16. Family Members Vocabulary
  17. Demonstrative Pronouns (This, That, These, Those)
  18. Adverbs of Frequency (Always, Never)
  19. Simple Sentence Structure (S-V-O)
  20. Basic Food & Drink Vocabulary

A2: ELEMENTARY

  1. Past Simple (Regular & Irregular)
  2. Present Continuous Tense
  3. Countable vs. Uncountable Nouns
  4. Quantifiers (Much, Many, A lot of)
  5. Comparatives & Superlatives
  6. Future with "Going to"
  7. Future with "Will"
  8. Modal Verbs of Ability (Can, Could)
  9. Adverbs of Manner (-ly)
  10. Prepositions of Time (In, On, At)
  11. Imperative Sentences
  12. Physical Appearance Vocabulary
  13. Basic Conjunctions (And, But, So)
  14. Prepositions of Movement (To, Into, Across)
  15. Giving Basic Directions
  16. "There is" vs. "There are"
  17. Shopping & Money Phrases
  18. Health & Illness Basics
  19. Weather & Nature Vocabulary
  20. Possessive Pronouns (Mine, Yours, Ours)

B1: INTERMEDIATE

  1. Present Perfect Simple
  2. Present Perfect vs. Past Simple
  3. Past Continuous Tense
  4. Zero & First Conditionals
  5. Modals of Obligation (Must, Should, Have to)
  6. Passive Voice (Present & Past Simple)
  7. Defining Relative Clauses
  8. Gerunds vs. Infinitives
  9. Used to + Infinitive
  10. Question Tags
  11. Basic Phrasal Verbs
  12. Reflexive Pronouns (Myself, etc.)
  13. Making Suggestions & Advice
  14. Travel & Transport Vocabulary
  15. Adjectives ending in -ed vs. -ing
  16. Quantifiers (Both, Either, Neither)
  17. Present Perfect Continuous
  18. Expressing Purposes (To, For, So that)
  19. Indefinite Pronouns (Someone, Anything)
  20. Modals of Possibility (May, Might)

B2: UPPER-INTERMEDIATE

  1. Past Perfect Simple
  2. Past Perfect Continuous
  3. Future Continuous
  4. Future Perfect
  5. Second & Third Conditionals
  6. Reported Speech
  7. Reporting Verbs (Claim, Deny, etc.)
  8. Modals of Deduction (Past & Present)
  9. Non-Defining Relative Clauses
  10. Passive Voice (All Tenses)
  11. Wish & If Only
  12. Idiomatic Phrasal Verbs
  13. Collocations (Verb + Noun)
  14. Stative vs. Dynamic Verbs
  15. Complex Linkers (Despite, Nevertheless)
  16. Expressing Opinions & Argumentation
  17. Conditionals (Mixed Types)
  18. Get/Have Something Done (Causative)
  19. Compound Adjectives
  20. Narrative Tenses in Storytelling

C1: ADVANCED

  1. Inversion with Negative Adverbials
  2. Cleft Sentences (It/What clauses)
  3. Subjunctive Mood
  4. Advanced Passive (Personal/Impersonal)
  5. Emphasis with "Do/Did"
  6. Complex Noun Phrases
  7. Future in the Past
  8. Discourse Markers for Fluency
  9. Business & Academic Idioms
  10. Subtle Nuances & Synonyms
  11. Ellipsis & Substitution
  12. Register & Tone Adaptation
  13. Advanced Listening (Regional Accents)
  14. Essay Structuring & Cohesion
  15. Speculating about the Past
  16. Prefixes & Suffixes (Word Building)
  17. Gerunds with Prepositions
  18. Inversion in Conditional Sentences
  19. Colloquialisms & Slang
  20. Formal vs. Informal Correspondence

C2: PROFICIENT

  1. Stylistic Inversion
  2. Advanced Metaphors & Similes
  3. Cultural References & Allusions
  4. Rhetorical Devices & Persuasion
  5. Precision in Narrative Techniques
  6. Sarcasm & Irony Interpretation
  7. Synthesis of Multiple Information Sources
  8. Connected Speech (Elision, Assimilation)
  9. Etymology & Roots of Language
  10. Critical Analysis of Literary Texts
  11. Diplomatic & Negotiation Language
  12. Complex Sentence Variety (Sentence Combining)
  13. Abstract & Spontaneous Discourse
  14. Archaisms & Legal Formalisms
  15. Strategic Hedging & Vague Language
  16. Idiomatic Precision (Binomials/Trinomials)
  17. Nuances of Intonation & Stress
  18. Philosophical & Scientific Vocabulary
  19. Creative Writing Styles
  20. Real-time Paraphrasing (Sumber: IG @michelpurnamaa)