Cari Blog Ini

Jumat, 23 Januari 2026

Makna Rahasia Dibalik Dahsyatnya Isra Miraj

 

Makna Rahasia Dibalik Dahsyatnya Isra Miraj

Oleh: Dr. Fahruddin Faiz

 

Pendahuluan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillah teman-teman. Kita lanjutkan lagi ngaji filsafat kita. Semoga teman-teman semua masih siap dan mau untuk istikamah, nambah ilmu, nambah wawasan.

Saya tidak pakai pembukaan apa-apa untuk Isra Miraj ini. Langsung kita masuk ke pemaknaan. Bagi yang ingin mendalam—ini kan teman-teman orang-orang berkualitas semua dari wajahnya kelihatan—yang ingin mendalami kajian Isra Miraj boleh. Saya punya empat kitab yang berhubungan dengan Isra Miraj.


Sumber gambar:

https://ahmadiyah.org/wp-content/uploads/2019/03/isra-miraj.jpg

Yang nomor satu itu yang paling populer. Teman-teman yang dari pesantren kemungkinan besar pernah mengaji kitab ini, kitab Dardir. Penulisnya Syekh Najmuddin Alghaiti Adardir, berjudul Bainama Qisatul Mikraj. Ini zaman saya dulu di pesantren senang kalau ngaji kitab ini karena banyak cerita-cerita, banyak dongeng-dongeng luar biasa yang menginspirasi.

Yang kedua ini karya ulama kita, ulama Nusantara, Syekh Abdul Somad Alfalimbani, Risalah Latifah fi Bayanil Isra Wal Mikraj. Yang ketiga juga dari ulama Nusantara, Syekh Daud Alpattan, Kifayatul Muhtaj fi Bayanil Isra Wal Mikraj. Jadi ulama-ulama Nusantara kita juga banyak karya tentang Isra Miraj ini.

Kalau yang terakhir ini penulisnya Syaikhul Akbar Ibnu Arabi. Teman-teman insyaallah pernah dengar nama ini. Judulnya Alisra ilal Maqomil Asro. Ini bagus kalau ada yang ingin mendalami makna sebenarnya salat. Kan ada hadis bahwa salat itu mikrajul mukmin. Nah, ini analisis dari tasawuf yang filosofis dari Syekhul Akbar Ibnu Arabi tentang bagaimana kita naik menuju Allah antara lain melalui salat.

Saya tidak akan bahas empat kitab ini sore hari ini. Ini cuma memberi informasi saja. Siapa tahu ada yang pengin mendalami kajian Isra Miraj. Tidak mungkin sore ini saya ngaji sebanyak ini. Yang penting teman-teman yang tertarik silakan masuk ke situ, siapa tahu bisa disambungkan dengan ilmu teman-teman.

Menjawab Keraguan tentang Isra Miraj

Saya awali dari ayat ini. Ayat ini insyaallah teman-teman juga sudah paham bahkan mungkin sudah hafal. Ada bagian yang saya warnai. Saya ingin menjelaskan yang saya warnai itu saja untuk menjawab, karena kemarin-kemarin saya lihat banyak sekali postingan-postingan yang menggugat Isra Miraj.

Sebenarnya jawabannya ada di kata-kata yang saya tandai dengan warna itu. Ini kalau kita beriman sama Al-Qur'an. Saya lihat kemarin ada beberapa bahkan intelektual yang mempertanyakan validitas peristiwa Isra Miraj.

Kata pertama: Subhana

Subhana itu menunjukkan ketakjuban, berarti ada sesuatu yang aneh dan luar biasa. Makanya diawali subhana, maha suci. Karena memang Isra Miraj ini peristiwa yang luar biasa. Kalau ada peristiwa yang luar biasa yang mengalami Nabi, itu biasanya kita sebut sebagai mukjizat. Kalau itu mukjizat, tidak aneh kalau dia tidak masuk akal. Semua mukjizat itu memang kharqul 'adah, tidak masuk akal. Kalau masuk akal biasa, tidak ada orang tertarik.

Justru fungsi—di antara fungsinya mukjizat—itu menunjukkan kekuasaan Allah bahwa ini bukan manusia yang bikin-bikin. Makanya subhana. Jadi jawaban mudahnya kalau teman-teman malas debat, kalau ada yang tanya apa mungkin ada Isra Miraj, apa mungkin Kanjeng Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa sekejap, jawabannya simpel: itu mukjizat. Kalau mukjizat tidak ada yang tidak mungkin. Nabi Isa bisa menghidupkan orang mati, Nabi Ibrahim bisa dibakar tidak mempan, Nabi Musa bisa menyeberang laut hanya dengan memukulkan tongkat. Itu semua tidak masuk akal. Ya memang mukjizat. Jadi bagi yang ingin sederhana jawabnya, cukup: itu mukjizat. Tidak bisa dikalkulasi dengan rasio apapun, tidak akan nyambung.

Kata kedua: Asro

Coba perhatikan kalimat asro itu. Kenapa bukan saro? Kalau Nabi yang berjalan, asro itu artinya memperjalankan. Berarti bukan Kanjeng Nabi yang berjalan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, tapi Allah yang memperjalankan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Jadi pelakunya Isra Miraj itu—kalau dari kata-kata asro ini—itu sebenarnya Allah. Kalau itu Allah, tidak ada yang tidak masuk akal, semuanya serba mungkin.

Jadi apa bisa Nabi jalan sejauh itu dalam waktu semalam? Kalau Nabi sendiri sebagai manusia tidak akan mampu. Tapi ini pelakunya—kalau ada peristiwa kan tanya pelakunya, agennya—itu Allah. Makanya Al-Qur'an pakai kalimat asro, memperjalankan. Maka kalau pelakunya Allah, apa yang tidak mungkin?

Kata ketiga: Bi'abdihi

Bi'abdihi itu abdun, hamba. Ini sebenarnya untuk jawab karena ada yang punya tesis bahwa Rasulullah itu Isra Miraj hanya rohnya saja, seperti orang mimpi atau seperti orang melakukan perjalanan astral. Jadi fisiknya tidak ikut, fisiknya tidur di Masjidil Haram. Ada pandangan seperti ini, tapi ini terbantahkan dengan kata-kata Al-Qur'an: abdun.

Abdun itu hambanya. Kalau dalam Al-Qur'an kata-kata abdun itu yang ditunjuk adalah fisik dan rohani, bukan hanya fisiknya atau rohani saja. Ada banyak kata-kata abdun dalam Al-Qur'an yang dimaksud adalah manusia secara jasmani dan rohani. Ini untuk jawab kalau ada yang mengkritik jangan-jangan itu seperti mimpi.

Padahal kalau hanya mimpi, kalau hanya rohnya saja Kanjeng Nabi yang Miraj dan Isra, pasti bukan sesuatu yang luar biasa. Kalau hanya seperti mimpi, kita dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, dari Indonesia ke Amerika dalam waktu tidur selama setengah jam bisa. Kalau hanya mimpi, maka tidak luar biasa kalau hanya rohnya saja. Makanya peristiwa Isra Miraj itu disebut luar biasa, disebut mukjizat karena abdihi lahir dan batin, tidak hanya batinnya saja, rohnya saja. Mengapa bisa begitu? Ya karena itu Allah yang melakukan asro.

Sisanya nanti teman-teman bisa lihat di kitab tafsir. Cuma itu saya angkat dari tiga kata-kata pertama ayat yang populer sekali di saat kita membahas Isra dan Miraj, sekaligus menjawab—kemarin saya lihat di beberapa media sosial itu banyak sindiran-sindiran terhadap Isra dan Miraj.

Lima Makna Isra Miraj untuk Anak Muda

Sore hari ini saya akan masuk ke makna-makna. Saya cari makna-makna yang cocok untuk teman-teman yang masih muda, apalagi yang mahasiswa. Maknanya bisa luas dari banyak kitab yang saya sebut di depan tadi. Isra Miraj itu maknanya luar biasa macam-macam, mulai tentang kelemahan manusia, kekuasaan Allah, salat, dan macam-macam. Maka sore ini coba kita pilih beberapa makna yang menurut saya cocok untuk teman-teman yang masih muda yang memulai perjuangan membangun generasi Indonesia yang akan datang. Jadi ini makna versi anak muda.

Makna Pertama: Keterbatasan Manusia dan Kekuasaan Allah

Makna pertama menurut saya untuk teman-teman yang muda-muda dari peristiwa Isra Miraj adalah tentang keterbatasan manusia dan kekuasaan Allah. Ini menurut saya yang paling urgen, makna yang pertama ini. Karena kenapa saya arahkan ke anak-anak muda? Karena biasanya yang muda ini masih meluap-luap, masih belum bisa mengkalkulasi kapasitas kekuatan dirinya, kadang-kadang lupa keterbatasannya—baik keterbatasan fisik, keterbatasan mental, keterbatasan rohaninya.

Mungkin ada banyak kisah orang yang memforsir rohaninya, atau orang yang fokus pada dunia saja, pada tenaganya, atau yang belajar ilmu agak overestimate dengan kemampuan berpikirnya. Ini orang-orang yang lupa batasnya. Banyak konflik, banyak tragedi dalam hidup ini karena orang lupa batasnya. Bahkan beragama juga banyak orang yang lupa batas-batasnya. Ketika ada istilah ekstrem, ketika ada istilah radikal, itu kan sebenarnya orang-orang yang lupa dengan batas—mana yang boleh saya tabrak, mana yang jangan, sampai di titik mana saya harus masuk, sampai di titik mana saya harus menahan diri. Ini pengetahuan tentang keterbatasan.

Isra Miraj menyadarkan kita bahwa kita ini lemah dan terbatas. Memahami peristiwa Isra sebagaimana yang dialami Rasulullah—yang teman-teman pahami—itu rasanya agak berat. Jadi ketika itu berat, jangan dilempar keluar tapi diintrospeksi ke dalam bahwa ternyata aku ini lemah, memahami yang seperti itu saja tidak mampu. Padahal sudah yakin tadi Allah itu maha kuasa, tapi memasukkan peristiwa ini kok susah, berarti kita ini terbatas.

Orang yang bisa bahagia itu orang yang ngerti batasnya. Orang yang tidak tahu batas itu susah untuk bahagia karena dia akan dikejar-kejar terus, tidak ngerti kapan harus stop, kapan harus berhenti. Makanya saya arahkan ke teman-teman yang muda karena biasanya yang muda ini baru menggebu-gebu, ambisius—tidak masalah, bagus—tapi harus punya rem. Jadi kapan harus direm, kapan harus digas?

Karena hidup ini kombinasi dua itu: jangan lupa, jangan putus asa karena Allah itu kuasa apapun, termasuk yang paling tidak masuk akal sekalipun. Jadi ini dua kendali utama dalam hidup kita. Sadarilah bahwa manusia itu terbatas, maka jangan sombong. Kenali batasmu, ngerti kapan berhenti, kapan harus maju. Dan jangan putus asa juga karena Allah maha kuasa.

Rasulullah itu dimikrajkan, diisrakkan oleh Allah di momen-momen paling rendah kehidupan beliau. Ditinggal mati Abu Thalib, ditinggal mati istri tercinta, kemudian dakwah ke Thaif di sana ditolak, dilempari batu berdarah-darah. Rasulullah sampai ada munajatnya yang populer sekali itu berkata betapa Rasulullah sangat sedih: "Ya Allah, aku ini diberi amanah yang seperti ini saja tidak bisa memenuhi. Aku ini memang lemah." Tapi terus ada kalimat yang populer sekali di bagian akhir munajat itu: "In lam yakun bika ghadabun 'alayya fala ubali"—Ya Allah asal Engkau tidak murka padaku, aku tidak peduli. Sudah yang penting Engkau jangan murka ya Allah.

Ini momen-momen titik ketika Kanjeng Nabi merasa sangat berat dalam berdakwah. Setelah itu beliau dihibur dengan Isra dan Miraj, menegaskan bahwa tidak usah sedih, tidak usah putus asa, tidak usah kecewa karena betapa maha kuasanya Allah—termasuk memperjalankan beliau dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa bahkan sampai Miraj.

Ini makna pertama, pelajaran untuk teman-teman yang muda-muda mungkin penting: ngerti rem, ngerti batas, tapi juga jangan pesimis. Jadi intinya jangan over, jangan overestimate, jangan underestimate. Manusia terbatas tapi tidak masalah kalau kita bersandar kepada Allah, kekuasaan Allah tidak terbatas.

Makna Kedua: Kemanusiaan dan Kehambaan

Makna yang kedua bisa juga kita ambil dari peristiwa Isra dan Miraj. Ini seakan-akan pelajaran dari Allah. Kenapa tidak langsung saja Kanjeng Nabi naik ke langit ketujuh? Karena manusia itu tugasnya tidak hanya kehambaan mengabdi pada Allah, tapi juga ada kemanusiaan. Tugas manusia untuk mengelola bumi karena kita ini khalifahnya.

Ini amanah kemanusiaan dan amanah kehambaan. Makanya diperjalankan dulu dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa—ini gerakan yang horizontal. Kita bereskan dunia. Setelah beres, kita naik menuju Allah—ini gerakan vertikalnya. Ini tanggung jawab kemanusiaan juga tanggung jawab kehambaan.

Makanya Kanjeng Nabi sampai di Masjidil Aqsa itu beliau mengimami para nabi yang lain. Ini semacam pelajaran bahwa sekarang zamannya beliau, zamannya Nabi Muhammad, beliau yang harus di depan. Kalau nabi-nabi sebelumnya sudah selesai tugasnya, sekarang ganti yang jadi imam harus Nabi Muhammad. Memang eranya era beliau dan beliau juga khataman nabiyyin, nabi penutup, nabi paling utama. Ini semacam tugas kemanusiaan, masih banyak yang harus diselesaikan. Baru setelah itu Miraj.

Makanya makna dari Isra Miraj itu menurut saya yang kedua bisa kita ambil: perjalanan kita menuju Allah adalah kehambaan, tapi jangan lupa kita juga punya banyak tanggung jawab kemanusiaan. Tujuan kita memang darul akhirah, akhirat. Tapi jangan lupa "wa la tansa nasibaka minad dunya"—jangan lupa urusan duniamu. Orang tidak akan beres akhiratnya kalau dunianya tidak beres.

Boleh dicek. Coba kalian cermati kisah para ulama besar, biasanya dunianya beres. Dunia beres itu segala amanah, segala tanggung jawab yang berhubungan dengan keduniaan itu tuntas. Kalau belum tuntas, biasanya terus kebalikannya—perbuatan-perbuatan baik yang harusnya menuju akhirat ditunggangi untuk kepentingan dunia. Ini perjalanannya kebalik, jadi Miraj dulu baru kemudian Isra. Ini agak sulit. Isra dulu baru Miraj—bereskan dulu dunianya baru naik Miraj. Ini kemanusiaan dan kehambaan.

Meskipun dalam praktiknya tidak sendiri-sendiri. Tidak bisa salat nanti kalau sudah kaya, tidak bisa kalau sudah beres urusan saya baru saya mendekat ke Allah. Tidak bisa sufisme besok saja kalau sudah lulus, puasa sunah, salat malam nanti saja kalau sudah lulus kuliah. Ini tidak harus begitu. Dua-duanya harus imbang. Isra dan Miraj itu dalam satu malam. Kemanusiaan dan kehambaan itu dua hal yang saling berkait.

Tidak mungkin kita memenuhi tugas kehambaan tanpa terpenuhi tugas kemanusiaan. Tidak mungkin kita beres urusan kemanusiaan kalau kehambaan kita rusak. Penjelasannya panjang tapi diyakini saja dulu: kalau agamamu kacau balau, duniamu insyaallah sama kacaunya. Sebaliknya juga kalau duniamu rusak tidak karuan, keagamaanmu juga nanti biasanya tidak beres juga. Maka tuntaskan dua-duanya dengan smooth: kemanusiaan dan kehambaan. Kemanusiaan diwakili oleh Isra, kehambaan diwakili dengan aktivitas Miraj.

Makna Ketiga: Bekal Perjalanan Menuju Allah

Makna ketiga—ini penjelasan tentang dalam perjalanan kita ini, inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, lewat Isra dan Miraj tadi, apa yang harus kita miliki biar perjalanan kita sukses? Ini saya membacanya dipahami dari ciri-ciri para nabi yang ditemui oleh Kanjeng Nabi dari langit pertama sampai langit ketujuh.

Teman-teman kan kadang bingung, dari langit satu sampai langit ketujuh kok komposisi nabinya tidak urut. Langit pertama Nabi Adam, langit kedua dua orang Nabi Yahya dan Isa, langit ketiga Nabi Yusuf, langit keempat Nabi Idris, langit kelima Nabi Harun, langit keenam Nabi Musa, langit ketujuh Nabi Ibrahim. Ini kadang-kadang kita membacanya agak sulit, maksudnya apa kok nabi-nabi ini yang dipertemukan dengan Rasulullah saat Miraj?

Ini membacanya versi anak muda kalau saya. Jadi di antara maknanya urutan nabi ini, ini sebenarnya bekal kita dalam perjalanan menuju Allah.

Langit Pertama: Nabi Adam

Bekal yang pertama apa? Kita bertemu Nabi Adam. Bertemu Nabi Adam itu berarti kita harus tahu sebelum menempuh perjalanan menuju Allah: kita ini siapa, dari mana, mau ke mana. Kalau orang Jawa, pelajaran tentang sangkan paraning dumadi. Nabi Adam ini simbol nabi yang langsung diberi amanat oleh Allah tugas sebagai khalifah di muka bumi. Berarti kita di muka bumi ini ada tujuannya, tidak iseng.

Dulu ini pesan pertama oleh Allah diberikan pada Nabi Adam. Maka bertemu Nabi Adam menyadarkan kita bahwa kita ini punya amanah, kita ini punya misi, punya tujuan di muka bumi ini. Teman-teman juga begitu, perjuangan di level apapun sebenarnya—apakah kemanusiaan, apakah kehambaan—harus sadar tujuan. Bahkan kuliah juga harus punya tujuan. Yang masih muda-muda harusnya sudah punya cita-cita: jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang. Kalau tidak punya ini, tidak mungkin orang berjalan. Kalau random itu tidak jelas, nanti tidak terukur. Padahal tugas kita tidak random, tugas kita tegas, jelas.

Langit Kedua: Nabi Yahya dan Nabi Isa

Di langit kedua, Rasulullah bertemu Nabi Yahya dan Nabi Isa. Ini menarik, dua orang nabi yang sama-sama masih muda karena memang dua-duanya meninggal di usia muda. Ketemu dua orang remaja, dua orang pemuda di langit kedua. Dua orang ini bagi saya simbol yang pertama simbol semangat, ambisi anak-anak muda, plus simbol kesiapan untuk berkorban.

Jadi kalau teman-teman ingin menempuh cita-cita, harus semangatnya ditingkatkan dan siap berkorban. Korban itu bisa tenaga, bisa biaya, bisa waktu, bisa macam-macam. Kalau beliau Nabi Yahya, Nabi Isa, demi dakwahnya yang dikorbankan nyawa. Meskipun nanti Nabi Isa detik-detik terakhir diselamatkan oleh Allah, diangkat ke langit. Tapi sebenarnya dua-duanya adalah simbol pengorbanan.

Berarti setelah tahu tujuan, kemudian tingkatkan semangat, siaplah berkorban. Bagi yang tidak mau berkorban, tidak mau capek, tidak mau lelah, pengin enaknya saja—mumpung pandemi santai-santai saja, rebahan saja, kuliah dosennya ngomong sendiri sampai capek kita di kamar sambil ngopi, ngerokok, main game, dosennya tidak ngerti, matiin screennya—ayo diperbarui semangatnya. Jadi rela berkorban, capek sedikit, sulit sedikit, kehilangan kuota tidak apa-apa. Memang kuliah ini bagian dari target masa depanmu.

Langit Ketiga: Nabi Yusuf

Langit ketiga ketemu dengan Nabi Yusuf. Kalau teman-teman biasanya yang diingat-ingat Nabi Yusuf itu gantengnya, tampannya yang luar biasa. Iya, dari sisi itu memang beliau paling tampan. Tapi coba perhatikan riwayat Nabi Yusuf. Nabi Yusuf ini pekerja keras dari seorang anak yang dibuang ke sumur sampai nanti jadi menteri besar. Ini perjuangan yang tidak mudah—difitnah bolak-balik, difitnah perempuan sampai masuk penjara bertahun-tahun, tapi pantang menyerah, berjuang sampai kemudian jadi menteri besar.

Ini menurut saya teladan. Jadi setelah semangat di langit kedua, siap berkorban, kemudian Nabi Yusuf bagi saya simbol kerja keras, pantang menyerah, tidak putus asa. Ini penting bagi teman-teman yang muda-muda. Jadi tidak hanya dilihat kisah cintanya, tapi coba lihat perjuangan beliau.

Langit Keempat: Nabi Idris

Yang keempat ketemu dengan Nabi Idris. Nabi Idris ini kalau dalam sejarahnya dikenal sebagai nabi yang cerdas. Ada kalau katanya Syed Husein Nasr, Nabi Idris ini bisa disebut filosof pertama. Nanti banyak temuan-temuannya Nabi Idris yang hari ini kita pakai—ada cerita sandal, kemudian model seperti peniti, itu temuannya Nabi Idris. Meskipun tidak tahu riwayatnya dari mana, tapi yang jelas memang masyhur kalau Nabi Idris ini orang cerdas, pintar.

Kalau di bukunya Syed Husein Nasr, Idris itu kalau pakai bahasa Latin jadi Aramis. Nanti kalau pakai bahasa Yunani namanya jadi Hermes. Makanya nanti ada cabang ilmu yang terinspirasi oleh nama Hermes ini sehingga nama ilmunya adalah hermeneutik. Banyak orang anti hermeneutik karena mungkin karena istilahnya saja tidak islami, karena Hermes itu istilah Yunani. Coba diislamkan istilahnya pakai istilah bahasa Arabnya—Hermes itu Idris—mungkin orang tidak protes.

Simbolnya Idris adalah kecerdasan. Jadi menuju Allah itu harus mau mendayagunakan akalnya, tidak hanya kerja keras tapi juga kerja yang cerdas. Ini simbol dari Nabi Idris ditemui oleh Rasulullah di langit keempat. Makanya tadi saya bilang susunannya acak. Iya, karena ini mengikuti kebutuhannya. Jadi setelah ngerti tujuannya, semangat dan siap berjuang, rela berkorban, kemudian kerja keras, semuanya harus diwarnai dengan akal budi. Di situlah masuk kecerdasan di langit yang keempat.

Langit Kelima: Nabi Harun

Di langit kelima bertemulah beliau dengan Nabi Harun. Nabi Harun ini nabi yang memang menemani Nabi Musa, memang diminta oleh Nabi Musa untuk menemani beliau berdakwah. Nabi Musa punya kelemahan memang dalam tata bicara karena beliau waktu kecil oleh Allah diilhami untuk menelan bara api ketika diuji oleh Firaun—disuruh milih antara roti atau api. Sebenarnya mau milih roti, tapi oleh Allah ini kalau milih roti bahaya nyawanya terancam. Akhirnya diambil bara api sehingga kalau ngomong agak cedal, agak pelat Nabi Musa. Itu makanya beliau kurang fasikh dan beliau berdoa diberi teman Nabi Harun. Kalau Nabi Harun ini memang pintar, pandai berkomunikasi.

Berarti apa? Bekal selanjutnya perjalanan menuju Allah harus punya keterampilan berbagi, berkomunikasi. Mengapa di banyak momen kita butuh orang lain? Tidak mungkin jalan sendiri. Salat jamaah butuh orang lain, haji bareng orang lain, zakat memberikan pada orang lain. Kemampuan untuk berbagi, berkomunikasi ini juga nanti jadi kunci. Makanya Rasulullah ketemu juga dengan Nabi Harun. Ini tugas kita juga untuk melatih kemampuan berbagi dengan yang lain.

Langit Keenam: Nabi Musa

Di langit keenam bertemulah kalau ini populer sekali dengan Nabi Musa. Ini nabi yang sangat terkenal gaul kalau ngomong itu enak, mengakerapi bahkan sama Allah juga mengakerapi. Nabi Musa ini adalah simbol dari dua hal kalau menurut saya: keberanian dan keberpihakan.

Keberanian ini tidak perlu ditanyakan lagi. Betapa gagah beraninya seorang Nabi Musa yang dilawan Firaun. Kemudian di banyak cerita beliau betapa tangguhnya sampai sekali pukul ada orang yang tewas zaman beliau muda itu sehingga beliau lari. Jadi berani untuk bicara kebenaran. Kalau dia tidak cocok dia berani protes. Teman-teman silakan dicek di kitab-kitab tafsir tentang kisah-kisah Nabi Musa. Di beberapa ayat itu rasanya Nabi Musa ini komplain kepada Allah. Jadi Allah menetapkan apa, Nabi Musa nawar. Bahkan nanti ada kisahnya Isra Miraj, salat 50 waktu itu provokasinya Nabi Musa pada Nabi Muhammad untuk nawar—yang berani seperti ini Nabi Musa.

Tapi jangan lupa Nabi Musa ini punya ciri keberpihakan yang kuat, berpihak pada yang lemah, yang tertindas. Nabi Musa terkenal kisah beliau menemani Bani Israel. Bani Israel itu nakalnya, curangnya, licinya luar biasa sejak dulu. Tapi mengapa ditemani terus saat itu oleh Nabi Musa, salah bolak-balik sampai nyembah sapi bikinan dari emas? Tetap dimaafkan, ditemani karena saat itu orang-orang Bani Israel ini posisinya sedang tertindas.

Jadi Nabi Musa ini sangat peduli dengan umat yang tertindas, umat yang lemah. Ini menurut saya penting. Di antara bekal nanti perjalanan kita menuju Allah itu kepedulian kita kepada yang lemah dan tertindas. Ini pelajaran dari Nabi Musa. Termasuk ketika tawar-menawar jumlah salat sampai lima, itu yang dipertimbangkan: "Umatmu itu lemah, Muhammad. Jangan mau 50, tawar lagi." Itu berarti apa? Beliau ini memang punya hati yang sangat peduli pada orang-orang yang lemah dan tertindas

. Ini menurut saya kita yang muda-muda harusnya punya kualifikasi Musa ini: berani dan berpihak.

Langit Ketujuh: Nabi Ibrahim

Dan yang langit ketujuh ketemu dengan Nabi Ibrahim. Kalau Nabi Ibrahim ini simbol dari tawakal, istiqamah, pasrah. Ini di puncak perjalanan, apapun hasilnya lakukan seperti Nabi Ibrahim, pasrahkan semua pada Allah. Terimalah apapun keputusan Allah meskipun pahit. Nabi Ibrahim mendapat perintah bahkan untuk membunuh putra tersayang, dijalani karena itu memang ketetapan Allah.

Ini pelajaran terakhir dalam Miraj adalah pelajaran untuk tawakal, pelajaran untuk memasrahkan semuanya kepada Allah. Mental sebagaimana dimiliki oleh Nabi Ibrahim.

Jadi ini menurut saya rahasia di antara rahasia urutan para nabi, tapi ini tafsir untuk anak muda. Nanti akan beda lagi kalau tafsirnya versi para sufi akan beda lagi mungkin tafsir dari sudut pandang yang lain. Ini yang saya sampaikan perjalanannya anak-anak muda menempuh cita-citanya. Karena teman-teman yang muda-muda masih semangat, jadi jangan lupa Nabi Adam, jangan lupa Nabi Yahya dan Isa, jangan lupa Nabi Yusuf, Nabi Idris, Nabi Harun, Nabi Musa, dan Nabi Ibrahim.

Makna Keempat: Kesadaran Profetik

Makna yang keempat—ini penting. Ada pelajaran dari Rasulullah dalam perjalanan Miraj. Ini saya meminjam istilah intelektual muslim Pakistan, Muhammad Iqbal. Beliau punya istilah kesadaran: ada istilah kesadaran mistik, kesadaran profetik.

Rasulullah naik Miraj sampai langsung di posisi berhadap-hadapan dengan Allah. Posisi ini inilah yang dikejar-kejar oleh para sufi, para mistik. Teorinya macam-macam, suluknya macam-macam para sufi itu untuk mencapai makam dekat berhadap-hadapan, bahkan ada yang sampai bilang bersatu—makrifat, syuhud, kasyaf, wahdatul wujud, ittihad, macam-macam. Ini yang dikejar oleh para sufi. Kalau Kanjeng Nabi langsung dianugerahi oleh Allah dengan Miraj bisa berhadap-hadapan meskipun masih min warai hijab.

Pelajaran apa dari situ sebenarnya? Katanya Muhammad Iqbal, ada beda antara kesadarannya para sufi tertentu, kesadaran mistik dengan kesadaran profetik seperti yang dimiliki oleh Rasulullah. Kalau para sufi, puncak perjalanannya bertemu Allah itu selesai. Setelah bertemu Allah, dia asyik di sana, menikmati makamnya, menikmati keasyikannya bersama Allah saja. Beda dengan Nabi, beda dengan Rasulullah. Setelah mengalami puncak masih kembali lagi ke dunia, ke bumi karena sayang dan cinta pada umatnya.

Ini menurut saya pelajaran penting bagi teman-teman yang muda-muda. Hari ini teman-teman sedang berjuang mati-matian menempati diri sampai puncak. Kalau nanti teman-teman sampai puncak jangan berhenti di situ, menikmati kesuksesanmu sendiri, asyik sendiri dengan keberhasilanmu. Pikirkan juga, pedulikan juga orang-orang sekelilingmu, umatmu, orang lain—harus mau berbagi.

Ini kalau para sufi—kritiknya Iqbal—banyak mengkritik sufi-sufi yang pantais. Jadi dia selesai dengan wahdatul wujud, dia selesai dengan makrifat, dia selesai dengan syuhud. Tapi kalau Nabi, padahal ketemu Allah ini puncak-puncaknya nikmat. Kalau teman-teman baca kitab-kitab kuning, besok di surga setelah bermacam-macam kenikmatan kita mendapat satu kenikmatan terakhir paling puncak yaitu bertemu Allah. Dan Rasulullah ketemu langsung saat itu waktu Miraj. Harusnya kalau sudah begitu sudah di situ saja, tidak balik-balik apalagi zaman susah, zaman Nabi sedang banyak ujian.

Tapi karena Rasulullah sangat cinta pada kita, beliau tetap kembali lagi ke bumi, kembali lagi untuk peduli dengan umatnya. Ini namanya kesadaran profetik.

Saya masih ingat ada kalimat dari seorang sufi namanya Abu Yazid Bustomi. Abu Yazid Bustomi ini satu ketika berkata, "Seandainya aku adalah Muhammad, maka setelah mengalami puncak pertemuan dengan Allah, aku tidak akan kembali lagi." Pokoknya pertemuan itu sudah final, selesai. Ngapain lagi? Nyari kembali ke dunia yang semacam turun level gitu kalau bahasanya Abu Yazid Bustomi.

Tapi karena Kanjeng Nabi itu sangat sayang, sangat cinta dengan kita, melepaskan puncak kenikmatan pun tidak berat. Ini namanya kesadaran profetik. Semoga teman-teman yang muda-muda ini—orang-orang berkualitas semua—nantinya kalau sudah mengenyam puncak kualitas dirimu, jangan berhenti dan dinikmati sendiri saja. Tapi siap sedialah untuk berbagi dengan yang lain dalam bentuk apapun. Karena berbagi itu tidak cuma harta, tidak cuma uang. Bisa berbagi ilmu, bisa berbagi wawasan, bahkan sekedar berbagi kepedulian, kebersamaan, itu juga sudah berbagi.

Makna Kelima: Visioner dan Aspiratif

Yang terakhir—saya ambil makna dari upaya Nabi Musa dan Nabi Muhammad untuk nego jumlah salat. Biasanya siapa yang mau membantah perintahnya Allah? Siapa yang berani? Selain takut mungkin juga malu. Seperti Nabi Muhammad terakhir-terakhir malu mau nego lagi. Meskipun Nabi Musa masih memprovokasi—ayolah lima waktu itu masih berat—tapi Nabi Muhammad malu. Sudahlah lima itu sudah hanya sekian persennya dari 50.

Maka ini bahasa saya memahami ini: sebelum memutuskan sesuatu dalam hidup ini, kita harus hidup secara visioner. Visioner itu memandang ke depan. Yang dilakukan oleh Nabi Musa: "Mengkhawatirkan umatmu besok loh, lemah-lemah. Umatmu besok banyak yang mungkin malas-malas, sukanya rebahan saja dan macam-macam." Nabi Musa bisa memprediksi, mungkin dianalogikan dengan umatnya. Umatnya Nabi Musa itu diberi banyak keistimewaan, macam-macam saja masih ngeyel-ngeyel. Sudah dikasih beberapa mukjizat, beberapa kekhususan. Bani Israel sampai hari ini merasa dia kaum yang terpilih. Sudah diberi macam-macam begitu, masih bangkang, masih ngeyel.

Nabi Musa menganalogikan dengan umatnya ini, ini tidak akan jauh-jauh dari umatmu besok Muhammad. Ini kalau bahasa psikologi namanya visioner, melihat ke depan. Kalau dilihat zaman Nabi dan para sahabat, 50 rakaat itu kecil. Karena hanya melihat saat itu saja, sedang semangat-semangatnya beragama, apalagi ada Rasulullah yang nungguin. Tapi karena membaca ke depan, memahami ke depan—ini namanya visioner—maka Rasulullah memberanikan diri untuk nawar perintah-perintah salat itu.

Dan itu bahasa saya, ini tidak menyuarakan diri beliau sendiri. Rasulullah salat 50 waktu sehari itu kecil, simpel, tapi yang disuarakan adalah umat. Ini bahasa saya itu cara berpikir yang aspiratif, mendengarkan aspirasi, suaranya umat. Kalau Rasulullah sendiri yang begitu, simpel 50 waktu tidak berat. Bahkan salat kita yang wajib dan yang sunah kalau kita lengkapi dalam sehari bisa menyentuh 50. Kalau mahasiswa-mahasiswa yang saleh, seandainya 50 pun tidak berat. Tapi banyak saudara-saudara kita yang lima saja dia harus mati-matian.

Ini bahasa saya Rasulullah itu aspiratif, tidak hanya menerima suara-suara dari yang memang sudah jago, tapi juga mempertimbangkan umatnya mungkin yang lemah, yang kesulitan. Jadi visioner plus aspiratif. Di situ terjadi tawar-menawar perintah salat. Ini menurut saya mental yang bisa kita teladani dari Rasulullah dalam peristiwa Isra Miraj.

Penutup

Jangan putus asa karena Allah itu kuasa apapun, termasuk yang paling tidak masuk akal sekalipun. Jadi ini dua kendali utama dalam hidup kita. Sadarilah bahwa manusia itu terbatas, maka jangan sombong. Kenali batasmu, ngerti kapan berhenti, kapan harus maju. Dan jangan putus asa juga karena Allah maha kuasa, termasuk memperjalankan beliau dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa bahkan sampai Miraj.


Referensi: YouTube Channel “Ruang Sinau”

9 Prompt yang Memaksa AI untuk Menulis Seperti Manusia

 9 Prompt yang Memaksa AI untuk Menulis Seperti Manusia

 

01 - Capture Your Unique Style

I want you to analyze the writing style in these three paragraphs I've written, then continue the article in exactly the same voice, maintaining my quirks, sentence structure patterns, and word choices. Don't make the writing 'better' or more formal than mine. Here are my paragraphs: [PASTE 3 PARAGRAPHS OF DISTINCTIVE WRITING]

This prompt is to get an output that mimics a specific and unique human voice, creating stylistic consistency with authentic human writing.


02 - Use Your Unique Voice

Rewrite this social media post caption with the following brand voice [include brand voice]. Make sure that the content follows the guidelines and does not deviate from the voice. The content should stand out, and people who read it should know that it's from my brand from the voice alone.

AI's generic tone lacks identity. A distinct voice says that a tech firm's blend of expertise and support sets content apart.


03 - Personify the AI

You're a social media manager. Rewrite the given caption on [topic], and make sure that you make the content witty, relateable, while being entertaining and crisp. Don't be too casual and drive the main point across without being too verbose. Also include a CTA for engagement related to the topic of the post.

AI struggles with humor and personality. Personifying adds flair and make the content more relatable and human-like.


04 - Make Products Come Alive

Transform this list of product features into a narrative about how a user named [NAME] integrates this product into their daily life. Focus on specific moments in their day, include some minor frustrations or learning curves, use dialogue occasionally, and make the benefits emerge naturally through the story rather than being explicitly stated. Product features: [PASTE FEATURES]

Turn dry product or feature lists into clear, scenario-driven stories that show how the product works in real-life situations, without generic, AI-style feature-benefit claims.


05 - Emails from Template to Human

Transform this marketing email into something that feels like it was actually written by a person, not an email marketing system. Remove any corporate speak, use a conversational greeting, include one brief personal update or seasonal reference that's unrelated to the main message, and make the call-to-action sound like a genuine suggestion rather than a marketing command. Here's the email: [PASTE TEXT]

Write marketing emails that feel human, casual, timely, and friendly without sounding like a sales script.


06 - Show How Ideas Develop

Rewrite this article to show evolving thoughts on the topic. Start with one perspective, then show nuance developing as the piece progresses. Include phrases like 'At first I thought...' or 'I've since realized...' to show your thinking changing. End with a more complex view than you started with. Here's the article: [PASTE TEXT]

Content that displays the evolution of thought rather than presenting fully-formed conclusions reflects how humans think, resulting in a more human output.


07 - Complex Ideas to Relatable

Rewrite this technical explanation using 2-3 creative metaphors or analogies that would help a non-expert understand the concept. Develop at least one of these metaphors across several sentences, rather than just mentioning it once. Make sure the metaphors feel original—avoid clichés like 'tip of the iceberg' or 'thinking outside the box.' Here's the explanation: [PASTE TEXT]

Turn technical explanations into clear, engaging stories using fresh, extended metaphors that help non-experts instantly get it.


08 - Reviews with Personal Journey

Rewrite this product review to incorporate personal experience elements. Include specific details about how you used the product, one minor frustration you encountered, how you resolved it, and one unexpected benefit you discovered after using it for a while. Make the timeline of your experience clear. Here's the review: [PASTE TEXT]

Write reviews that feel lived-in, real use, a small fixable hiccup, and an unexpected perk discovered over time.


09 - Second Draft Method

Rewrite this content as if it's your second draft, not your first rough attempt, but not perfectly polished either. Fix any major issues, but leave some sentences that could be tightened further. Include one place where you revisit and expand on an earlier point because you realized it needed more explanation. Here's the content: [PASTE TEXT]

Write with a second-draft feel, polish the big issues, keep a few rough edges, and revisit ideas naturally for human flow.


Sumber: IG @youngurbanproject

8 Budak Digital yang Siap Melayani 24 Jam

 8 Budak Digital yang Siap Melayani 24 Jam  

 

1. PERPLEXITY AI

Jabatan: Research Assistant.

Jobdesk: Gak usah pusing scrolling Google sampai halaman 10. Dia bakal kasih jawaban singkat, padat, jelas, plus kasih tahu sumbernya biar kamu gak dikira sebar hoax.


2. DESCRIPT

Jabatan: Video Editor.

Jobdesk: Edit video sekarang segampang edit file Word. Salah ngomong? Tinggal hapus teksnya, videonya ikut terpotong. Berasa punya kekuatan sihir!.


3. LUMA AI

Jabatan: Video Editor.

Jobdesk: Bikin video 3D yang estetik dan cinematic cuma modal ketik doang. Cocok buat kamu yang pengen konten kelihatan mahal tapi modal jempol doang.


4. GAMMA

Jabatan: Slide Deck Creator.

Jobdesk: Kamu fokus mikirin apa yang mau diomongin aja, biar dia yang pusing mikirin desain dan struktur slide-nya biar gak ngebosenin.


5. FLIKI

Jabatan: Voice Actor.

Jobdesk: Ubah tulisan kamu jadi suara yang enak didengar. Gak perlu sewa studio atau dubber mahal buat bikin voice over konten.


6. RELUME

Jabatan: Website Designer.

Jobdesk: Pengen punya website tapi bingung koding? Kasih dia perintah lewat teks, dan boom kerangka website kamu langsung jadi.


7. NANOBANANA

Jabatan: Personal Artist.

Jobdesk: Apapun gambar halu yang ada di otakmu, dia bisa bikin visualnya secara instan sesuai permintaan.


8. SUNO AI

Jabatan: Music Editor.

Jobdesk: Punya ide nada atau lirik di kepala? Dia bakal ubah ide itu jadi musik beneran. Siap-siap bikin album tanpa harus bisa main gitar!.


Sumber: IG @ditekindo  

Rabu, 21 Januari 2026

12 Alat AI dari Google

 12 Alat AI dari Google

Mana yang Anda gunakan?


1. Google AI Studio

Pengembang dan penggemar AI menggunakannya untuk memahami bagaimana perintah memengaruhi output, sangat cocok untuk menyempurnakan hasil sebelum menerapkan aplikasi AI atau chatbot.

________________________________________

2. NotebookLM

Mengubah dokumen, PDF, atau bahkan transkrip menjadi ringkasan, kuis, dan peta pikiran, menjadikannya alat belajar atau produktivitas yang luar biasa.

________________________________________

3. Gemini Gems

Memungkinkan pengguna untuk membuat asisten AI yang dipersonalisasi dengan instruksi khusus, konteks, dan bahkan file yang diunggah.

________________________________________

4. Google Veo3

Menggunakan perintah teks kreatif, Veo 3 dapat menghasilkan klip video sinematik atau menganimasikan gambar statis dengan gerakan realistis.

_______________________________________

5. Firebase Studio

Memungkinkan untuk membangun dan menerbitkan situs web dan aplikasi seluler bertenaga AI dengan cepat, dengan dukungan backend yang kuat.

________________________________________

6. Gemini Live

Anda dapat menyelenggarakan rapat interaktif, mendapatkan saran instan, atau memiliki AI yang ikut presentasi bersama Anda selama sesi langsung.

________________________________________

7. Nano Banana

Membantu kreator mengedit, membuat cabang, dan menyempurnakan gambar yang dihasilkan AI menjadi beberapa versi.

________________________________________

8. Google Imagen

Menghasilkan gambar atau klip audio dari perintah sederhana, sempurna untuk desainer, pemasar konten, dan pembuat video.

________________________________________

9. Google Pomelli

Membantu bisnis kecil hingga menengah dengan mudah menghasilkan kampanye media sosial yang terukur dan sesuai merek.

________________________________________

10. Google Whisk

Memungkinkan Anda menggunakan gambar sebagai perintah untuk memvisualisasikan ide Anda dan menceritakan kisah Anda.

________________________________________

11. Google Opal

Cukup ketik apa yang ingin Anda buat dengan bahasa alami dan Opal akan membangun alur kerja yang dapat Anda edit dan membuat aplikasi mini untuk Anda dalam hitungan menit.

________________________________________

12. Google Lumiere

Model difusi teks-ke-video yang dirancang untuk mensintesis video yang menggambarkan gerakan realistis, beragam, dan koheren.

Sumber gambar:

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/01/Google_AI.png?20241219201840

Semoga membantu!


Referensi: IG youngurbanproject




7 Situs Web untuk Mempelajari Semua Hal Secara Gratis

 7 SITUS WEB GRATIS UNTUK MEMPELAJARI SEMUA HAL SECARA GRATIS

 

1. learnvern.com

• Kursus dalam Bahasa Hindi (Pemrograman, Desain, Pemasaran & lainnya) • Dibuat untuk siswa India • Unduh sertifikat juga!

________________________________________

2. classcentral.com

• Mengumpulkan kursus dari Harvard, MIT, Coursera, edX • 100% Gratis + Ulasan disertakan • Pelajari apa saja mulai dari ilmu data hingga sejarah

________________________________________

3. openculture.com

• Kursus Ivy League • Konten audio & video yang dapat diunduh Pelajari seni, pemrograman, filsafat & lainnya

________________________________________

4. digitaldefynd.com

• Ribuan daftar kursus gratis • Temukan kursus terbaik di berbagai platform • Sertifikat gratis disertakan

________________________________________

5. theodinproject.com

• Kurikulum pengembangan full stack Sumber terbuka & ramah pemula Cocok untuk pembelajaran mandiri

________________________________________

6. greatlearning.com

• Pelajari Teknologi, AI, Ilmu Data, Cloud, dan lainnya Kursus dari Stanford, IIT & perusahaan top Sertifikat gratis untuk setiap kursus

________________________________________

7. alison.com

• Lebih dari 4000 kursus gratis Bisnis, Teknologi, Keterampilan lunak Bersiaplah kerja & dapatkan sertifikasi

________________________________________

Semoga membantu!

Sumber: IG webstrom_tech

10 Keterampilan AI yang Anda Butuhkan di Tahun 2026

 

10 KETERAMPILAN AI YANG ANDA BUTUHKAN DI TAHUN 2026

________________________________________

1. Rekayasa Respons Cepat (Prompt Engineering)

Apa Itu: Perbedaan antara output rata-rata dan jawaban yang dapat Anda tindak lanjuti.

Kapan Menggunakannya: Kapan pun Anda membutuhkan AI untuk berpikir seperti seorang ahli strategi atau operator dan bukan sebagai chatbot.

Alat:

• ChatGPT

• Gemini

• Claude

• Perplexity

________________________________________

2. Agen AI (AI Agents)

Apa Itu: Agen adalah AI yang tidak hanya membalas tetapi benar-benar menyelesaikan tugas dari awal hingga akhir tanpa input Anda.

Kapan Menggunakannya: Mengotomatiskan pekerjaan yang biasanya Anda serahkan kepada seorang magang atau menghabiskan waktu Anda: pembuatan prospek, riset, penjadwalan, dll.

Alat:

• OpenAI Agents

• CrewAI

• LangGraph

• LangChain

________________________________________

3. Otomatisasi Alur Kerja (Workflow Automation)

Apa Itu: Menghubungkan alat-alat Anda sehingga pekerjaan rutin dapat dilakukan tanpa Anda.

Kapan Menggunakannya: Pelaporan, orientasi karyawan baru, entri data, dll. Jika dapat diulang, Anda dapat mengotomatisasinya dengan alat-alat ini.

Alat:

• Make

• Zapier

• N8N

• Bardeen

________________________________________

4. Agen Otomatis (Agentic Agents)

Apa Itu: AI yang dapat merencanakan, beradaptasi, dan mengoreksi diri sendiri alih-alih hanya mengikuti skrip tetap.

Kapan Menggunakannya: Tugas kompleks dan multi-langkah seperti riset, operasional, atau QA di mana fleksibilitas lebih penting daripada alur kerja yang kaku.

Alat:

• OpenAI o1

• Claude

• Reflexion

• DSPy

________________________________________

5. AI Multimodal (Multimodal AI)

Apa Itu: AI yang bekerja di seluruh teks, gambar, audio, dan kode dalam alur yang sama.

Kapan Menggunakannya: Mengubah ide kasar menjadi kampanye lengkap: teks, visual, video, sulih suara.

Alat:

• Gemini

• Claude 3.5 Sonnet

• OpenAI Vision

• Stable Audio

________________________________________

6. RAG (Retrieval-Augmented Generation)

Apa Itu: Mengajari AI untuk mengambil data dari data Anda alih-alih mengarang informasi.

Kapan Digunakan: Dukungan pelanggan, pemberdayaan penjualan, pengetahuan internal - akurasi itu penting.

Alat:

• Pinecone

• LlamaIndex

• HayStack

• Elasticsearch

________________________________________

7. AEO / GEO (Answer & Generative Engine Optimisation)

Apa Itu: SEO untuk era AI. Memastikan merek Anda muncul dalam jawaban AI.

Kapan Digunakan: Ketika prospek Anda mulai bertanya kepada ChatGPT alih-alih Google untuk hal-hal spesifik tentang merek atau sektor Anda.

Alat:

• Searchable

• Trakkr

• Screaming Frog

________________________________________

8. Penggabungan Alat AI (AI Tool Stacking)

Apa Itu: Menggabungkan alat favorit Anda sehingga berjalan sebagai satu sistem.

Kapan Digunakan: Untuk membangun alur kerja yang selalu aktif yang mengurangi biaya dan membebaskan tim Anda.

Alat:

• Notion AI

• ClickUp AI

• Airtable AI

• Zapier AI

________________________________________

9. Pembuatan Konten AI (AI Content Generation)

Apa Itu: Konten dalam skala besar tanpa membangun tim pemasaran beranggotakan 10 orang.

Kapan Digunakan: Postingan harian, pengeditan video, podcast, mengubah konten panjang menjadi pendek.

Alat:

• Descript

• Saywhat

• OpusClip

• ElevenLabs

________________________________________

10. Manajemen LLM (Management LLM)

Apa Itu: Mengontrol biaya, akurasi, dan kinerja di seluruh AI yang Anda gunakan.

Kapan Digunakan: Setelah AI menjadi inti dari operasi Anda dan Anda membutuhkan visibilitas pada ROI.

Alat:

• Arize AI

• TruLens

• Helicone

• Weights & Biases

 

Sumber: IG Cyphyr.ai

Sabtu, 17 Januari 2026

Profil IG Dalam Bentuk Hologram

 

PROFIL IG DALAM BENTUK HOLOGRAM

 

Bayangkan sebuah foto profil yang tidak hanya diam, tetapi seolah hidup dan memancarkan cahaya dari setiap sudut. Hologram menghadirkan dimensi baru dalam cara kita menampilkan diri, menjadikan gambar biasa berubah menjadi pengalaman visual yang futuristik dan penuh kejutan.

Membuat foto profil hologram bukan sekadar tren, melainkan cara kreatif untuk menunjukkan identitas dengan sentuhan teknologi yang memikat. Bagaimana sebuah gambar bisa terasa nyata, berlapis, dan seakan melayang di depan mata? Di sinilah rasa penasaran mulai tumbuh—dan jawabannya akan membawa Anda masuk ke dunia visual yang lebih dari sekadar dua dimensi.

Sumber gambar: www.vision3d.in


3 Contoh Instagram Holographic Style

Contoh #1: "A dramatic cinematic macro shot of a human hand interacting with a holographic Instagram profile card, accurately recreating the UI, profile grid, and post grid from the reference image. The hologram glows with neon magenta and electric blue reflections, semi-transparent glass surface. Background features a dark cyberpunk-inspired studio with blurred neon lights and soft bokeh. Shot on 85mm macro lens, f/1.8, ultra-detailed, 4K photorealism."

Contoh #2: "A cinematic macro photograph of a realistic human hand presenting a translucent holographic Instagram profile card, faithfully replicating the UI and grid posts from the reference image. The hologram emits gentle cyan and violet light, with smooth glass textures and floating UI elements. Background is a dim sci-fi studio with volumetric lighting and creamy bokeh. Captured using an 85mm macro lens, f/1.8, 4K resolution, photorealistic editorial style."

Contoh #3: "A cinematic close-up shot of a human hand holding a sleek holographic card showcasing the exact Instagram profile interface from the reference image. The hologram appears ultra-clean, semi-transparent glass with subtle glowing edges and light refractions. The scene is set in a modern AI-inspired studio with soft blue and purple ambient light and a blurred background. Shot with an 85mm lens at f/1.8, sharp details, realistic skin texture, 4K photorealistic style."

Sumber: IG @ngontenpakeai.id