Cari Blog Ini

Kamis, 27 November 2025

Panduan dan Persyaratan Beasiswa LPDP

 

Panduan dan Persyaratan Beasiswa LPDP


I. Dokumen yang Diperlukan

5 Dokumen Krusial yang Harus Kamu Siapkan Sebelum Mendaftar Beasiswa LPDP:

  1. Sertifikat Bahasa Inggris
    • Sertifikat bahasa Inggris merupakan dokumen yang wajib yang harus kalian lampirkan saat mendaftar beasiswa LPDP. Pihak LPDP sendiri menerima beberapa tipe sertifikat bahasa Inggris seperti sertifikat TOEFL ITP, TOEFL iBT, IELTS, dan PTE Academic dengan ketentuan berikut:
    • Sertifikat berlaku paling lambat pada 2 (dua) tahun terakhir, terhitung sampai dengan tanggal pengumuman hasil sanggah pada periode pendaftaran berjalan.
    • Sertifikat diterbitkan oleh ETS, PTE Academic, atau IELTS.
    • Syarat minimal skor tiap sertifikat sebagai berikut:

Jenjang

TOEFL ITP

TOEFL iBT

IELTS

PTE Academic

S2 dalam negeri

500

61

60

50

S2 luar negeri

-

80

6.5

58

S3 dalam negeri

530

70

6.0

50

S3 luar negeri

-

94

7.0

65

tatan: TOEFL ITP hanya bisa digunakan untuk peserta yang mendaftar program S2/S3 dalam negeri saja.


Sumber gambar: https://cdn.rri.co.id/berita/Pusat_Pemberitaan/o/1736752106955-1000124670/izo4a1x6w0r3ljh.jpeg

  1. Surat Rekomendasi
    • Surat rekomendasi beasiswa adalah surat resmi yang diberikan oleh seseorang dengan kapabilitas untuk memberi penilaian atau informasi mengenai karakter atau pencapaian peserta yang mendaftar beasiswa.
    • Surat rekomendasi ini bisa diberikan oleh dosen, atasan, pejabat daerah maupun relasi akademis lainnya yang pernah bersinggungan dengan kalian terkait hal profesional seperti proyek, kegiatan sosial, maupun karir.
    • Minta ke orang yang paling kenal dan mendukung.
    • Gunakan format beasiswa LPDP yang disediakan.

  2. Proposal Penelitian
    • Dokumen yang satu ini khusus diperuntukkan bagi pendaftar beasiswa LPDP jenjang doktor (S3). Pelamar diminta untuk menuliskan proposal penelitian dengan 1.500-2.000 kata yang mana berisikan judul penelitian, latar belakang, rumusan masalah, tujuan, metode, manfaat yang diharapkan, serta kesimpulan.

  3. Sertifikat Pendukung
    • Sertifikat pendukung di sini merujuk pada cerita pengalaman yang telah kalian cantumkan di esai beasiswa LPDP. Walaupun bukan dokumen wajib yang harus diunggah, kalian perlu mempersiapkan dokumennya ya. Sertifikat ini bertujuan untuk mendukung dan memperkuat apa yang telah kalian sampaikan. Meskipun opsional, banyak awardee yang menyarankan untuk membawa sertifikat prestasi/kegiatan sosial/organisasi untuk ditunjukkan pada sesi wawancara sebagai bukti pendukung statement kalian.

  4. Publikasi/Karya Ilmiah (Jika ada)
    • Jika memiliki publikasi atau karya ilmiah, sebutkan judul, jurnal, atau konferensi tempat publikasi tersebut diterbitkan.

  5. Penghargaan dan Sertifikat
    • Cantumkan penghargaan atau sertifikat yang relevan (misalnya, penghargaan akademik, sertifikat keahlian, TOEFL/IELTS, dan sebagainya).

II. Menulis Esai Beasiswa

Kuasai Rangkuman Syarat Ini Agar Lebih Mudah Lolos Beasiswa LPDP

Esai Beasiswa

Esai beasiswa merupakan sebuah tulisan yang disusun dengan tujuan untuk meyakinkan pihak pemberi beasiswa bahwa pelamar merupakan kandidat yang mereka cari. Umumnya terdapat 3 komponen penting yang harus ada di esai beasiswa LPDP, yaitu:

Structure essay (introduction-body-closing):

  • Introduction/Pengenalan Diri (terdiri dari data diri & pengalaman)
    • Data diri ditulis dengan metode PAWS.
    • Pengalaman ditulis dengan metode STAR.
    • Pada bagian ini, kalian bisa menuliskan data diri seperti nama serta domisili tinggal. Kemudian bisa kalian lanjutkan dengan latar belakang pendidikan kalian. Lalu lanjutkan dengan perjalanan profesional (karir) setelah lulus dan apa yang saat ini sedang kalian lakukan. Kalian juga bisa menambahkan cerita tentang pengalaman kalian yang relevan dengan studi kalian.

  • Body/Rencana Studi
    • Pada bagian masalah solusi, tulis dengan menggunakan metode REDS.
    • Tuliskan program studi dan kampus tujuan kalian. Jelaskan motivasi mengenai pilihan tersebut. Tunjukkan poin-poin unggul jika kalian melanjutkan studi di prodi dan kampus tersebut. Kalian juga bisa menceritakan pengalaman yang dapat mendukung atau memperkuat alasan mengapa program studi dan kampus tersebut merupakan pilihan yang tepat untuk kalian.

  • Closing/Rencana Kontribusi
    • Pada bagian rencana pasca study, ditulis dengan metode SMART.
    • Angkat permasalahan atau isu di Indonesia (harus yang relevan dengan program studi tujuan) yang menurut kalian penting dan urgent sehingga harus segera dilakukan tindakan agar tidak memperparah keadaan. Kaitkan isu tersebut dengan rencana kontribusi kalian. Tuangkan ide kalian mengenai solusi atas permasalahan tersebut. Jelaskan bahwa program studi tujuan dapat membantu keberlangsungan solusi yang telah kalian jelaskan sebelumnya.
  • Catatan: Bisa mentoring essay beasiswa di Scholars.

III. Surat Rekomendasi

Siapa Perekomendasi yang Tepat?

  • Dosen Pembimbing Skripsi/Akademik
    • Penjelasan: Dosen pembimbing adalah pilihan yang sangat tepat untuk memberikan surat rekomendasi LPDP karena memiliki pemahaman mendalam tentang kemampuan akademik, karakter, dan potensi mahasiswa yang didasarkan pada pengalaman langsung seperti pembimbingan penelitian, skripsi atau tugas akhir. Dosen pembimbing dapat memberikan penilaian yang objektif, spesifik, dan relevan, yang tercermin pada pencapaian konkret mahasiswa serta menjelaskan bagaimana kemampuan tersebut sejalan dengan tujuan beasiswa LPDP. Selain itu, dosen pembimbing juga dapat memberikan gambaran yang lebih personal tentang keseriusan mahasiswa dalam mengembangkan diri sehingga meningkatkan kredibilitas surat rekomendasi.

  • Atasan Kerja
    • Penjelasan: Atasan kerja sangat cocok untuk memberikan surat rekomendasi LPDP karena memiliki pengalaman langsung dalam kontribusi kamu di lingkungan kerja. Sebagai seseorang yang telah bekerja sama secara langsung atasan dapat memberikan penilaian yang maksimal tentang kemampuan kamu dalam menyelesaikan tugas, bekerja sama dalam tim serta mengelola tanggung jawab dengan baik. Rekomendasi dari atasan juga mencerminkan kemampuan kamu dalam dunia profesional, seperti kepemimpinan, problem solving, dan etos kerja yang sangat relevan dengan kriteria LPDP. Selain itu, atasan dapat menjelaskan bagaimana pengalaman kerja kamu dapat mendukung kesuksesan studi lanjutan dan memberikan dampak positif pada masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.

  • Tokoh Masyarakat
    • Penjelasan: Jika kamu adalah seorang pengusaha atau penggiat sosial, rekomendasi dari tokoh masyarakat sangat relevan karena dapat menilai sejauh mana kontribusi sosial yang telah diberikan baik melalui inisiatif kewirausahaan maupun sosial program yang berdampak positif pada masyarakat. Tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh dan pemahaman mendalam tentang dinamika sosial, dapat memberikan penilaian tentang kemampuan dalam memimpin yang mengutamakan kesejahteraan masyarakat, serta dalam membangun hubungan dengan berbagai pihak. Rekomendasi dari tokoh masyarakat akan menunjukkan bagaimana kamu berkontribusi dalam perubahan sosial dan memiliki potensi untuk mendukung visi LPDP dalam mencetak pemimpin yang dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa.

IV. Curriculum Vitae (CV)

Ini 6 Struktur dan 4 Tips Jitu Supaya CV-mu Dilirik Tim Penyeleksi Beasiswa LPDP

6 Struktur CV Beasiswa LPDP:

  1. Informasi mengenai identitas yang ditulis secara jelas.
  2. Rekam jejak pendidikan mulai dari yang paling terbaru.
  3. Pengalaman profesional/magang sangat baik jika memiliki dan dicantumkan.
  4. Pengalaman dalam kepanitiaan dan organisasi yang mencerminkan bahwa kamu kandidat yang aktif.
  5. Penghargaan dan bukti prestasi yang relevan dengan bidang yang kamu ajukan.
  6. Kemampuan penunjang seperti soft skill dan hard skill di bidang yang sesuai lebih baik.

Tips Penting dalam Menulis CV:

  1. Bahasa yang jelas dan spesifik serta pastikan tujuan penulisan adalah untuk mengekspresikan diri.
  2. Perhatikan kesalahan umum berupa kesalahan ejaan tata bahasa serta pastikan semua informasi penting seperti email dan nomor kontak tercantum dengan jelas.
  3. Urutkan pengalaman terbaru terlebih dahulu sertakan juga lisensi, pencapaian, penghargaan, sertifikat, dan informasi relevan.
  4. Hindari penggunaan bahasa gaul dan singkatan serta singkatan yang tidak umum. Jangan menyertakan gambar atau menggunakan kata ganti.

Pastikan 9 Hal Ini Ada dalam CV-mu Agar Terlihat Menarik di Mata Penyeleksi Beasiswa LPDP:

  1. Data Pribadi: Nama lengkap, Informasi kontak (alamat, nomor telepon, dan email yang aktif), Tanggal dan tempat lahir. Jangan mencantumkan informasi yang kurang relevan, seperti status pernikahan.
  2. Ringkasan Profil: Deskripsi singkat tentang diri kamu, minat, dan tujuan akademik atau karir. Tunjukkan minat kamu terhadap bidang studi dan sesuaikan dengan tujuan LPDP.
  3. Pendidikan: Rincian pendidikan terakhir hingga jenjang pendidikan tertinggi (nama lembaga, jurusan, dan tahun kelulusan). Sebutkan prestasi akademik, seperti IPK, beasiswa, atau penghargaan yang pernah diterima.
  4. Pengalaman Kerja: Cantumkan pekerjaan atau posisi relevan yang pernah kamu pegang, terutama jika berhubungan dengan bidang studi yang kamu ambil. Sertakan nama perusahaan, posisi, periode kerja, serta tanggung jawab dan pencapaian yang relevan.
  5. Pengalaman organisasi atau kepanitiaan: Jelaskan pengalaman organisasi, kepanitiaan, atau kepemimpinan yang pernah diikuti. Tampilkan peran dan kontribusi kamu, terutama yang memperlihatkan kemampuan kerja sama dan kepemimpinan.
  6. Pengalaman Penelitian/Proyek: Jika kamu memiliki pengalaman penelitian atau proyek yang relevan, sertakan judul penelitian, tujuan, serta peran kamu di dalamnya.

V. Kemampuan Bahasa Inggris

TOEFL/IELTS

Miliki Basic English yang baik. Minimal B1 (pre intermediate).

  • Vocabulary TOEFL/IELTS: Pahami terminologi khusus, Collocation, Advance vocabulary.
  • Listening TOEFL/IELTS: Pahami -s/dan -d/sound, Linking word, idiomatic expression.
  • Writing IELTS: Pahami compound complex sentence, reduced form, inverted form.
  • Speaking IELTS: Pahami phrase, vocab dalam context yang sesuai.
  • Bisa belajar TOEFL/IELTS di Scholars.

 

Referensi:

Dirangkum dari berbagai sumber

Rabu, 26 November 2025

Delapan Macam Kecerdasan Howard Gardner


 

Delapan Macam Kecerdasan Howard Gardner

 

Kita harus akui bahwa kecerdasan alias intelegensi sebetulnya beragam. Masing-masing dari kita tentu punya kecerdasan tersendiri. Hanya saja, kecerdasan yang kita miliki bisa berbeda satu dengan lainnya. Sayangnya, kebanyakan dari kita cuma bisa berfokus pada satu atau sebagian intelegensi saja dan mengabaikan yang lain. Apakah kamu juga demikian? Mungkin banyak dari kita yang memang belum tahu tentang beragam kecerdasan yang ada.

Seorang ahli psikologi, Howard Gardner adalah yang paling populer dalam mengelompokkan ragam kecerdasan dari manusia. Menurutnya, kecerdasan manusia terbagi ke dalam delapan macam. Ya, jadi bukan hanya soal matematika saja ya! Memangnya, apa saja sih delapan kecerdasan tersebut?

Kecerdasan bahasa (linguistic)

Kecerdasan ini melingkupi kemampuan individu yang berhubungan dengan berbicara dan menulis. Ya, jika kamu cerdas dalam ranah bahasa, maka kamu bisa menjadi seorang novelis, komedian, jurnalis, guru, dan pelatih yang hebat.

Kecerdasan logis-matematis (logical-mathematical)

Ini dia kecerdasan yang paling populer dan paling diakui di masyarakat awam. Kecerdasan ini berhubungan dengan penalaran, berhitung, dan berpikir secara logis. Jika kamu adalah orang yang cerdas dalam matematika-logika, maka kamu cocok sekali berprofesi sebagai akuntan, arsitek, programmer komputer serta profesi lain yang berkaitan dengan penalaran logis.

Kecerdasan visual (visual-spatial)

Kecerdasan satu ini terkait dengan kemampuan individu dalam hal melukis dan memotret. Orang-orang yang memiliki kecerdasan visual spasial menonjol, umumnya cocok sekali berprofesi sebagai seorang fotografer, penari, atlet, dan mekanik.

Kecerdasan musikal (musical)

Dari namanya saja, tentu kamu sudah tahu kalau kecerdasan ini terkait dengan kemampuan individu dalam hal musik. Ia umumnya lihai memainkan alat musik, bernyanyi, bahkan mengubah lagu. Seseorang yang menonjol pada kecerdasan ini umumnya pas sekali menjadi seorang musisi, cheerleader, dan komposer.

Kecerdasan kinestetik atau perasa (bodily-kinesthetic)

Kecerdasan yang satu ini erat sekali kaitannya dengan kemampuan individu dalam menggunakan anggota tubuhnya untuk merasakan sesuatu. Nah, kalau kamu tergolong individu yang menonjol pada kecerdasan ini , maka ambillah pekerjaan sebagai artis, aktor, dan ahli bedah. Hmm, pekerjaan yang hebat bukan?

Kecerdasan interpersonal

Orang yang memiliki kecerdasan interpersonal ini yang baik akan mampu membina hubungan dengan individu lain dengan sangat baik. Jadi, di kehidupan sehari-harinya, ia akan memiliki banyak teman, mudah bergaul, atau istilah umumnya adalah supel. Nah bagi kamu yang merasa memiliki kecerdasan interpersonal yang baik, coba saja mengasahnya dan jadilah seorang diplomat, aktivis, negotiator, konselor, atau pendidik dan sejenisnya.

Kecerdasan intrapersonal

Berkebalikan dengan kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal ini menyangkut kemampuan individu dalam mengelola perasaan dan kesadaran diri sendiri. Ya, sederhananya adalah bagaimana ia bisa berhubungan dan menguasai dirinya sendiri dengan sangat baik. Untuk orang-orang yang memiliki tingkat kecerdasan intrapersonal yang baik, mereka umumnya berprofesi sebagai psikolog, philosopher, terapis, dan motivator.

Kecerdasan eksistensial

Kecerdasan eksistensial ini adalah jenis kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan individu untuk dapat memahami dan mengejar pertanyaan pokok tentang makna dan misteri kehidupan. Hmm, kecerdasan yang cukup rumit bukan? Kecerdasan ini bisa juga dipahami sebagai kemampuan untuk melakukan analisis makna.


Sumber: https://anaklangit.com/wp-content/uploads/2017/12/820jenis20kecerdasan20yang20bisa20dimiliki20manusia-1.jpg

Kecerdasan yang menonjol pada diri seseorang secara otomatis juga akan memengaruhi cara belajar seseorang. Kita ambil contoh orang yang menonjol kecerdasan kinestetik atau perasanya, karena lebih pandai mengelola anggota tubuhnya, maka ia juga akan lebih mudah belajar ketika ia memanfaatkan anggota tubuhnya untuk merasakan objek-objek yang dipelajarinya. Jadi, semisal ia harus belajar tentang ilmu fisika, akan lebih mudah baginya untuk memahami materi menggunakan alat peraga. Membaca buku atau mendengarkan keterangan dari guru saja rasanya masih kurang cukup untuk membuatnya paham.

Bila merujuk pada delapan macam kecerdasan yang dikelompokkan oleh Howard Gardner ini, kita harus setuju kalau masing-masing orang pada dasarnya adalah orang yang cerdas. Hanya saja, kecerdasan masing-masing orang ini pun berbeda. Ada yang cerdas dalam hal matematis, ada yang cerdas dalam hal musik, ada yang interpersonal, dan lain sebagainya. Kebanyakan orang hanya memiliki satu atau beberapa kecerdasan saja yang menonjol, sementara kecerdasan lainnya tidak begitu berkembang. Ini adalah kondisi yang wajar. Amat jarang orang yang memiliki kecerdasan tinggi di semua jenis kecerdasan yang ada. Mengembangkan keseluruhan kecerdasan tersebut pada satu individu pun juga terbilang hal yang teramat susah.

Jadi, berpuaslah meski kamu hanya cerdas dalam beberapa jenis kecerdasan saja. Jangan merasa bodoh karena kamu tidak menonjol dalam kecerdasan matematika. Kembangkan saja kecerdasan yang dominan yang sudah kamu miliki.

Selain dari delapan kecerdasan tadi, sebetulnya masih ada lagi kelompok kecerdasan lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan. Kecerdasan tersebut adalah kecerdasan naturalis-intuisi dan kecerdasan spiritual atau ESQ (Emotional Spiritual Quotient). Apa perbedaan dari keduanya?

Kecerdasan naturalis-intuisi

Kecerdasan ini merupakan kemampuan individu yang berhubungan dengan kepekaannya terhadap lingkungan alam. Orang yang cerdas dalam hal ini memiliki kepekaan alami yang mendalam. Intuisinya berkembang dengan sangat baik.

Kecerdasan spiritual atau ESQ

Kecerdasan ini terkait dengan kecerdasan emosi dan spiritual. Jenis kecerdasan ini terkait dengan kemampuan individu untuk mengaktulisasikan dirinya dan juga untuk mengelola emosinya. ESQ ini juga berhubungan dengan keyakinan atau agama yang dianut oleh seseorang.

Catatan Tambahan

·         Seseorang secara umum hanya memiliki satu atau beberapa kecerdasan saja yang menonjol, sementara kecerdasan lainnya tidak begitu berkembang, dan ini adalah kondisi yang wajar.

·         Kecerdasan yang menonjol pada diri seseorang juga akan memengaruhi cara belajar seseorang. Misalnya, orang dengan kecerdasan kinestetik akan lebih mudah belajar menggunakan alat peraga.

Referensi:

Wijayati, Hasna. 2017. Think Beyond the Box. Yogyakarta: Psikologi Corner

Sabtu, 14 Juni 2025

Tri Hita Karana, Mendorong Hidup Dalam Keharmonisan

 

TRI HITA KARANA, MENDORONG HIDUP DALAM KEHARMONISAN

Oleh: Trimanto B. Ngaderi*)

 

Akhir-akhir ini bencana alam sering sekali terjadi. Mulai dari banjir bandang, tanah longsor, kebakaran hutan, hama tikus yang menyerang tanaman padi, perubahan iklim, hingga meningkatnya pemanasan global. Alam seolah-olah begitu murka dengan nafsu serakah manusia. Bencana alam seakan memberikan “alarm” bahwa perilaku manusia telah jauh melampaui batas.

Betapa tidak. Manusia begitu rakus mengeksploitasi alam. Mulai dari penebangan pohon, penggundulan hutan, kegiatan pertambangan, perburuan satwa liar, alih fungsi lahan, dan sebagainya. Mereka tidak sekedar mengambil dari alam sesuai yang dibutuhkannya. Namun, mereka mengambil sebanyak mungkin demi memupuk pundi-pundi kekayaan.

Mereka tak peduli lagi terhadap dampak negatif akibat ulah keserakahan mereka. Mereka sengaja menutup mata atas kerusakan lingkungan, pencemaran air dan udara, musnahnya satwa langka, dan hancurnya tatanan ekosistem. Paham kapitalisme yang mereka usung hanya berorientasi kepada akumulasi modal. Mereka rela mengorbankan orang banyak demi kekayaan bagi segelintir orang.

Parahnya lagi, mereka memisahkan antara manusia, alam semesta, dan Tuhan.  



Tri Hita Karana

Setiap agama dan kepercayaan memiliki konsep yang mengatur hubungan antara manusia, alam semesta, dan Tuhan. Demikian halnya dengan agama Hindu, ada yang disebut dengan “Tri Hita Karana”, yaitu konsep hidup yang tangguh. Hidup yang tangguh (sejahtera) akan tercapai apabila terjadi hubungan yang harmonis antara Tuhan (pharayangan), manusia (pawongan), dan alam semesta (palemahan). Ini merupakan yadnya bagi setiap orang agar tercapai pelestarian dan keberlangsungan lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Dr. Ni Nyoman Rahmawati, S.Ag., M.Si pada Sesi II Sekolah Lintas Iman (SLI) Certification in Interfaith Communication and Dialogue (C.ICD) – Kepemimpinan Ekoteologis Interreligius dalam Pembangunan SDGs yang diselenggarakan oleh Asosiasi Peneliti Studi Kalimantan (APSK).

Beliau juga menyampaikan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, umat Hindu mempraktikkan ritual-ritual yang bertujuan membangun keselarasan dengan alam, di antaranya:

1.       Kain Poleng, kain berwarna hitam-putih yang disematkan di pohon-pohon sebagai simbol magis, kekuatan, dan pelestarian alam;

2.       Tawur Kesanga dalam upacara Bhuta Yadnya, bertujuan untuk menyucikan alam semesta, menjaga keseimbangan alam, dan menciptakan harmoni antara manusia dan lingkungan;

3.       Tumpek Wariga adalah hari di mana umat Hindu memberikan penghormatan kepada Desa Sangkara sebagai Dewa Tumbuh-Tumbuhan;

4.       Subak, sistem kuno di Bali yang menyatukan harmoni antara alam, komunitas, dan spiritualitas;

5.       Tumpek Kandang, pemujaan kepada Dewa Rare Anggon agar para hewan diberkati dengan kesehatan dan keselamatan.

Demikian halnya dengan perayaan Hari Raya Nyepi. Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, Nyepi hadir sebagai momen istimewa untuk refleksi diri dan menjaga keseimbangan alam. Ia tidak hanya memiliki makna spiritual yang mendalam, tetapi juga memberikan pengaruh positif terhadap lingkungan hidup, yaitu pengurangan emisi gas rumah kaca, peningkatan kualitas udara, penghematan energi dan air, serta mendorong kesadarandan kepedulian terhadap lingkungan.

Ditambahkan pula bahwa dalam Suku Dayak Salako, terdapat ritual adat Ngabayotn. Bertujuan untuk menyampaikan rasa syukur, terutama atas hasil panen padi di kalangan masyarakat Dayak. Ada pula Mamapas Lewu yang dijalankan masyarakat Dayak pemeluk agama Kaharingan sebagai sarana membersihkan wilayah dari berbagai sengketa, marabahaya, sial, dan wabah penyakit.  Ada lagi Manyanggar, sebuah upacara adat suku Dayak di Kalimantan Tengah untuk membuka lahan baru.

Membangun Sebuah Kesadaran

Konsep Tri Hita Karana selain membentuk hidup yang tangguh (sejahtera), juga membangun sebuah kesadaran (awarness), baik kesadaran personal maupun kesadaran kolektif untuk senantiasa menyatu dengan alam dan Tuhan. Satu-kesatuan yang utuh dan tidak terpisahkan.

Kesadaran inilah yang akan menjadi ruh setiap pemeluk agama Hindu dalam menjalani kehidupan di jagad raya ini. Kesadaran akan mewujud dalam bentuk sikap dan perbuatan dalam memanfaatkan dan melestarikan lingkungan. Mereka dituntun untuk menempuh dharma (jalan kebenaran) untuk menuju jagathita (kesejahteraan, kemakmuran, kebahagiaan).  

Itulah intisari dari apa yang disebut sebagai Moksartam Jagathita Ya Ca Iti Dharma, yang merupakan tujuan tertinggi dalam agama Hindu.

*) Peserta Sekolah Lintas Iman (SLI)

Jumat, 06 Juni 2025

Jejak Cinta di Pulau Tiga Negara

 

JEJAK CINTA DI PULAU TIGA NEGARA

 

Aku menulis cerita ini di atas kapal laut KIRANA 3 milik PT Dharma Lautan Utama, dalam perjalanan dari Pelabuhan Panglima Raja, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah menuju Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang.

*****

Waktu begitu cepat berlalu, sekencang lari kuda di padang gurun Gobi. Anakku nomor dua sudah lulus SMK. Ia ingin ikut adikku bekerja di perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Aku sengaja mengantar anakku sampai ke lokasi tujuan. Itung-itung sekalian jalan-jalan, apalagi diriku memang belum pernah menginjakkan kaki di pulau yang dihuni tiga negara itu.

Biasanya kalau pergi jauh aku naik pesawat terbang. Kali ini aku memutuskan untuk naik kapal laut. Selain belum pernah naik kapal, tentu bisa menghemat biaya. Untuk Kelas Ekonomi, ongkos naik kapal hanya sekitar 12,5-15% dari ongkos pesawat.

Aku naik KM Lawit milik PT PELNI rute Tanjung Mas-Kumai dengan ongkos Rp 240.000,- dengan waktu tempuh sekitar 25 jam. Aku tiba di pelabuhan jam 20.30, check-in jam 24.00, dan kapal berangkat jam 03.00. Adapun fasilitas kapal di antaranya: tempat tidur, makan-minum dan snack ringan 3x, air panas gratis, dan mandi air hangat.

Ternyata naik kapal tidaklah senyaman dan seindah yang kita bayangkan. Kepalaku pusing dalam jangka waktu lama. Kalau berjalan sedikit sempoyongan, seakan-akan terasa mau jatuh. Tidak hanya aku saja, banyak yang merasakan hal yang sama. Hal ini disebabkan oleh kapal yang bergoyang-goyang diterpa ombak, sekaligus suara desingan mesin yang menderu. Konon, sekitar bulan Agustus, ombak lebih besar lagi. Membuat kapal bergoncang lebih keras lagi.

 

Tiba di Tanah Borneo

Setelah menginap beberapa malam di Kecamatan Arut Selatan, tidak jauh dari Pangkalan Bun, ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat, aku melanjutkan perjalanan ke perkebunan kelapa sawit milik PT CARGILL di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Ditempuh dalam waktu sekitar 5 jam. Selama itu, pemandangan yang aku lihat mayoritas perkebunan kelapa sawit. Sesekali diselingi pemandangan rawa-rawa, perkebunan karet, hutan perawan, dan amat jarang menemukan desa atau perkampungan penduduk. Tidak melihat areal persawahan sebagaimana di Jawa.

Sewaktu masih di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, mayoritas jalan raya adalah beraspal. Namun, ketika memasuki Kalimantan Barat, jalan raya masih berupa tanah. Apabila kondisi panas, debu tanah beterbangan seperti kabut asap yang mengganggu pemandangan, bahkan membuat dedaunan kelapa sawit berwarna kuning bak daun layu karena menua. Sebaliknya, jika sedang hujan, jalan menjadi berlumpur dan banyak kubangan air. Tak jarang kendaraan mengalami kesulitan untuk lewat, bahkan beberapa truk sampai jatuh terguling.

Punya mobil mewah pun serasa percuma. Sesampainya di tujuan, seluruh bodi mobil akan kotor laksana seekor kerbau usai berendam di kubangan lumpur. Seperti tampak pada foto berikut ini.



Lokasi yang aku tuju adalah Belangiran Estate, kawasan perumahan karyawan perusahaan kelapa sawit. Fasilitas tempat tinggal karyawan dan keluarganya, termasuk listrik dan air. Ada pula fasilitas sekolah dasar, klinik, dan tempat ibadah. Mayoritas penghuninya berasal dari Pulau Jawa, ada pula yang dari Sumatera, NTT, dan daerah lainnya di Indonesia.

Baru sehari tinggal di sana, aku sudah tidak kerasan. Siang hari sunyi-sepi, orang-orang pada kerja. Mau keliling di sekitar estate isinya pohon kelapa sawit semua. Kalau mau ke perkampungan penduduk, jaraknya masih cukup jauh. Mau cari tempat tongkrongan seperti warung makan atau warung kopi tidak ada. Adanya warung kelontong kecil dengan barang dagangan seadanya ditambah sayur-sayuran. Sepi. Bosan.

Padahal, pada awalnya saya bisa tinggal di perkampungan penduduk terutama komunitas suku Dayak untuk bisa mengenal mereka secara lebih dekat. Mengenal keseharian mereka, mata pencaharian, adat-istiadat, tradisi, budaya, kepercayaan, dan hal-hal menarik lainnya.

Mau main HP, kartu XL tidak ada sinyal sama sekali. Yang ada hanya sinyal kartu Telkomsel. Sementara kartu perdana di sini termasuk barang langka dan mahal. Aku buka konter di Jawa, kartu perdana susah lakunya sampai kadaluwarsa.

Akhirnya, keesokan paginya saya minta pulang dan kembali ke Arut Selatan, Kalteng.

Wisata di Pangkalan Bun dan Sekitarnya

Selama di Arut Selatan, tempat-tempat yang saya kunjungi di antaranya: seputaran Tugu Pancasila, pasar tradisional Indrasari, Tebing Tinggi, Stadion Sampuraga, Desa Wisata Pasir Panjang, dan warung makan apung. Ada juga Istana Kuning, tapi belum sempat ke sana. Yang paling seru naik perahu sampan. Sekitar 30 menit dengan ongkos Rp 50.000,-.

Sebenarnya di sekitar Pelabuhan Kumai cukup banyak destinasi wisata, seperti Taman Nasional Orangutan, pantai-pantai, desa wisata, dll. Barangkali di lain waktu. I hope so.

Ketika perjalanan menuju Kendawangan kemarin, sempat mampir di Istana Kotawaringin Lama. Di sana ada makam Kiai Gede (Habib Abdul Qadir Assegaf), yang merupakan ulama penyebar agama Islam di pedalaman Kalimantan yang berasal dari Kerajaan Demak pada abad 16-17 M. Terdapat pula Masjid Kiai Gede yang semua bahan bangunannya terbuat dari kayu, terutama kayu ulin, yang masih tetap awet hingga saat ini. Menariknya, masjid ini tepat berada di pinggir sungai besar.



Pangkalan Bun sendiri termasuk kota yang cukup besar dan terkenal. Di sini ada Bandara Iskandar dan  Pelabuhan Panglima Raja. Dua moda transportasi utama ini digunakan oleh orang-orang dari Kalteng sendiri maupun dari Kalbar, terutama dari Ketapang.

Berburu Tanaman

Aku melihat di sini banyak sekali tanaman kadaka yang tumbuh secara liar di pohon-pohon, termasuk di pohon kelapa sawit. Amat sangat banyak. Melimpah-ruah. Kalau di Jawa harganya cukup mahal, bisa sampai ratusan ribu rupiah, di sini ibarat rumput yang tak berguna. Aku pun mencari yang masih kecil untuk dibawa pulang. Banyaklah.

Termasuk membawa juga bibit kecombrang (Sunda=honje), biji karet, jahe bangkok, singkong berdaun kecil-kecil dan panjang. Sayang sekali tidak menemukan tanaman anggrek liar.

Selain itu, aku juga berburu jamur yang tumbuh dari janjang buah kelapa sawit. Jamurnya sangat banyak, berada di bawah pohon kelapa sawit. Kalau rajin mncari dan mengumpulkan, bisa dijual di pasar dan harganya juga lumayan.

Saya juga untuk pertama kalinya mencicipi sayur daun pakis. Sewaktu di Jakarta dulu, setahuku yang suka mengonsumsi daun pakis adalah orang Sunda.

Biaya Hidup

Secara umum, biaya hidup di Kalimantan hampir 2x lipat dari di Jawa, meski di daerah terpencil sekalipun. Contohnya, sayur-sayuran di sini rata-rata Rp 5.000,- seikat. Lauk pauk, bumbu-bumbu dapur, snack juga demikian. Bahkan, gas subsidi 3 kg terkadang bisa mencapai Rp 40.000,-.

Biaya transportasi apalagi. Dari pelabuhan ke rumah adikku yang hanya berjarak 10 km, diminta ongkos Rp 75.000,-. Kemarin dari Kendawangan ke Pangkalan Bun diminta Rp 400.000,- (waktu tempuh sekitar 5 jam). Maklum, biar pun Pangkalan Bun termasuk kota besar, punya bandara dan pelabuhan, tapi belum memiliki angkutan umum.

Biaya makan pun demikian. Pertama, mencoba makan pakai ikan nila tanpa minum (membawa air putih sendiri) harganya Rp 40.000,-. Lalu, makan dengan ikan baung plus es jeruk tarifnya Rp 62.000,-. Es teh di pinggir-pinggir jalan rata-rata lima ribu.

Pun harga buah-buahan, jangan ditanya harganya. Pernah bertanya di kios pinggir jalan, jeruk Rp 60.000,- per kg, alpukat Rp70.000,- per kg.

Sebenanya tanah Kalimantan amat sangat luas. Kalimantan adalah pulau tebesar ketiga di dunia dan terbesar kedua di Indonesia. Masih banyak lahan yang menganggur alias belum dimanfaatkan, baik yang berupa hutan perawan, rawa-rawa, kebun kosong, dan lahan tidak produktif lainnya. Di sini lebih fokus ke tanaman perkebunan, terutama kelapa sawit. Tidak hanya perusahaan, perorangan lebih suka menanam kelapa sawit. Mungkin pertimbangannya lebih mudah dan murah biaya perawatannya dan hasilnya lumayan besar.

Itulah sekilas cerita perjalananku ke pulau tiga negara. Jejak langkah yang penuh cinta dan sukacita. Tulisan ini merupakan catatan pribadi dan bersifat subyektif semata. Apabila ada kesalahan maupun kekeliruan, semoga bisa dimaklumi.

Kapal Kirana III, 5-6 Juni 2025