Cari Blog Ini

Rabu, 26 November 2025

Delapan Macam Kecerdasan Howard Gardner


 

Delapan Macam Kecerdasan Howard Gardner

 

Kita harus akui bahwa kecerdasan alias intelegensi sebetulnya beragam. Masing-masing dari kita tentu punya kecerdasan tersendiri. Hanya saja, kecerdasan yang kita miliki bisa berbeda satu dengan lainnya. Sayangnya, kebanyakan dari kita cuma bisa berfokus pada satu atau sebagian intelegensi saja dan mengabaikan yang lain. Apakah kamu juga demikian? Mungkin banyak dari kita yang memang belum tahu tentang beragam kecerdasan yang ada.

Seorang ahli psikologi, Howard Gardner adalah yang paling populer dalam mengelompokkan ragam kecerdasan dari manusia. Menurutnya, kecerdasan manusia terbagi ke dalam delapan macam. Ya, jadi bukan hanya soal matematika saja ya! Memangnya, apa saja sih delapan kecerdasan tersebut?

Kecerdasan bahasa (linguistic)

Kecerdasan ini melingkupi kemampuan individu yang berhubungan dengan berbicara dan menulis. Ya, jika kamu cerdas dalam ranah bahasa, maka kamu bisa menjadi seorang novelis, komedian, jurnalis, guru, dan pelatih yang hebat.

Kecerdasan logis-matematis (logical-mathematical)

Ini dia kecerdasan yang paling populer dan paling diakui di masyarakat awam. Kecerdasan ini berhubungan dengan penalaran, berhitung, dan berpikir secara logis. Jika kamu adalah orang yang cerdas dalam matematika-logika, maka kamu cocok sekali berprofesi sebagai akuntan, arsitek, programmer komputer serta profesi lain yang berkaitan dengan penalaran logis.

Kecerdasan visual (visual-spatial)

Kecerdasan satu ini terkait dengan kemampuan individu dalam hal melukis dan memotret. Orang-orang yang memiliki kecerdasan visual spasial menonjol, umumnya cocok sekali berprofesi sebagai seorang fotografer, penari, atlet, dan mekanik.

Kecerdasan musikal (musical)

Dari namanya saja, tentu kamu sudah tahu kalau kecerdasan ini terkait dengan kemampuan individu dalam hal musik. Ia umumnya lihai memainkan alat musik, bernyanyi, bahkan mengubah lagu. Seseorang yang menonjol pada kecerdasan ini umumnya pas sekali menjadi seorang musisi, cheerleader, dan komposer.

Kecerdasan kinestetik atau perasa (bodily-kinesthetic)

Kecerdasan yang satu ini erat sekali kaitannya dengan kemampuan individu dalam menggunakan anggota tubuhnya untuk merasakan sesuatu. Nah, kalau kamu tergolong individu yang menonjol pada kecerdasan ini , maka ambillah pekerjaan sebagai artis, aktor, dan ahli bedah. Hmm, pekerjaan yang hebat bukan?

Kecerdasan interpersonal

Orang yang memiliki kecerdasan interpersonal ini yang baik akan mampu membina hubungan dengan individu lain dengan sangat baik. Jadi, di kehidupan sehari-harinya, ia akan memiliki banyak teman, mudah bergaul, atau istilah umumnya adalah supel. Nah bagi kamu yang merasa memiliki kecerdasan interpersonal yang baik, coba saja mengasahnya dan jadilah seorang diplomat, aktivis, negotiator, konselor, atau pendidik dan sejenisnya.

Kecerdasan intrapersonal

Berkebalikan dengan kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal ini menyangkut kemampuan individu dalam mengelola perasaan dan kesadaran diri sendiri. Ya, sederhananya adalah bagaimana ia bisa berhubungan dan menguasai dirinya sendiri dengan sangat baik. Untuk orang-orang yang memiliki tingkat kecerdasan intrapersonal yang baik, mereka umumnya berprofesi sebagai psikolog, philosopher, terapis, dan motivator.

Kecerdasan eksistensial

Kecerdasan eksistensial ini adalah jenis kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan individu untuk dapat memahami dan mengejar pertanyaan pokok tentang makna dan misteri kehidupan. Hmm, kecerdasan yang cukup rumit bukan? Kecerdasan ini bisa juga dipahami sebagai kemampuan untuk melakukan analisis makna.


Sumber: https://anaklangit.com/wp-content/uploads/2017/12/820jenis20kecerdasan20yang20bisa20dimiliki20manusia-1.jpg

Kecerdasan yang menonjol pada diri seseorang secara otomatis juga akan memengaruhi cara belajar seseorang. Kita ambil contoh orang yang menonjol kecerdasan kinestetik atau perasanya, karena lebih pandai mengelola anggota tubuhnya, maka ia juga akan lebih mudah belajar ketika ia memanfaatkan anggota tubuhnya untuk merasakan objek-objek yang dipelajarinya. Jadi, semisal ia harus belajar tentang ilmu fisika, akan lebih mudah baginya untuk memahami materi menggunakan alat peraga. Membaca buku atau mendengarkan keterangan dari guru saja rasanya masih kurang cukup untuk membuatnya paham.

Bila merujuk pada delapan macam kecerdasan yang dikelompokkan oleh Howard Gardner ini, kita harus setuju kalau masing-masing orang pada dasarnya adalah orang yang cerdas. Hanya saja, kecerdasan masing-masing orang ini pun berbeda. Ada yang cerdas dalam hal matematis, ada yang cerdas dalam hal musik, ada yang interpersonal, dan lain sebagainya. Kebanyakan orang hanya memiliki satu atau beberapa kecerdasan saja yang menonjol, sementara kecerdasan lainnya tidak begitu berkembang. Ini adalah kondisi yang wajar. Amat jarang orang yang memiliki kecerdasan tinggi di semua jenis kecerdasan yang ada. Mengembangkan keseluruhan kecerdasan tersebut pada satu individu pun juga terbilang hal yang teramat susah.

Jadi, berpuaslah meski kamu hanya cerdas dalam beberapa jenis kecerdasan saja. Jangan merasa bodoh karena kamu tidak menonjol dalam kecerdasan matematika. Kembangkan saja kecerdasan yang dominan yang sudah kamu miliki.

Selain dari delapan kecerdasan tadi, sebetulnya masih ada lagi kelompok kecerdasan lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan. Kecerdasan tersebut adalah kecerdasan naturalis-intuisi dan kecerdasan spiritual atau ESQ (Emotional Spiritual Quotient). Apa perbedaan dari keduanya?

Kecerdasan naturalis-intuisi

Kecerdasan ini merupakan kemampuan individu yang berhubungan dengan kepekaannya terhadap lingkungan alam. Orang yang cerdas dalam hal ini memiliki kepekaan alami yang mendalam. Intuisinya berkembang dengan sangat baik.

Kecerdasan spiritual atau ESQ

Kecerdasan ini terkait dengan kecerdasan emosi dan spiritual. Jenis kecerdasan ini terkait dengan kemampuan individu untuk mengaktulisasikan dirinya dan juga untuk mengelola emosinya. ESQ ini juga berhubungan dengan keyakinan atau agama yang dianut oleh seseorang.

Catatan Tambahan

·         Seseorang secara umum hanya memiliki satu atau beberapa kecerdasan saja yang menonjol, sementara kecerdasan lainnya tidak begitu berkembang, dan ini adalah kondisi yang wajar.

·         Kecerdasan yang menonjol pada diri seseorang juga akan memengaruhi cara belajar seseorang. Misalnya, orang dengan kecerdasan kinestetik akan lebih mudah belajar menggunakan alat peraga.

Referensi:

Wijayati, Hasna. 2017. Think Beyond the Box. Yogyakarta: Psikologi Corner

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ditunggu komentar Anda!