Cari Blog Ini

Sabtu, 03 Januari 2026

7 Principles of Powerfull Storytelling

 7 PRINCIPLES OF POWERFUL STORYTELLING

 

"Orang yang paling berkuasa di dunia adalah pendongeng (storyteller)."Steve Jobs

                                                                  Ilustrasi brand storytelling. Foto: Dok. Populix

1. START WITH TENSION (Mulai dengan Ketegangan)

Jangan mulai dengan emosi atau fakta. Mulailah dengan konflik batin atau luar.

  • Mengapa ini berhasil: Otak langsung terlibat ketika merasakan adanya celah antara "apa yang ada" dan "apa yang seharusnya".
  • Contoh: "Semuanya tampak sukses di atas kertas. Tapi di dalam hati, saya tahu ada sesuatu yang hancur."

2. MAKE IT HUMAN (Buat Menjadi Manusiawi)

Tunjukkan keraguan, ketakutan, atau kesalahan. Bukan versi diri Anda yang dipoles atau sempurna.

  • Mengapa ini berhasil: Orang-orang memercayai pengalaman nyata, bukan performa/pencitraan.
  • Contoh: "Saya tidak punya jawabannya. Dan untuk pertama kalinya, saya mengakuinya kepada tim saya."
Sumber foto:
https://daaruttauhiid.sch.id/wp-content/uploads/2025/12/Storytelling.jpg

3. SPEAK IN IMAGES (Berbicara dalam Gambar)

Jangan menjelaskan idenya. Tunjukkan adegan yang bisa divisualisasikan oleh audiens.

  • Mengapa ini berhasil: Gambar diproses lebih cepat daripada kata-kata dan diingat lebih lama.
  • Contoh: "Ruangan menjadi sunyi. Semua orang menghindari kontak mata. Saat itulah saya tahu keputusan itu salah."

4. MAKE IT ABOUT THEM (Buat Ini Tentang Mereka)

Cerita tersebut harus mencerminkan dunia batin pendengar, bukan ego Anda.

  • Mengapa ini berhasil: Orang-orang akan terlibat ketika mereka mengenali diri mereka sendiri dalam cerita tersebut.
  • Contoh: "Jika Anda pernah merasa terjebak dalam peran yang terlihat hebat dari luar, ini akan terdengar akrab."

5. SHOW THE STAKES (Tunjukkan Risikonya)

Tunjukkan apa yang bisa hilang, bukan hanya apa yang bisa didapat.

  • Mengapa ini berhasil: Kehilangan sesuatu (loss aversion) lebih kuat pengaruhnya daripada janji imbalan.
  • Contoh: "Tidak melakukan apa pun terasa aman. Sampai saya menyadari bahwa itu adalah pilihan yang paling mahal."

6. CLOSE THE LOOP (Tutup Lingkarannya)

Kembali ke awal cerita dan tunjukkan apa yang telah berubah.

  • Mengapa ini berhasil: Lingkaran yang tertutup meningkatkan daya ingat dan menciptakan rasa penyelesaian.
  • Contoh: "Ketakutan yang saya sebutkan di awal tidak pernah hilang. Tapi ketakutan itu berhenti mengendalikan saya."

7. LEAVE A DECISION (Tinggalkan Keputusan)

Cerita yang bagus tidak berakhir dengan pelajaran. Ia berakhir dengan sebuah pilihan.

  • Mengapa ini berhasil: Cerita membentuk perilaku ketika mereka mengundang tindakan.
  • Contoh: "Jadi pertanyaan sebenarnya bukanlah apa yang saya lakukan. Melainkan apa yang akan Anda lakukan selanjutnya."

Referensi: IG @natan_mohart

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ditunggu komentar Anda!