Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Artificial Intelligence. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artificial Intelligence. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 April 2026

Bikin Desain Sekeren Ini, Cuma Pakai AI?

 BIKIN DESAIN SEKEREN INI, CUMA PAKAI AI?

‎Mudah, bisa dari HP, tanpa skill desain

‎Sekarang kamu bisa bikin desain sendiri pakai AI

‎Kuncinya: Prompt yang benar

‎Prompt = perintah yang kamu ketik ke AI. AI akan bikin desain sesuai isi prompt kamu.

‎- Kalau prompt asal-asalan → Hasil jelek

‎- Kalau prompt jelas → Hasil bagus

‎CONTOH PROMPT + TIPS

‎Contoh prompt yang benar:

‎"Buat desain kemasan box 'Ayam Geprek & Crispy' dengan gaya modern dan menggugah selera, menggunakan warna merah dan kuning, menampilkan foto/ilustrasi ayam geprek dengan sambal, nasi, dan lalapan, serta logo maskot ayam kartun, judul besar dengan font tebal dan mudah dibaca, ditambah elemen cabai dan aksen dinamis, tagline 'Pedasnya Bikin Nagih!', dalam bentuk mockup box 3D realistis dengan pencahayaan soft, background putih, dan kualitas high resolution."

‎Tips biar hasil bagus:

‎- Sebut warna (jangan "bebas")

‎- Sebut gaya (modern / minimalis / yang lain)

‎- Sebut kemasan (box / stiker / banner, dll)

‎- Tambahin detail (ilustrasi, font, dll)

‎Tools AI yang Bisa Digunakan

‎1. Gemini AI

‎Prompt membuat kemasan:

‎"Buat desain kemasan box 'Ayam Geprek & Crispy' dengan gaya modern dan menggugah selera, menggunakan warna merah dan kuning, menampilkan foto/ilustrasi ayam geprek dengan sambal, nasi, dan lalapan, serta logo maskot ayam kartun, judul besar dengan font tebal dan mudah dibaca, ditambah elemen cabai dan aksen dinamis, tagline 'Pedasnya Bikin Nagih!', dalam bentuk mockup box 3D realistis dengan pencahayaan soft, background putih, dan kualitas high resolution."


‎2. Canva AI

‎Prompt membuat stiker/label:

‎"Buat desain stiker label 'Keripik Pisang Pakang Barokah' berbentuk bulat dengan tampilan modern, lucu, dan eye-catching seperti stiker UMKM, menggunakan warna kuning keemasan dan cokelat dengan aksen cerah, menampilkan ilustrasi keripik pisang atau maskot sederhana yang menarik di tengah, dengan judul besar 'Keripik Pisang Maju' menggunakan font tebal dan playful, tambahkan tagline seperti 'Manis, Renyah, Bikin Nagih!', serta informasi singkat berupa Alamat Dukuh Selang, Pakang, Andong dan HP 0877-0057-7839, dibuat dengan gaya clean, colorful, dan cocok untuk stiker kemasan, dengan kualitas high resolution."



‎3. ChatGPT

‎Prompt membuat banner:

‎"Buat desain banner usaha laundry ukuran horizontal rasio 4:1 (2 x 0.5 meter). Nama usaha: 'Laundry Satset' dengan font besar, tebal, dan modern. Gunakan tema warna biru muda dengan gradasi lembut, memberi kesan bersih dan segar. Tambahkan tagline: 'Cepat • Bersih • Wangi' di bawah judul. Sertakan elemen visual seperti mesin cuci, pakaian bersih, dan gelembung air transparan. Tambahkan teks kecil: 'Cuci Kering • Setrika • Express' dan 'Bisa Antar Jemput'. Gunakan gaya minimalis, profesional, dan mudah dibaca dari jarak jauh. Tata letak rapi, dengan fokus utama pada nama usaha di bagian kiri atau tengah."



‎‎Sumber: @dit.binapkk | Kemnaker

‎Vol. 02 - Packaging | #SekolahTKM

‎Direktorat Bina Perluasan Kesempatan Kerja

 

Jumat, 24 April 2026

30 Prompt Claude yang Bikin Pekerjaanmu Makin Efisien

 

‎*30 PROMPT CLAUDE YANG BIKIN KERJAANMU MAKIN EFISIEN*

‎(Part 1)

‎‎

‎ 01. WRITING LIKE A HUMAN

‎*Prompt 1*

‎Analisis 5 tulisan saya. Ekstrak gaya penulisan saya — struktur kalimat, pilihan kata, ritme, dan kepribadian. Format sebagai Voice Card yang bisa dipakai ulang: Do & Don't, Perbandingan "terdengar seperti saya" vs "tidak seperti saya", 3 contoh kalimat dengan gaya saya.

‎*Prompt 2*

‎Ubah teks AI berikut agar terdengar natural seperti manusia: Hapus kalimat filler, Variasikan panjang kalimat, Gunakan kontraksi, Tambahkan detail spesifik. Teks: [TEKS]. Sorot bagian yang masih terasa robotik setelah diubah.

sumber: https://statik.unesa.ac.id/profileunesa_konten_statik/uploads/ft/thumbnail/9aa14a8f-1106-4e87-b49d-2bc2a81747c3.png

‎*Prompt 3*

‎Buat thread Twitter tentang [TOPIK] dengan gaya saya. Aturan: Jangan pakai kata "delve", "it's worth noting", "game-changer". Awali kalimat dengan: Dan, Tapi, Jadi. Buat hook dengan CTR tinggi. Sertakan 1 tweet yang bisa berdiri sendiri (retweetable), tambahkan CTA di akhir.

‎*Prompt 4*

‎Ubah daftar fitur produk ini menjadi copy berbasis manfaat: Fokus ke emosi pembaca, Tanpa buzzwords: [FEATURES]. Gunakan skenario sebelum vs sesudah. Tampilkan perubahan hidup user sebelum & sesudah pakai produk.

‎*Prompt 5*

‎Tulis cerita personal tentang [PENGALAMAN] untuk LinkedIn. Struktur: Hook, Konflik, Pelajaran, Insight praktis. Batas 200 kata. Buat kalimat pertama sangat menarik. Tambahkan momen vulnerabilitas dan akhiri dengan pertanyaan.

‎*Prompt 6*

‎Buat panduan voice brand untuk [BRAND]: Tone, Karakter, Kata yang digunakan & dihindari. Tambahkan contoh untuk: Post sosial media, Error message, Email onboarding, Pricing page, Balasan support.

‎02. DEBUGGING & REFACTORING

‎*Prompt 1*

‎Kode ini bekerja tapi sulit di-maintain. Refactor menggunakan clean architecture: Pisahkan reusable utilities, Tambahkan TypeScript types, Tampilkan diagram dependency sebelum & sesudah. Jelaskan setiap keputusan: [CODE]

‎*Prompt 2*

‎Saya mendapat error [ERROR] di production tapi tidak bisa direplikasi di lokal. Berikan langkah debugging sistematis (10 langkah): Checklist perbedaan environment, strategi logging, setup monitoring.

‎*Prompt 3*

‎Bandingkan 2 pendekatan implementasi untuk [FITUR]: Pro & kontra, Dampak performa, Mana yang terbaik untuk tim [SIZE]. Tambahkan: Decision matrix, Estimasi waktu, Beban maintenance 12 bulan.

‎*Prompt 4*

‎Buat rencana migrasi dari [TEKNOLOGI LAMA] ke [TEKNOLOGI BARU] tanpa downtime: Rollback plan, Risk assessment, Timeline bertahap, Feature flag, Runbook hari H.

‎*Prompt 5*

‎Review schema database ini untuk aplikasi [TIPE]. Identifikasi: Index yang kurang, Risiko N+1 query, Masalah normalisasi, Bottleneck scaling. Tambahkan SQL rekomendasi dan estimasi performa 10x & 100x. Schema: [SCHEMA]

‎*Prompt 6*

‎Buat strategi error handling untuk [TIPE APP]. Cover: Error untuk user, Logging, Retry, Alerting. Sertakan: Klasifikasi error, integrasi Sentry/logging, Threshold alert.

‎03. CONTENT STRATEGY

‎*Prompt 1*

‎Bertindak sebagai content strategist. Buat kalender konten 30 hari untuk [NICHE] & [AUDIENCE]: Hook, Format, Jam posting, Platform, 3–4 pilar konten, Target engagement mingguan.

‎*Prompt 2*

‎Ubah blog ini jadi: 5 thread Twitter, 3 post LinkedIn, 10 caption Instagram. Sesuaikan tone, karakter limit, hook, dan hashtag: [CONTENT]

‎*Prompt 3*

‎Buat 20 hook viral untuk [TOPIK] dengan teknik: Curiosity gap, Bold claim, Statistik, Story, Kontroversi. Rating tiap hook (1–10) + alasan singkat.

‎*Prompt 4*

‎Analisis 10 konten terbaik saya: Pola hook, Format, Panjang, Topik. Berikan formula yang bisa diulang + hal yang harus dihindari: [POSTS]

‎*Prompt 5*

‎Buat outline script YouTube tentang [TOPIK]: Retention >60%, Pattern interrupt tiap 90 detik, B-roll ide, 3 thumbnail, 5 judul A/B test.

‎*Prompt 6*

‎Buat 10 ide konten "myth-busting" untuk [NICHE]: Keyakinan umum vs sudut pandang baru. Tujuan: memicu debat di komentar.

‎04. SEO & GROWTH

‎*Prompt 1*

‎Buat content brief lengkap untuk keyword "[KEYWORD]": Search intent, Struktur H2/H3, Word count, Meta description, Internal linking, Schema.

‎*Prompt 2*

‎Analisis 5 kompetitor untuk keyword [KEYWORD]: Gap konten, Backlink, Freshness, Sudut unik.

‎*Prompt 3*

‎Buat strategi programmatic SEO dari [DATA SOURCE]: Struktur URL, Template, Internal linking, Canonical, Anti thin content.

‎*Prompt 4*

‎Tulis landing page SEO untuk "[KEYWORD]": Conversion >5%, Above-the-fold, Social proof, CTA, Mobile-first.

‎*Prompt 5*

‎Audit website saya untuk SEO: Crawlability, Internal link, Orphan pages, Core Web Vitals. Berikan prioritas perbaikan: [URL]

‎*Prompt 6*

‎Buat topical authority map untuk [NICHE]: 50 keyword, Cluster, Volume, Difficulty, Roadmap 6 bulan.

‎05. MARKETING & SALES

‎*Prompt 1*

‎Buat 10 ide lead magnet untuk [NICHE]:

‎- Waktu pembuatan <2 jam

‎- Format + hook

‎- Ranking berdasarkan potensi konversi

‎*Prompt 2*

‎Buat sequence email cold (3 email) untuk [PRODUK]:

‎- Framework PAS

‎- Subject line open rate tinggi

‎- Timing kirim

‎- Personalization

‎*Prompt 3*

‎List 15 objection sebelum beli [PRODUK]:

‎- Berikan counter-argument

‎- Kategorikan (harga, trust, dll)

‎- Letakkan di landing page

‎*Prompt 4*

‎Buat strategi viral loop untuk [PRODUK]:

‎- Referral trigger

‎- Incentive

‎- Tracking

‎- Proyeksi K-factor

‎*Prompt 5*

‎Buat 5 headline landing page pakai:

‎- AIDA

‎- PAS

‎- Before/After

‎Tambahkan CTA & ranking A/B test.

‎*Prompt 6*

‎Buat program referral untuk [PRODUK]:

‎- Reward

‎- Tracking

‎- Template email

‎- ROI

‎‎

‎(Sumber: IG @promptfesor — Part 1 dari seri 30 Prompt Claude)

Jumat, 17 April 2026

Bagaimana Cara Belajar AI di Tahun 2026, Panduan Lengkap untuk Pemula

BAGAIMANA CARA BELAJAR AI di Tahun 2026? (Panduan Lengkap untuk Pemula)

 

Bayangkan, bangun pagi, membuka laptop, dan menyadari bahwa kamu bisa mengotomatiskan pekerjaanmu, membuat visual yang menakjubkan, menulis konten dalam hitungan detik, menganalisis data, atau bahkan membangun asisten yang bekerja untukmu. Semuanya dengan AI. Seperti itulah arah dunia saat ini.

Pertanyaannya, apakah kamu akan menggunakan AI atau AI akan menggantikanmu? Karena jujur saja, AI bukanlah masa depan, ini adalah masa kini. Dan mempelajarinya saat ini bukan lagi pilihan, ini adalah keharusan untuk bertahan. AI saat ini menulis seluruh kampanye pemasaran dalam hitungan menit.

AI mendesain situs web, membuat presentasi, menganalisis data, menghasilkan konten video, menulis kode, memberi les kepada siswa, dan melakukan riset hukum. Perusahaan-perusahaan lebih memilih merekrut orang yang tahu cara menggunakan AI daripada orang yang lebih berpengalaman tetapi tidak menguasai AI. Mahasiswa yang menggunakan AI secara efektif dapat menyelesaikan tugas dalam satu jam yang dulu membutuhkan waktu sehari penuh.

Para wirausahawan membangun bisnis dengan AI yang dulu membutuhkan seluruh tim hanya dua tahun lalu. Apakah kamu benar-benar bisa menjadi orang yang berkata, "Saya akan belajar AI ini nanti" sambil melihat orang-orang di sekitarmu meningkat? Jadi mari kita bahas bagaimana kamu bisa belajar AI, langkah demi langkah, bahkan jika saat ini kamu belum tahu apa-apa. Mari kita mulai dengan kenyataan.

AI bukanlah sihir. AI adalah sistem yang meniru kecerdasan manusia, belajar dari data, memahami pola, dan menghasilkan hasil yang membantu kita membuat keputusan yang lebih cerdas atau mengotomatiskan tugas-tugas yang membosankan. Setiap fitur cerdas yang kamu gunakan, rekomendasi yang dipersonalisasi, asisten suara, alat seperti ChatGPT, generator gambar seperti Midjourney, semuanya adalah wujud nyata dari AI.

Sekarang kamu mungkin berpikir, itu keren, tapi saya bukan seorang koder atau insinyur. Apakah saya tetap bisa belajar AI? Tentu saja bisa. Karena belajar AI saat ini tidak lagi tentang mempelajari algoritma.

Ini tidak ada hubungannya dengan coding atau matematika rumit. Ini tentang belajar bagaimana bekerja dengan mereka. Ini tentang mengetahui cara menggunakan alat paling kuat yang pernah diciptakan umat manusia.

Jadi, inilah peta jalanmu untuk mulai belajar AI. Langkah pertama, pahami apa itu AI sebenarnya dan apa yang bukan AI. Jangan langsung terjun ke alat atau tutorial.

Mulailah dengan memahami cara kerja AI secara fundamental. Pelajari konsep dasarnya, apa itu machine learning, jaringan saraf (neural networks), computer vision, NLP (pemrosesan bahasa alami), dan AI generatif. Kamu tidak perlu menghafal definisi, cukup pahami tujuannya.

Contoh, machine learning itu seperti mengajari komputer untuk belajar dari data. AI generatif itu seperti mengajari komputer untuk menciptakan, seperti menulis cerita, menghasilkan kode, mendesain logo. Setelah kamu memahami inti gagasan ini, segalanya menjadi lebih mudah.

Langkah kedua, belajar menggunakan alat AI, bukan hanya menontonnya. Kamu tidak bisa belajar AI hanya dengan menonton tutorial sepanjang hari. Kamu belajar dengan membangun, bermain, bereksperimen.

Mulailah menggunakan alat seperti ChatGPT, Claude, Midjourney, Notion AI, atau Runway. Tapi inilah triknya, jangan gunakan mereka seperti pengguna biasa. Tanyakan, bagaimana sebenarnya alat ini bekerja? Apa batasannya? Masukan seperti apa yang membuatnya bekerja paling baik? Rasa ingin tahu yang sederhana itu mengubahmu dari seorang konsumen menjadi seorang kreator.

Tujuannya sederhana, pelajari logika di balik keajaiban itu. Langkah ketiga, pecah pembelajaran menjadi bagian-bagian kecil. AI adalah lautan yang luas.

Jika kamu melompat sekaligus, kamu akan tenggelam. Jadi pecahlah, pelajari satu keterampilan, terapkan, lalu lanjutkan. Misalnya, minggu pertama, pelajari rekayasa promp (prompt engineering).

Minggu kedua, pelajari tentang pembuatan gambar dengan AI. Minggu ketiga, pelajari otomatisasi dengan alat tanpa kode (no-code). Minggu keempat, pelajari cara menggabungkan alat-alat ini untuk membuat proyek nyata.

Rahasianya adalah, konsistensi mengalahkan kompleksitas. Langkah-langkah kecil akan berkembang cepat di dunia AI. Langkah keempat, pelajari cara berpikir bersama AI.

AI bukan hanya alat, ia adalah mitra berpikir. Jadi ketika kamu menghadapi masalah, alih-alih bertanya, "Apakah AI bisa melakukan ini?" tanyakan, "Bagaimana saya bisa membuat AI membantu saya melakukan ini lebih cepat, lebih baik, lebih cerdas?" Perubahan pola pikir inilah yang menjadi kekuatan super sesungguhnya. Kamu akan menyadari bahwa kamu tidak perlu menguasai segalanya.

Kamu perlu menguasai cara menggunakan AI secara kreatif. Katakanlah kamu seorang pelajar. Gunakan AI untuk merangkum catatan, membuat kuis, atau menjelaskan topik yang sulit.

Seorang pemilik bisnis, gunakan AI untuk mengotomatiskan dukungan pelanggan, menghasilkan kampanye, menganalisis data. Seorang kreator konten, gunakan AI untuk brainstorming, mengedit naskah, atau menghasilkan visual. Setiap bidang saat ini memiliki keunggulan AI, dan tugasmu adalah menemukan keunggulanmu.

Langkah kelima, tetap terbarui, tetap penasaran. AI berkembang lebih cepat daripada apa pun di bidang teknologi. Apa yang tren saat ini bisa jadi ketinggalan zaman enam bulan kemudian.

Jadi jadikan pembelajaran berkelanjutan sebagai kebiasaan harianmu. Baca pembaruan, bergabunglah dengan komunitas AI, dan ikuti pembuat alat. Dan yang terpenting, teruslah bereksperimen.

Karena pembelajar AI terbaik bukanlah koder terbaik. Mereka adalah penjelajah terbaik. Langkah keenam, bangun proyek nyata.

Jangan berhenti di teori. Bangun sesuatu, meskipun itu kecil. Alur kerja otomatis, chatbot, asisten pribadi, generator konten.

Proyek nyata mengajarkan apa yang tidak bisa diajarkan oleh kursus mana pun. Proyek nyata menunjukkan kepada kita bagaimana AI cocok dengan dunia nyata. Dan inilah fakta menarik.

70% profesional AI di tahun 2025 tidak berasal dari latar belakang ilmu komputer. Mereka berasal dari bidang seperti desain, bisnis, pemasaran. Orang-orang yang hanya belajar cara menggunakan AI secara kreatif.

Itulah peluang saat ini. Kamu tidak perlu gelar, kamu perlu arah. Mari kita rangkum semua yang telah kita bahas.

Pahami AI, bukan dengan membacanya, tetapi dengan menggunakannya. Gunakan alat dan jelajahi cara berpikir mereka, bukan hanya apa yang mereka lakukan. Pecah pembelajaran menjadi bagian-bagian kecil dan tetap konsisten.

Berpikirlah bersama AI, bukan melawannya. Biarkan AI memperkuat kreativitasmu. Tetaplah terbarui karena AI tidak akan pernah berhenti berkembang.

Bangun proyek karena melakukan lebih baik daripada sekadar mengetahui. Inilah kenyataannya. Revolusi AI tidak akan dimenangkan oleh orang-orang terpintar.

Revolusi AI akan dimenangkan oleh pembelajar tercepat. Mereka yang beradaptasi, bereksperimen, dan membangun sebelum orang lain melakukannya. Jadi berhentilah menunggu titik awal yang sempurna.

Belajar AI tidak memerlukan izin, gelar, atau coding. Yang diperlukan hanyalah rasa ingin tahu. Satu pertanyaan, satu eksperimen, satu tindakan kecil setiap hari, dan kamu akan berada di depan 90% orang yang masih menunggu untuk mencari tahu nanti.

Belajar AI di dunia baru ini bukan tentang menjadi ahli teknis. Ini tentang menjadi fasih dalam alat-alat yang mengubah segalanya. Ini tentang mengetahui alat AI apa yang ada, memahami apa yang bisa mereka lakukan untuk situasi spesifikmu, dan menguasai seni komunikasi melalui prompt.

Revolusi AI adalah peluang terbesar dalam hidup kita. Pelajari, gunakan, kuasai. Dirimu di masa depan sangat bergantung padamu.

Masa depan bukan milik mereka yang takut pada AI. Masa depan milik mereka yang belajar cara menggunakannya. Sekarang pergilah, pelajari, jalani, bangunlah dengan AI, dan biarkan AI menjadi keunggulan tidak adilmu.

Sumber: YT TejasAI


Selasa, 03 Februari 2026

10 Keterampilan AI yang Anda Butuhkan di Tahun 2026

 10 KETERAMPILAN AI YANG ANDA BUTUHKAN DI TAHUN 2026

 

1. Rekayasa Respons Cepat (Prompt Engineering)

Apa Itu: Perbedaan antara output rata-rata dan jawaban yang dapat Anda tindak lanjuti.

Kapan Menggunakannya: Kapan pun Anda membutuhkan AI untuk berpikir seperti seorang ahli strategi atau operator dan bukan sebagai chatbot.

Alat:


• ChatGPT

• Gemini

• Claude

• Perplexity


________________________________________

2. Agen AI (AI Agents)

Apa Itu: Agen adalah AI yang tidak hanya membalas tetapi benar-benar menyelesaikan tugas dari awal hingga akhir tanpa input Anda.

Kapan Menggunakannya: Mengotomatiskan pekerjaan yang biasanya Anda serahkan kepada seorang magang atau menghabiskan waktu Anda: pembuatan prospek, riset, penjadwalan, dll.

Alat:


• OpenAI Agents

• CrewAI

• LangGraph

• LangChain


________________________________________

3. Otomatisasi Alur Kerja (Workflow Automation)

Apa Itu: Menghubungkan alat-alat Anda sehingga pekerjaan rutin dapat dilakukan tanpa Anda.

Kapan Menggunakannya: Pelaporan, orientasi karyawan baru, entri data, dll. Jika dapat diulang, Anda dapat mengotomatisasinya dengan alat-alat ini.

Alat:


• Make

• Zapier

• N8N

• Bardeen


________________________________________

4. Agen Otomatis (Agentic Agents)

Apa Itu: AI yang dapat merencanakan, beradaptasi, dan mengoreksi diri sendiri alih-alih hanya mengikuti skrip tetap.

Kapan Menggunakannya: Tugas kompleks dan multi-langkah seperti riset, operasional, atau QA di mana fleksibilitas lebih penting daripada alur kerja yang kaku.

Alat:


• OpenAI o1

• Claude

• Reflexion

• DSPy


________________________________________

5. AI Multimodal (Multimodal AI)

Apa Itu: AI yang bekerja di seluruh teks, gambar, audio, dan kode dalam alur yang sama.

Kapan Menggunakannya: Mengubah ide kasar menjadi kampanye lengkap: teks, visual, video, sulih suara.

Alat:


• Gemini

• Claude 3.5 Sonnet

• OpenAI Vision

• Stable Audio


________________________________________

6. RAG (Retrieval-Augmented Generation)

Apa Itu: Mengajari AI untuk mengambil data dari data Anda alih-alih mengarang informasi.

Kapan Digunakan: Dukungan pelanggan, pemberdayaan penjualan, pengetahuan internal - akurasi itu penting.

Alat:


• Pinecone

• LlamaIndex

• HayStack

• Elasticsearch


________________________________________

7. AEO / GEO (Answer & Generative Engine Optimisation)

Apa Itu: SEO untuk era AI. Memastikan merek Anda muncul dalam jawaban AI.

Kapan Digunakan: Ketika prospek Anda mulai bertanya kepada ChatGPT alih-alih Google untuk hal-hal spesifik tentang merek atau sektor Anda.

Alat:


• Searchable

• Trakkr

• Screaming Frog


________________________________________

8. Penggabungan Alat AI (AI Tool Stacking)

Apa Itu: Menggabungkan alat favorit Anda sehingga berjalan sebagai satu sistem.

Kapan Digunakan: Untuk membangun alur kerja yang selalu aktif yang mengurangi biaya dan membebaskan tim Anda.

Alat:


• Notion AI

• ClickUp AI

• Airtable AI

• Zapier AI


________________________________________

9. Pembuatan Konten AI (AI Content Generation)

Apa Itu: Konten dalam skala besar tanpa membangun tim pemasaran beranggotakan 10 orang.

Kapan Digunakan: Postingan harian, pengeditan video, podcast, mengubah konten panjang menjadi pendek.

Alat:


• Descript

• Saywhat

• OpusClip

• ElevenLabs


________________________________________

10. Manajemen LLM (Management LLM)

Apa Itu: Mengontrol biaya, akurasi, dan kinerja di seluruh AI yang Anda gunakan.

Kapan Digunakan: Setelah AI menjadi inti dari operasi Anda dan Anda membutuhkan visibilitas pada ROI.

Alat:


• Arize AI

• TruLens

• Helicone

• Weights & Biases


 

Sumber: IG @Cyphyr.ai

12 AI Tools by Google

 12 AI Tools by Google

 

1. Google AI Studio

Developers and AI enthusiasts use to understand how prompts influence output perfect for refining results before deploying an AI application or chatbot.


2. NotebookLM

Turns documents, PDFs, or even transcripts into summaries, quizzes, and mind maps making it an incredible study or productivity tool.


3. Gemini Gems

Lets users create personalized AI assistants with specific instructions, context, and even uploaded files.


4. Google Veo3

Using creative text prompts, Veo 3 can generate cinematic video clips or animate static images with realistic motion.


5. Firebase Studio

It enables to build and publish AI-powered websites and mobile apps quickly, with robust backend support.


6. Gemini Live

You can host interactive meetings, get instant suggestions, or have AI co-present with you during live sessions.


7. Nano Banana

Helps creators edit, branch, and refine AI-generated images into multiple versions.


8. Google's Imagen

Generate images or audio clips from simple prompts perfect for designers, content marketers, and video creators.


9. Google Pomelli

Helps small-to-medium-sized businesses easily generate scalable, on-brand social media campaigns.


10. Google Whisk

Lets you use images as prompts to visualize your ideas and tell your story.


11. Google Opal

Simply type what you want to make with natural language and Opal builds a workflow you can edit and creates a mini-app for you in minutes.


12. Google Lumiere

A text-to-video diffusion model designed for synthesizing videos that portray realistic, diverse and coherent motion.


Source: IG @youngurbanproject